ORV Chapter 346: Episode 65 – Good and Evil (2)

 Disclaimer: Novel ini bukan punya saya


Asmodeus meneruskan ucapannya.

“Tiga Cara Bertahan Hidup di Dunia yang Telah Hancur. Di antara para inkarnasi, ada cerita yang dikenal sebagai wahyu…. Apa kau pernah mendengarnya?”

Setelah mendengar pertanyaan Asmodeus, Han Sooyoung yang pucat pasi langsung maju dan berkata, “Kau! Mau apa kau datang kesini!?”

Asmodeus tidak menghiraukan pertanyaan Han Sooyoung dan terus mengamati ekspresi Yoo Joonghyuk.

[Kekuatan tidak dikenal telah menghentikan imajinasi dari inkarnasi ‘Yoo Joonghyuk’.]

Percikan cahaya menyelimuti tubuh Yoo Joonghyuk. Faktanya, ucapan Asmodeus terdengar seperti ini di telinga protagonis itu.

“Apa kau pernah dengar tentang Tiga C■■r Bert■■■■■ di ■■■■■?”

Kepala Yoo Joonghyuk langsung sakit. Dia bertanya, “.... Apa yang… baru saja kau katakan?”

Asmodeus menghela nafas. “Hm….. Sepertinya kau tidak mendapatkan izin…”

“Apa yang sedang kau bicarakan!?”

“Yah, itu bukan masalah besar. Kalau begitu…. Dilihat dari situasi saat ini, kurasa Demon King of Salvation masih tertidur.”

Asmodeus menyeringai sambil menatap pabrik.

“Sayang sekali. Aku akan kembali lagi nanti. Tolong sampaikan salam dan terima kasihku pada Demon King of Salvation. Berkat apa yang dia lakukan, keseimbangan antara baik dan jahat mulai goyah. Tak lama lagi, para serigala akan muncul untuk mengambil keuntungan.”

“Tunggu. Tunggu sebentar!”

Yoo Joonghyuk memegang pelipisnya dengan erat sambil terus memanggil Asmodeus yang sudah berbalik pergi.

Tapi sebelum Asmodeus benar-benar menghilang dari pandangan mereka berdua, dia bertanya pada Yoo Joonghyuk. “Regressor Yoo Joonghyuk, apa kau mau mengetahui kebenaran tentang dunia ini?”

“.... Kebenaran?”

“Jika kau ingin mengetahuinya, datanglah ke Seekers of the End.”

Setelah mengucapkannya, tubuh Asmodeus menghilang. Han Sooyoung langsung menghampiri Yoo Joonghyuk yang terhuyung. “Yoo Joonghyuk, kau tidak apa-apa?”

“…”

“Yoo Jonghyuk?”

Yoo Joonghyuk tidak menjawab pertanyaan wanita itu. Sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu dan mulai tenggelam ke dalam penderitaan yang sangat dalam. Yoo Joonghyuk menatap langit dengan tatapan kosong selama beberapa saat dan kemudian mulai berjalan terhuyung.

“Hei, kau mau kemana!?”

Meski Han Sooyoung berteriak, Yoo Joonghyuk tidak menjawabnya. Han Sooyoung berteriak sekali lagi. “Kim Dokja belum bangun!”

“Ini tidak ada hubungannya dengan dia.”

Yoo Joongyuk menggunakan Red Phoenix Shunpo dan menghilang dan meninggalkan Han Sooyoung begitu saja. Beberapa saat kemudian wanita itu hanya bisa menatap ke kejauhan dengan tatapan kosong sambil menggigit permen yang ada dalam mulutnya.

‘Apa ini sudah waktunya untuk menghilangkan filter itu dan menyebarkan informasi mengenai novel Cara Bertahan Hidup?’

Karena semua ini terjadi saat Kim Dokja sedang tidak sadarkan diri, Han Sooyoung menjadi sedikit khawatir. Dia tidak bisa menebak tipe bencana seperti apa yang akan terjadi jika Yoo Joonghyuk mengetahui novel Cara Bertahan Hidup. Terlebih lagi, bagaimana demon king itu tahu soal novel itu?

Han Sooyoung menoleh ke selatan dan menatap langit, setelah itu dia meludahkan permen yang tadi dia kunyah. Dia harus melakukan sesuatu sebelum Kim Dokja bangun.

***

Yoo Sangah akhirnya bisa menikmati pengalaman menjadi ‘anak baru’ di perpustakaan milik Fourth Wall. Saat ini pekerjaannya hanya menatap buku-buku yang ada di sana.

Dalam dua hari ini, Yoo Sangah sudah mempelajari banyak hal dari para seniornya. Mulai dari identitas perpustakaan ini dan identitas para seniornya.

< “Tolong tata buku-buku ini pelan-pelan. Saat Kim Dokja mulai berpikir yang aneh-aneh, semuanya bisa menjadi berantakan dengan cepat.” >

Master teater, Simulation.

< “Merapikan semuanya hanya dengan dua tangan pasti membutuhkan waktu yang sangat lama. Aku ingin ada anak baru dengan banyak tangan yang bisa menggantikanku.” >

Outer god, Eater of Dreams.

< “Apa kau ingin kuajari Thousand Hands of Avalokiteśvara??” >

Reinkarnator, Nirvana Moebius.

Semua seniornya memang agak aneh, tapi mereka semua selalu bersikap baik padanya. Seandainya saja mereka menjadi seniornya juga di Mino Soft…. Pasti kehidupan kantornya itu tidak akan begitu menyiksa.

Ada banyak rak yang diisi penuh oleh buku-buku. Semua itu adalah buku yang pernah dibaca Kim Dokja dan juga buku yang telah dia lupakan. Kebanyakan buku itu adalah ‘novel’.

< Tiga Cara Bertahan Hidup di Dunia yang Telah Hancur >

Yoo Sangah menyukai buku dan bisa memproses situasinya saat ini dengan cepat. Tempat ini adalah tempat untuk Kim Dokja dan cerita ini memiliki arti yang sangat besar untuk laki-laki itu…

Saat dia menyadarinya, Yoo Sangah bisa merasakan keputusasaan yang dirasakan Kim Dokja, dan dia merasa kasihan karenanya. Meski begitu Yoo Sangah tidak menunjukkannya. Dia tahu jika terkadang tidak menunjukkan sesuatu adalah sebuah cara untuk melindungi orang-orang terdekatnya. Karena itu juga Yoo Sangah mulai memikirkan hal lain yang lebih penting.

‘Jika cerita ini berkembang seperti cerita aslinya…’

Skenario di Bumi pasti memiliki beberapa implikasi. Di antara semua skenario itu, yang memberikan dampak paling besar adalah…

< Be ker ja ke ras lah, Yoo Sang ah. >

Yoo Sangah mengangkat kepalanya saat dia mendengar suara tanpa sosok itu.

< “Ya. Aku akan bekerja keras.” >

Saat ini Yoo Sangah merasa jika dia hidup dengan menggunakan waktu orang lain, meski begitu ada kemungkinan jika dia bisa dibangkitkan sepenuhnya. Dan untungnya lagi, manajer dari tempat ini adalah sosok yang sangat imut.

< “Terima kasih sudah menerimaku bekerja di sini. Aku sangat menyukai tempat ini.” >

< Hah. Bo hong. >

< “Aku serius.” >

< Yoo Sang ah su ka bu ku? >

< “Ya. Aku sangat menyukainya.” >

< Bu ku se per ti a pa? >

< “Misalnya… Lord of the Rings…” >

< He eh… >

Untungnya manajer imut itu tertarik padanya, karena itu Yoo Sangah memutuskan untuk menanyakan sesuatu yang membuatnya sangat penasaran.

< “Kalau begitu, apakah aku boleh bertanya?” >

< A pa? >

< “Sebenarnya apa itu Fourth Wall?” >

Suara tawa memenuhi perpustakaan.

< A ku me lin dung i Kim Dok ja. >

< “Melindungi?” >

< Kim Dok ja pas ti ma ti ji ka a ku ti dak a da. >

Suara itu terdengar sangat tegas.

< La lu, Kim Dok ja me la ku kan se su a tu yang sang at bo doh. >

Seluruh perpustakaan bergetar pelan.

< Si tu a si nya cu kup ru mit ka re na ka u. >

< “.... Karena aku?” >

< A da se ba gi an kar ya ku yang ke lu ar. >

Cahaya tiba-tiba muncul dan menerangi salah satu sisi perpustakaan. Fourth Wall menunjukkan sebuah lubang sebesar kepalan tangan Yoo Sangah.

< Mes ki a ku su dah me ng ha lang i nya, din ding i tu di han cur kan o leh Kim Dok ja. >

Sebuah kover buku tua menutupi lubang itu, tapi sepertinya itu hanyalah pertolongan pertama yang dilakukan Fourth Wall dengan terburu-buru. Yoo Sangah memeriksa kover buku itu dengan seksama.

< “Ceritanya…. Apa itu mengalir keluar?” >

< Ya. >

Yoo Sangah mengamati lubang itu selama beberapa saat dan kemudian menunjukkan ekspresi jenaka.

< “Fourth Wal. Aku punya ide bagus.” >

***

Aku tidur dengan sangat nyenyak, sama saat seperti aku disekap paksa oleh teman-temanku. Rasanya seperti ada awan lembut yang menyelimuti pikiranku. Atau mungkin ada seseorang yang masuk ke dalam kepalaku dan menghilangkan semua kekhawatiranku.

< “Dokja-ssi, ini masalah besar. Dokja-ssi.” >

Saat aku mendengar suara misterius dalam kepalaku, aku tersentak kaget dan langsung bangun dari tidurku. Kulitku terlihat agak coklat karena api yang timbul dari percikan api probabilitas.

“Uh…”

Aku melihat ke sekeliling kamar, tapi tidak ada seorangpun di sini. Kalau begitu siapa yang baru saja berbicara denganku?

Aku memutuskan untuk keluar melihat keadaan. Saat ini tubuhku masih lemah karena badai probabilitas yang kuterima, tapi untungnya aku masih bisa bergerak. Meski begitu, aku merasa jika keheningan ini agak terasa aneh. Ada aura tidak nyaman yang memenuhi lorong kastil. Instingku merasa akan ada sesuatu yang terjadi. Beberapa saat kemudian aku sadar jika ada keributan yang terjadi di luar pabrik.

Aku membuka jendela yang ada di koridor, seketika teriakan orang-orang sampai di telingaku.

“Bebaskan Seoul!”

… Apa?

“Kami tidak mau diperintah oleh demon king!”

“Diktator pabrik, cepat turun! Buka semua stigma dan skillmu pada kami semua!”

Ada banyak orang yang berkumpul di depan pabrik. Mereka adalah inkarnasi yang berasal dari Seoul dan area di sekitarnya. Aku melihat wajah orang-orang itu dan langsung tahu tipe orang seperti apa mereka itu.

Kebanyakan dari mereka adalah inkarnasi yang gagal menyelesaikan skenario. Mereka adalah tokoh penting yang membentuk aliansi.

“Ini adalah perjuangan yang suci! Keluar, Demon King of Salvation dan nebula iblis Kim Dokja’s Company! Akui kalian sudah melakukan monopolisasi semua skenario yang ada di ibu kota!”

Sepertinya mereka menuduh kami memonopoli skenario yang ada di ibu kota…

Mereka tidak akan berkata seperti itu jika tahu seberapa sulitnya kami menyelesaikan sekanri-skenario itu. Di dalam dinding pabrik, semua anggota party saling menatap dengan tatapan bingung. Sedetik kemudian aku bisa mendengar suara Gong Pildu, “Apa sebaiknya kutembaki saja mereka?”

“Paman, apa kau sudah gila? Kebanyakan mereka hanya inkarnasi baru!”

“Semuanya! Jangan lakukan ini! Ini hanya salah paham!”

Lee Jihye dan Lee Hyunsung maju dan berteriak pada orang-orang itu, tapi sejak awal mereka memang tidak mau berkomunikasi dengan kami.

“Diam kalian! Buka gerbangnya! Cepat bagi item yang kalian dapatkan dengan kami semua!”

“Tidak ada item di sini!”

“Bagi koinnya!”

“We aren’t gangsters…”

“Kami bukan preman….”

‘Hasutan’ selevel ini bukan sesuatu yang bisa dilakukan oleh manusia biasa. Semua anggota aliansi di Semenanjung Korea sudah dikuasai oleh anggota partyku. Lalu Aliansi Gyeongi yang memiliki area kekuasaan terluas juga sudah dihancurkan oleh Yoo Joonghyuk.

Jika dilihat dari jumlah orang yang berkumpul di sini, sepertinya ada seseorang yang sudah melakukan intervensi. Kalau begitu di mana Yoo Joonghyuk dan Han Sooyoung? Apa ada yang menyebabkan perpecahan di pabrik? Sepertinya ada banyak hal yang tidak kuketahui.

[Ada banyak konstelasi yang tertarik dengan apa yang sedang terjadi di kompleks industri.]

Aku harus menghentikan kerusuhan ini sebelum menjadi semakin besar. Aku mulai memikirkan apa yang harus kulakukan, akan tetapi tiba-tiba ada dokkaebi yang muncul di atas langit.

{Revolusi…! Aku suka dengan orang-orang yang menjunjung demokrasi!}

Bulu kudukku berdiri saat mendengar suara dokkaebi itu.

{Karena probabilitas untuk skala cerita sebesar ini sudah terkumpul, apa mungkin kita bisa memulai skenario baru?}

 

+

[Sub skenario - Seoul Revolution]

Kategori: Sub skenario

Tingkat kesulitan: ????

Syarat menyelesaikan: Saat ini Seoul sedang berada di bawah pemerintahan Kim Dokja’s Company. Para inkarnasi mulai mengangkat senjata untuk melawan dominasi nebula tersebut. Ada banyak konstelasi dari kedua belah pihak yang ingin bertarung demi mendapatkan kontrol atas kota Seoul.

Batas waktu: Tidak ada

Kompensasi: 300.000 koin

Gagal: –

+

 

Saat aku membaca isi skenario ini, ada perasaan tidak enak yang muncul di hatiku. Kim Dokja’s Company telah mendapatkan dua cerita raksasa dan sudah terkenal di kalangan Star Stream.

Akan tetapi, perwakilan nebula kami, Yoo Joonghyuk sedang tidak berada di tempat. Sepertinya ada seseorang yang sengaja menyerang kami saat laki-laki itu tidak ada.

“Tidak ada konsekuensi jika gagal! Haruskah aku mencobanya?”

“300.000 koin! Ini kesempatan emas untuk mendapatkan koin!”

Lee Jihye berteriak dengan nada frustasi, “Bodoh…! Jumlah sebesar itu tidak akan cukup untuk kalian semua!”

Saat aku merasa situasi ini sudah tidak bisa diperbaiki, tiba-tiba ada seseorang yang maju ke depan. Orang itu adalah Jung Heewon. Jung Heewon menggunakan skill Speech Amplifier untuk membuat suaranya terdengar lebih tegas dan garang. “Jangan sembunyikan perwakilan kalian!”

Orang-orang yang mulai memanjat dinding pabrik langsung berhenti ketika mendengar suara Jung Heewon.

“Meskipun kalian ingin bertarung di sini sekarang, yang kalian lakukan hanyalah pengorbanan yang sia-sia. Bukankah lebih baik membiarkan perwakilan kedua belah pihak bertarung untuk menentukan siapa pemenangnya?”

Jung Heewon menatap orang-orang itu dan melanjutkan perkataannya, “Jika kami kalah, kami akan menyerahkan pabrik ini pada kalian!”

“Heewon-ssi! Kenapa membuat janji seperti itu…!?”

Lee Hyunsung menatap wanita itu dengan wajah bingung, Jung Heewon pun menjelaskan, “Orang-orang ini, kebanyakan dari mereka belum menyelesaikan skenario ke-10. Kira=kira apa yang akan terjadi jika perang terjadi di sini?”

Lee Hyunsung menutup mulutnya saat mendengar ucapan Jung Heewon. Semua anggota party juga ikut terdiam sama seperti laki-laki itu. Beberapa puluh detik kemudian, satu per satu dari mereka mulai menganggukkan kepala.

“.... Heewon-ssi benar.”

Lee Hyunsung, Lee Jihye, Shin Yoosung, dan Lee Gilyoung. Gong Pildu terlihat tidak senang, tapi…

Mereka semua setuju jika ide Jung Heewon adalah cara terbaik untuk meminimalisir korban sipil.

Dokkaebi yang melihat progress tersebut pun tertawa keras.

{.... Bagus. Apa kalian setuju jika skenario ini dinamai ‘Representative Exhibition’?}

Di waktu yang sama isi skenario langsung berubah.

 

+

[Sub skenario - Seoul Revolution telah diperbarui!]

[Pemimpin kota Seoul akan ditentukan melalui pertarungan antara perwakilan dari kedua belah pihak!]

+

 

Jung Heewon berteriak ke arah orang-orang yang ada di luar tembok. “Cepat keluarkan perwakilan kalian! Kami sudah siap!”

Wanita itu menunjukkan senyum penuh percaya diri. Mungkin keteguhan Jung Heewon berasal dari rasa percaya pada semua latihan yang dia lakukan dan pengalaman yang dia miliki.

Orang-orang yang tadinya beramai-ramai melakukan demo mengenai revolusi Seoul tiba-tiba terdiam. Mereka merasa sedikit takut saat melihat Jung Heewon yang terlihat sangat percaya diri, karena itu mereka mulai berteriak.

“Ke-ketua! Di mana kau!? Cepat keluar!”

“Bertarunglah! Kau harus menang melawan mereka! Dapatkan hak milik kami!”

Akan tetapi tidak ada seorang pun yang muncul dari pihak mereka. Itu cukup masuk akal. Mereka hanyalah kerumunan orang yang ingin mengambil keuntungan dari hasutan tidak masuk akal. Akan tetapi, alasan seperti itu tidak bisa digunakan ketika skenario sudah dimulai.

Para inkarnasi yang was-was mulai berteriak tidak jelas. “Siapa saja…!”

Aku merasa cukup senang saat melihat kerumunan itu mulai hancur. Senang rasanya bisa melihat perkembangan dari semua anggota partyku.

Mungkin sejak awal Jung Heewon memang berniat melakukan ini. Dia mencoba untuk menjaga rasa keadilannya dengan cara bersikap pragmatis.

Jung Heewon adalah salah satu orang terkuat di Seoul. Dia tidak mungkin kalah bertarung satu lawan satu melawan inkarnasi baru seperti mereka.

Dokkaebi yang melayang di udara mulai mengusap dagunya, {Ada 2 perwakilan Kim Dokja’s Company yang tidak berada di tempat. Kalau begitu siapa yang akan maju?}

Semua anggota party mengangkat tangan mereka, tapi Jung Heewonlah orang pertama yang berkata “Aku yang akan maju.”

“Heewon-ssi.”

“Jangan khawatir. Kau tahu aku kuat, kan.”

Memang benar, Jung Heewon adalah inkarnasi terkuat di nebula kami selain Yoo Joonghyuk. Lee Hyunsung, Lee Gilyoung, Shin Yoosung, dan Gong Pildu… TIdak ada dari mereka yang bisa melampaui Jung Heewon jika dilihat dari kekuatan tempur individualnya. Terlebih lagi, Jung Heewon sepertinya menyadari sesuatu. Itu adalah alasan kenapa wanita itu harus menjadi perwakilan nebula ini.

< “.... Aku akan maju.” >

Alasan dari semua ini adalah karena ada tiga inkarnasi yang maju dari arah kerumunan yang ada di luar tembok. Salah satu dari mereka memiliki wajah yang sangat kami kenal.

…. Laki-laki itu. Laki-laki yang maju itu membuka mulutnya dan berkata, “Aku akan menjadi perwakilan kelompok ini.”

 

Chapter345     Daftar Isi     Chapter 347

 

Komentar

  1. Terima kasih banyak sudah mentranslate novel ORV kak🙏🙏 blog kakak membantu banget buat saya yang sering lupa alur ORV tapi terlalu malas berpikir untuk baca translate English-nya. 🙇‍♀️🙇‍♀️🙇‍♀️

    Jika tidak keberatan, boleh saya minta waktu Kakak sebentar untuk mengunjungi blog saya? Saya sering menulis fanfiction, dan sedang berencana menulis fanfic ORV juga kedepannya 🙏

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer