ORV Chapter 106. Episode 21 – Things That Can’t Be Changed 5
Disclaimer: Not mine
PS: Dialog dengan format 「Kau... 」 menunjukkan isi pikiran yang dibaca oleh Dokja.
XXXXXXX
[Level skill Bookmark masih rendah, waktu aktivasi diperpendek.]
[Waktu aktivasi: 30 menit.]
[Pengertianmu pada karakter ini sangat tinggi.
Kau bisa memilih beberapa skillnya untuk digunakan.]
Shin Yoosung berlari ke arahku dan aku melakukan hal yang
sama dengannya. Kami tidak ingin saling membunuh dan tidak ada kesungguhan
untuk membunuh di setiap serangan kami. Ini hanyalah pertarungan yang kami
lakukan demi kepuasan para konstelasi. Semua hanyalah skenario, semuanya hanya
kebohongan. Tapi, hasil dari pertarungan ini adalah kematian seseorang.
[’Judgment Time’ Lv.5 diaktifkan.]
Level skill yang kugunakan adalah 5. Sepertinya Jung Heewon
sudah berlatih keras. Jung Heewon masih belum mencapai level itu, tapi ini
tidak buruk.
[Konstelasi ‘Scribe of Heaven’ merasa malu.]
[Konstelasi dari sistem kebaikan absolut
sedang berpikir keras.]
Tentu mereka kebingungan saat seseorang yang bukan Judge
bisa menggunakan skill ini tanpa izin. Tapi pada akhirnya mereka pasti akan
mengizinkanku. Itu karena sosok yang ada di hadapanku adalah makhluk jahat yang
mereka benci.
[Konstelasi dari sistem kebaikan absolut
mengizinkanmu menggunakan skill tersebut.]
Aura panas muncul dari dalam tubuhku. Itu adalah rasa keadilan
buta yang menyuruhku untuk melenyapkan semua kejahatan yang ada di dunia ini.
Sejarah para archangel yang berperang di perang suci melawan para iblis pun
muncul di otakku.
-Lenyapkan kejahatan.
Judgment Time awalnya adalah skill yang digunakan para valkyries.
Karena itu, pengguna skill ini akan mendapat dukungan dari para archangel.
Kegilaan yang menghilangkan semuanya kecuali definisi sempit
dari keadilan itu mulai menggerogoti otakku. Jung Heewon selalu merasakan ini
setiap kali dia membunuh seseorang untukku. Ini mengerikan.
Energi sihir yang sangat besar keluar dari Blade of Faith.
Pedang ether itu beresonansi dan bergerak lurus ke arah Shin Yoosung.
Darah menyembur dari bahu sang beast lord, dan hal itu
membuat Shin Yoosung kaget, padahal Beast King’s Sensitivity tidak tergores
saat menerima serangan dari Ghost Fleet. Darah merah menghiasi bulu putihnya.
Judgement Time. Pengguna skill ini tidak akan bisa
dikalahkan selama musuh yang dihadapi itu ‘jahat’.
Sekarang semua statusku mencapai titik dimana aku bisa
melawan bencana Shin Yoosung. Judgement Time adalah skill yang curang. Hanya
ada beberapa skill yang bisa memberi buff gila-gilaan seperti ini dalam novel
Cara Bertahan Hidup.
“Semuanya, serang!”
Aku mungkin memang bertambah kuat, tapi kemampuan penggunaan
skill Shin Yoosung lebih tinggi dariku. Karena itu aku perlu bantuan.
“Saat dia menyerang
dengan serangan biasa, bantu aku dengan serangan jarak jauh. Saat dia
menggunakan aoe, segera berlindung di belakangku!”
Seluruh companionku menganggukkan kepala mereka.
“Jika kau tidak punya
skill atau item untuk serangan jarak jauh, bunuh monster yang muncul dari
gerbang. Mereka juga harus segera dikalahkan.”
Ya. Monster-monster yang terus keluar dari gerbang milik
Shin Yoosung membuat Yongsan-gu hampir musnah.
“Semuanya, serang!”
Para raja memberikan perintah, peperangan pun dimulai.
Pasukan para raja berhasil menghalau monster yang keluar dari gerbang.
Kebanyakan dari mereka adalah monster grade 7 dan mereka terlihat lumayan
menyeramkan. Untungnya, para inkarnasi bisa menyamai kekuatan para monster itu.
“Aku akan mengurus
monyet itu.”
Lee Hyunsung berlari ke arah monster grade 5 Heavy Metal
Kong.
“Aku akan mengurus monster
satunya bersama Yoosung.”
Lee Gilyoung berlari
bersama Shin Yoosung muda.
Queen Mirabad yang dikendalikan Shin Yoosung mengaum, dan beberapa bawahan insect king
yang dipanggil Lee Gilyoung juga ikut menyerang King Masswood. Nafas es dari
ichthyosaurus terus berlanjut. Lee Jihye maju ke depan.
“Paman, serahkan
serangan jarak jauh padaku.”
“Aku akan
menghentikan pergerakannya.”
Lee Jihye menembakkan meriam perahunya dan Yoo Sangah
membuat jebakan dengan Arachne’s Spider Web untuk mempersempit pergerakan
bencana Shin Yoosung. Tentu saja, hal itu hanya sedikit membantu.
Tembakan meriam Lee Jihye bahkan hampir tidak bisa melukai
Shin Yoosung. Bencana itu juga memutuskan benang Yoo Sangah dengan mudah. Tapi
itu masih lebih baik daripada tidak ada bantuan sama sekali.
“Yoo Joonghyuk. Kau
masih bisa bertarung?”
Selain aku, hanya Yoo Joonghyuk yang bisa mengikuti
pergerakan Shin Yoosung dan menahan serangannya secara langsung.
“... Jangan
khawatirkan aku.”
Darah Yoo Joonghyuk
mengucur ke tanah saat dia berusaha berdiri dengan bantuan Heaven
Shaking Sword. Protagonis itu mungkin memang sudah menggunakan Recovery,
keadaannya sudah jauh lebih baik dari beberapa saat yang lalu. Tapi, efek dari
Recovery pasti akan muncul sebentar lagi.
Aku bertanya. “Berapa menit waktu yang kau miliki?”
“30 menit. Kau?”
“Aku juga sama.”
Untuk saat ini aku bisa menggunakan Bookmark selama 30
menit. Karena itu, aku harus mengakhirinya sebelum 30 menit berakhir. Aura
hitam yang keluar dari tubuh Shin Yoosung menjadi semakin tebal. Itu artinya
status fisiknya semakin meningkat bersamaan dengan naiknya energi jahat yang
ada di tubuhnya.
Wajah Yoo Joonghyuk mengeras. “... Sepertinya dia meminta
bantuan dari raja iblis untuk melintasi dimensi.”
Tebakan Yoo Joonghyuk memang benar. Faktanya, sekarang jiwa
milik Shin Yoosung digadaikan pada raja iblis. Lalu raja iblis itu menyerahkan
jiwanya kepada para dokkaebi.
{Hahaha. Menarik.
Sangat menarik.}
Dokkaebi tingkat menengah itu terdengar cukup terkejut.
{Skenario memang
harusnya seperti ini.}
Ini adalah medan perang dimana darah dan daging bertebaran
di setiap celah. Kehancuran dome Seoul yang ingin kuhindari sekarang sedang
mendekat sedikit demi sedikit.
[Ada banyak konstelasi yang bersemangat
menantikan pertarungan kalian.]
“Ayo.”
Yoo Joonghyuk maju melesat ke arah Shin Yoosung. Bencana itu
menarik nafas panjang dan kemudian meniupkan udara ke arah kami.
Beast King’s Breath. Itu adalah badai ether yang energi
penghancurnya setara dengan Ice Breath monster sea species grade 5.
“Hindari!”
Yoo Joonghyuk menggunakan Red Phoenix Shunpo hingga batas
maksimal dan berhasil menghindari dari serangan Shin Yoosung. Aku tidak
menghindari serangan bencana itu seperti Yoo Joonghyuk dan menggunakan Beast
King’s Sensitivity untuk bertahan. Aku merasa kagum saat menyaksikan kemampuan
bertarung milik Yoo Joonghyuk.
Shin Yoosung memang monster, tapi Yoo Joonghyuk juga sama.
Untuk saat ini, hanya Yoo Joonghyuk yang bisa melawannya tanpa buff dari Judgment
Time. Dia memang regressor yang kuat, keren, dan tanpa ampun. Aku lega karena
dia ada di pihakku.
“Lakukan dengan
benar, Kim Dokja!”
“Aku tahu!”
“Sial...”
Aku hanya perlu mendekatinya dan mendaratkan serangan
padanya, tapi itu tidak mudah. Setelah beberapa serangan yang sukses, Shin
Yoosung menjadi lebih liar.
Shin Yoosung yang sedang mengamuk terus menembakkan badai
ether. Kekuatan sihirnya memang sudah berkurang, tapi aku hampir tidak bisa
menahannya lagi, bahkan dengan Beast King’s Sensitivity sekalipun.
Yoo Joonghyuk berhasil mendaratkan beberapa serangan, tapi
hanya sedikit kerusakan yang diterima Shin Yoosung. Sudah berapa lama mereka
bertarung seperti itu? Sudah 20 menit berlalu sejak aku kembali sadar.
Kekuatan fisik Yoo Joonghyuk menurun drastis dan magic power
potions ku juga mulai habis.
Kuat. Aku tidak pernah berpikir jika aku hampir terdesak
meski sudah menggunakan skill Judgement Time. Tubuhku yang kaku mulai berteriak
kesakitan. Efek samping dari penggunaan Judgement Time mulai kurasakan.
{Hahaha! Ini skenario yang sangat menarik.
Konstelasi sekalian, bukankah kalian juga setuju denganku!?}
Kulitku berubah menjadi hitam karena badai ether. Satu
langkah, dua langkah. Aku semakin mendekat, tapi waktu tidak ada di pihak kami.
Aku tidak akan bisa mendaratkan serangan fatal di sisa waktu yang singkat ini.
Tiba-tiba ada sesuatu yang terjadi di dalam tubuh Shin
Yoosung.
「Serang aku. 」
Shin Yoosung sedang berusaha mengendalikan tubuhnya.
「Hentikan aku. 」
Aku tidak bisa mengatakannya, tapi aku bisa mendengar suara
Shin Yoosung.
「Lindungi ‘regresi’ ini. 」
Aku berhasil melewati badai ether yang melemah dan berhasil
mendekati Shin Yoosung bersama dengan Yoo Joonghyuk. Aku mengayunkan pedangku
dan darah mengucur dari luka yang baru saja muncul di tubuh Shin Yoosung.
[Konstelasi ‘Scribe of Heaven’ sedang menatapmu.]
Aku berusaha semaksimal mungkin untuk tidak menunjukkan
pertunjukan yang jelek.
[Konstelasi ‘Prisoner of the Golden Headband’
sedang menatapmu.]
Shin yoosung berteriak saat tubuhnya tertebas pedangku.
Energi sihir yang dia tembakkan mengenai Yoo Joonghyuk.
“... Pergi, Kim
Dokja.”
Aku menyerang melalui celah yang berhasil dibuat oleh Yoo Joonghyuk.
Blade of Faith berhasil menancap di bahu Shin Yoosung dengan cukup mudah.
Energi sihir pedangku berhasil menembus pertahanan Beast
King’s Sensitivity. Setelah itu lengan kiri Shin Yoosung terpisah dengan
tubuhnya.
Darah mengucur dari luka itu dan aku menatap wajah Shin
Yoosung. Sama seperti di novel Cara Bertahan Hidup, Shin Yoosung juga
tersenyum. Aku menyadari jika dia memang sengaja menerima seranganganku.
[Banyak konstelasi tidak bisa memalingkan mata
mereka dari pertarunganmu.]
“Sialan...” Aku
tersenyum lesu dan pedangku terlepas dari genggamanku.
Shin Yoosung tertawa.
「Bukannya sekarang kau terlihat bodoh? 」
Shin yoosung mencengkram leherku dan melemparku ke tanah
sambil berteriak marah. Tapi aku sama sekali tidak merasa sakit. Shin Yoosung
tidak menyerangku.
「Apa kau mau melanjutkan ini? 」
“Ya.”
Aku mengayunkan pedangku ke arah Shin Yoosung dan dia menembakkan
nafasnya sekali lagi ke arahku. Yang kami lakukan sudah layaknya jawaban untuk
semua pertanyaan yang muncul. Kami saling melukai satu sama lain.
“Kita tidak bisa
seperti ini terus.”
Beast King’s Sensitivity milikku mulai kehilangan efeknya
karena energi sihirku mulai habis. Judgement Time memang memperkuat tubuhku
hingga ke titik tertentu, tapi itu hanya untuk sementara waktu. Darah mengalir
ke dalam kepalaku dan kepalaku terasa sakit. Meski begitu aku tidak berhenti.
Aku harus terus menyerang Shin Yoosung.
[Beberapa konstelasi yang tidak menyukaimu
menjadi sedikit penasaran.]
Menggilalah.
[Konstelasi yang menjelajahi medan perang
memperhatikan pertarunganmu.]
Buat kekacauan yang lebih besar.
[Konstelasi dari banyak pertempuran besar
memuji kegigihanmu.]
Tunggu saja. Aku pasti akan mencabut lidah kalian dengan
tanganku sendiri.
Berapa banyak serangan yang sudah mengenainya? Tubuhku mulai
kehilangan keseimbangan.
[Waktu yang tersisa untuk penggunaan Bookmark:
30 detik.]
Beberapa organ dalamku rusak dan tulang rusukku yang patah
terus menusuk paru-paruku. Aku melakukan semua yang kubisa, tapi serangan Shin
Yoosung masih tetap kuat. beberapa saat kemudian, salah satu mata Shin Yoosung
berubah menjadi hitam.
Sepertinya Disaster of Floods ini jauh lebih kuat dari versi
novelnya. Shin Yoosung menatapku dengan tatapan khawatir.
「Ini belum cukup. 」
Shin Yoosung tidak bisa membunuh dirinya sendiri. Dokkaebi
tingkat menengah itu tidak akan membiarkannya mati dengan cara seperti itu. Ini
adalah batas dari apa yang bisa dia lakukan tanpa hukuman apapun. Di sisi lain,
aku juga hampir mencapai batasanku.
「Bagaimana kau akan menghentikanku? 」
“Jangan khawatir.
Mereka akan segera datang. Orang yang akan menghentikanmu.”
Sejak awal aku tidak punya niat untuk membunuh Shin Yoosung
dengan tanganku sendiri. Yoo Joonghyuk juga tidak bisa melakukannya dengan
kondisi seperti ini. Tapi masih ada 1 orang yang bisa melakukannya.
Saat mulut Shin Yoosung akan terbuka, tanah yang ada di
sekitarnya meledak.
Aku bisa mendengar dentuman artileri di kejauhan. Seorang wanita dengan seragam
penjara muncul dari arah utara. Para monster mulai terpecah dan para inkarnasi
mulai mendesak maju. Seorang wanita yang memakai topeng berdiri di depan mereka
dan memberikan perintah.
King of Wanderers. Kupikir dia sudah pergi ke suatu tempat
setelah menghabisi monster yang ada di di utara. Tapi mereka bukan orang yang
kutunggu.
Aku melihat seseorang yang berlari ke arahku. Wanita itu
menatapku dan bertanya. “Maaf. Apa aku terlambat?”
“Cuma sedikit.”
“Berhenti berbohong.
Apa kau masih hidup?”
Judge of Destruction. Sudah 10 hari berlalu dan Jung Heewon
terlihat lebih tenang. Dia menepuk punggungku dan berjalan maju.
“Serahkan padaku.
Istirahat sana.”
Aura merah mulai menyelimutinya saat dia mengaktifkan Judgement
Time. Kekuatannya jauh lebih kuat dari skill yang kucuri. Jung Heewon adalah
kartu terakhir yang kumiliki. Jika ini juga gagal...
Apa aku sudah memberikan cukup luka pada Shin Yoosung? Apa
Jung Heewon bisa menyelesaikan pekerjaan ini dengan baik?
“Apa yang kau
khawatirkan?” tanya Jung Heewon dengan senyum di wajahnya. Dia terdengar lebih
percaya diri dari biasanya. Sepertinya wanita itu punya kartu lain selain Judgement
Time.
[Konstelasi ‘Scribe of Heaven’ berbicara
dengan dirinya sendiri.]
[Konstelasi Abyssal Black Flame Dragon’
menunjukkan permusuhan pada sponsor Jung Heewon.]
Ah, benar juga. Jung Heewon berhasil mendapatkan sponsor.
Siapa yang dia pilih? Shin Yoosung menatap Jung Heewon dengan tatapan nanar.
「Kau... 」
“Aku sudah tahu
situasinya. Sponsorku membuat banyak keributan di sepanjang jalan. “ Jung
Heewon menatap Shin Yoosung dengan wajah sedih. “Karena itu, kau tidak perlu
khawatir.”
Jung Heewon menghunus pedangnya. Api mulai menyebar dari
bagian pangkal pedang.
Hari sudah berganti, meski ufuk masih terlihat gelap. Di
malam dimana kegelapan Seoul terasa sangat pekat, pedang Jung Heewon terlihat
berkilauan. Api yang ada di pedang itu bersinar lebih terang dari api manapun.
Itu adalah api suci dari stigma yang bisa menghancurkan semua kejahatan.
[Hell Flames Ignition.]
Aku tahu stigma ini. Aku mengingat deskripsinya di dalam
novel Cara Bertahan Hidup.
Dalam beberapa kasus, itu adalah salah satu stigma terkuat
dalam novel. Bisa dibilang kekuatan penghancurnya sama kuat dengan stigma milik
Great Sage the Equal of Heaven.
Hell Flames Ignition adalah stigma milik Demon-like Judge of
Fire.
Jung Heewon tertawa dingin. “Aku akan menyelesaikan skenario
sialan ini.”
Archangel Uriel memilih Jung Heewon sebagai inkarnasinya.
Chapter 105 Daftar Isi Chapter 107
Komentar
Posting Komentar