ORV Chapter 348: Episode 65 – Good and Evil (4)

 Disclaimer: Novel ini bukan punya sayaaa

 

 [‘Monarch of the Snake Hell’ terluka dan telah keluar dari area skenario.]

 [Kau berhasil memenangkan promosi demon king!]

 [Peringkat Demon World mu berhasil diubah!]

{Sekarang kau telah menjadi Demon King ke-72!]

Aku berjalan melewati tubuh Cho Jinchul yang telah berubah menjadi abu dan kemudian menatap ke area sekitar. Dua demon king yang tersisa sepertinya masih belum sadar dari rasa terkejut yang mereka rasakan. Ya, wajar jika mereka merasa seperti itu saat melihat demon king ke-72 kalah hanya dengan satu serangan. Tapi inilah kenyataan.

 [Beberapa demon king takjub dengan kekuatan yang kau miliki.]

 [Demon king ‘Devil of Comfort and Savagery’ memaki status baru yang kau miliki.]

 [Demon king ‘Worthless Darkness’ merasa terancam dengan status yang kau miliki.]

 [Konstelasi ‘Abyssal Black Flame Dragon’ menghina reaksi yang ditunjukkan para demon king.]

Tidak semua konstelasi berhasil mendapatkan cerita raksasa. Dan meski mereka memilikinya, bagian yang mereka miliki terlalu kecil sehingga mereka tidak bisa menggunakan kekuatannya dengan maksimal.

Tapi aku berbeda. Semua cerita raksasa ku tidak kudapatkan dari orang lain. Semua itu adalah cerita yang kubuat bersama dengan semua anggota partyku.

 [Cerita raksasa ‘Demon World’s Spring’ melanjutkan ceritanya.]

Cerita-cerita raksasa yang dikumpulkan dengan metode seperti ini memiliki level kekuatan yang sangat berbeda.

 [Cerita raksasa ‘Torch That Swallowed the Myth’ sedang menatap para demon king dengan tatapan lapar.]

Sisa konfrontasi dengan Poseidon masih tersisa di Unbroken Faith. Aku menatap dua demon king yang tersisa.

 [Demon king ‘Thinker of Lies and Secrets’ bersiap pergi dari area skenario ini.]

Demon king ke-71—Dantalion. Dia adalah iblis yang terkenal licik, karena itu dia pasti sudah menyadarinya.

{Kau mau pergi kemana?}

Aku menggunakan Electrification dan Way of the Wind untuk menangkapnya. Kali ini aku dibantu oleh Bihyung.

{Pihak biro telah menolah proposal skenario yang diajukan oleh ‘Thinker of Lies and Secrets’.}

{Game ini harus diselesaikan hingga akhir, demon king.}

Mata Dantalion membelalak saat tahu dokkaebi pengawas skenario ini ternyata berpihak padaku. Apa dia masih shock karena kekalahan Andromalius? Entah kenapa aku tidak bisa merasakan aura kemuliaan dari mereka.

Demon king dengan peringkat dibawah 70 memang bersifat seperti ini. Mereka menjadi demon king karena keberuntungan semata. Mereka berusaha sekuat tenaga mempertahankan status mereka sambil terus menyalahgunakan title mereka sebagai ‘demon king’.

Darah memancar dari leher tubuh inkarnasi yang dirasuki oleh Dantalion. Sedetik kemudian kepala inkarnasi itu jatuh ke tanah dengan suara keras.

 “Peringkat 71.”

 [‘Thinker of Lies and Secrets’ terluka parah dan telah keluar dari area skenario.]

 [Kau berhasil memenangkan promosi demon king!]

{Peringkat Demon World mu telah diperbarui!]

 [Kau berhasil menjadi demon king ke-71!]

Aku menatap demon king terakhir yang tersisa, Performer of Musical Instruments—Amdusias.

Amdusias bertanya, “Apa kau benar-benar harus melakukan ini?”

 “Memangnya kenapa? Apa kau takut?”

 “Kau pikir aku sama dengan Andromalius dan Dantalion?”

Atmosfer di area sekitarku langsung berubah. Tidak seperti dua demon king sebelumnya yang beru saja kukalahkan, Amdusias sudah siap untuk bertarung. Tanduk unicorn tiba-tiba muncul di tubuh inkarnasi demon king itu.

 [Demon king ‘Performer of Musical Instruments’ telah memanggil star relic ‘Star Trumpet’.]

Mulai peringkat ke-69, level kekuatan demon king mulai naik sedikit demi sedikit.

 [Skill eksklusif ‘Reading Comprehension’ diaktifkan.]

Level kekuatan cerita milik Amdusias jauh lebih kuat dari cerita milik Andromalius. Tapi, karena aku sudah pernah bertemu dan merasakan kekuatan milik demon king ke-32—Asmodeus, kekuatan Amdusias sama sekali tidak ada apa-apanya. Dan sekarang... mungkin Asmodeus sudah naik beberapa tingkat lebih tinggi lagi, karena dia adalah salah satu dari beberapa demon king dengan perkembangan kekuatan yang cepat. Di sisi lain, para demon king di peringkat rendah hampir tidak punya kesempatan untuk meningkatkan peringkat mereka.

 [Statusmu telah meningkat drastis dan skill ‘Reading Comprehension’ berhasil diperkuat!]

 [Skill ini mengizinkanmu untuk memahami komposisi dari cerita musuh!]

Cerita yang kurasakan dari Amdusias terasa sangat gelap dan kuno.

 [Cerita ‘Hell Performer’ menguap lebar sambil menatapmu.]

Ceritanya sangat panjang dan membosankan, dan hal itu membuatku tidak lagi penasaran jalan ceritanya. Padahal itu adalah cerita yang menjadi inti dari Amdusias—sang musikawan dari neraka.

Amdusias bertanya, “Apa yang kau lihat?”

Sebelumnya aku sempat berkata jika cerita yang sudah kukumpulkan jauh lebih menantang dari cerita yang mereka miliki. Akan tetapi, kalimat itu tidak sepenuhnya benar. Semua cerita memiliki momen menantang yang intense, akan tetapi membandingkan intensitas dari dua cerita sama sekali tidak berguna. Di Star Stream ini, satu-satunya hal yang bisa membuatmu menang adalah waktu.

 “... Aku hanya ingin bertarung.”

Setelah ratusan tahun, beberapa konstelasi mulai dininabobokan oleh stimulasi skenario. Daripada melihat dan menjelajah cerita baru, mereka lebih memilih untuk mempercayakan diri mereka pada aliran cerita yang sudah mereka dapatkan. Mereka berhenti memikirkan adanya kemungkinan baru.

 [Cerita ‘Hell Performer’ bergerak sesuai dengan keinginan demon king ‘Amdusias’.]

Mereka yang menjadi master dari sebuah cerita pada akhirnya akan didominasi oleh cerita itu sendiri.

 “Manusia yang bahkan belum hidup selama 100 tahun berani menghinaku?”

Amdusias tahu jika kemarahannya tidak berasal dari dirinya sendiri.

 [Cerita ‘Hell Performer’ telah dimulai.]

Akhirnya konser neraka dimulai. Gelombang suara yang dipenuhi oleh kekuatan milik Demon Realm ke-67 telah menyebar ke seluruh tempat.

“Aaaack!”

Para inkarnasi yang ada di Seoul mulai muntah darah dan berjatuhan ke tanah. Pertunjukan Orkestra Neraka selalu dipenuhi dengan darah dan kematian, karena itu pemandangan seperti ini sangat amat wajar. Meski begitu aku tidak mundur. Amdusias memang kuat, tapi aku masih bisa mengalahkannya.

 [Cerita raksasa ‘Demon World’s Spring’ melanjutkan ceritanya.]

 [Cerita raksasa ‘Torch That Swallowed the Myth’ melanjutkan ceritanya.]

Bagian sisi tubuh dan bahuku menderita luka akibat serangan Amdusias, tapi aku tidak peduli. Cerita yang sudah dikumpulkan olehku dan semua anggota partyku membentuk barrier yang melindungiku.

< Karena itu, laki-laki yang menelan dewa itu pun membuat apinya sendiri. >

Api dari obor mulai menyelimuti Unbroken Faith.

 [Cerita raksasa ‘Torch That Swallowed the Myth’ mengeluarkan raungan yang keras.]

 [Cerita ‘Torch That Swallowed the Myth’ mencoba mengambil kontrol dari cerita lain!]

Cerita yang kumiliki berkumpul di sekeliling obor.

 [Cerita ‘King of a Kingless World’ merasa gelisah.]

 [Cerita ‘Person who Opposes the Miracle’ merasa takut dengan cerita raksasa ‘Torch That Swallowed the Myth’.]

 [Cerita ‘Giant’s Liberator’ mengikuti api obor.]

Api putih menyelimuti seluruh kota Seoul. Percikan probabilitas mulai masuk ke dalam tubuhku dan cerita-cerita  yang semakin menggila mulai mengalir ke dalam pedangku.

Api dari obor suci bersinar melewati kegelapan seperti gelombang pasang yang berhasil menghempaskan tubuh inkarnasi milik Amdusias. Kekuatannya sangat kuat hingga membuat tanganku bergetar cukup keras.

 [Cerita raksasa ‘Torch That Swallowed the Myth’ merasa kecewa dengan ‘status’ yang kau miliki.]

 [Cerita raksasa ‘Torch That Swallowed the Myth’ menginginkan jiwa yang lebih ganas!]

 [Cerita raksasa ‘Torch That Swallowed the Myth’ mengajukan keluhan kepadamu.]

 [Cerita raksasa ‘Demon World’s Spring’ merasa tidak senang dengan sikap ‘Torch That Swallowed the Myth’.]

\

Cerita raksasa sangat berbeda dengan cerita lainnya. Cerita yang kuat biasanya bisa memilih masternya dan memiliki pengaruh yang sangat besar kepada mereka, dan pada akhirnya cerita itulah yang menjadi master bagi pemiliknya. Torch That Swallowed the Myth adalah cerita yang seperti itu. Jika aku menunjukkan sedikit celah kepadanya, dia tidak akan ragu untuk memakanku dengan apinya sendiri.

 [Cerita ‘Torch That Swallowed the Myth’ menatapmu dengan tatapan lapar.]

 [Cerita raksasa ‘Torch That Swallowed the Myth’ telah mengakhiri ceritanya.]

Sebelum itu terjadi, aku berhasil mempererat tali kekangnya. Aku harus segera menyelesaikan rencanaku sebelum aku bernasib sama dengan Amdusias.

Hanya ada abu yang tersisa di jalan yang dilalui oleh obor itu. Aku sudah tidak bisa melihat Amdusias dimanapun. Inilah jarak kekuatan cerita milik kami berdua.

 [‘Performer of Musical Instruments’ mendapatkan luka parah dan harus keluar dari area skenario.

 [Kau berhasil memenangkan promosi demon!]

 [Peringkat Demon World mu berhasil diperbarui!]

 [Kau berhasil menjadi Demon King ke-67!]

 [Reputasimu menyebar ke semua Demon World!]

 [Beberapa demon king terkejut dengan kekuatan yang kau miliki.]

Bihyung kemudian berkata. {Pemenang pertarungan ini telah ditentukan!}

 [Sub skenario – Seoul Revolution telah berakhir.]

 [300.000 koin telah diberikan pada Kim Dokja’s Company sebagai kompensasi.]

Pesan-pesan terus berdatangan.

 [Konstelasi dari sistem kejahatan absolut memberikan 100.000 koin setelah menyaksikan pertarunganmu.]

 [Konstelasi ‘Abyssal Black Flame Dragon’ menyukai perjuanganmu.]

 [Konstelasi ‘Prisoner of the Golden Headband’ bangga dengan perkembanganmu.]

 [Konstelasi ‘Mass Production Maker’ menganggukkan kepala dengan ekspresi hangat.]

 [Beberapa demon king memberikan penawaran padamu.]

Di antara semua pesan yang berdatangan, aku bisa merasakan tatapan mata dari para inkarnasi yang berkumpul tidak jauh dari tempatku bertarung. Mereka yang berhasil bertahan dari serangan Amdusias terus menatapku. Kurasa mereka sendiri tidak sadar jika sudah dimanfaatkan oleh 3 raja iblis itu.

Aku berkata pada mereka, “Semuanya, senang bertemu dengan kalian. Aku adalah Demon King of Salvation.”

Sayap demon king  terbuka lebar di punggungku dan tanduk muncul dari atas kepalaku. Para inkarnasi yang kaget langsung berteriak. Aku berjalan ke arah mereka dan berkata.

 “Buka gerbangnya.”

Sedetik kemudian muncul suara keras seakan pabrik terpaksa membuka gerbang pelindungnya. Barrier yang tadinya tidak dapat ditembus pun mengeluarkan suara, seakan berteriak karena dipaksa untuk melemahkan dirinya sendiri.

 “A.... Apa...?”

 “Bukannya kalian ingin masuk ke dalam pabrik? Jika benar begitu silahkan masuk.”

 “Apa dia mau membunuh kita?”

 “Dia pasti akan membunuh kita! Aku yakin itu!”

Beberapa inkarnasi berteriak penuh rasa takut, beberapa bahkan sampai terkencing-kencing setelah mendengar suara asliku. Aku menatap mereka dan berkata dengan nada tegas, “Aku memang demon king, tapi aku tidak pernah membunuh inkarnasi lain tanpa alasan jelas. Kim Dokja’s Company tidak pernah memonopoli skenario yang ada di Seoul.”

Sebenarnya gerbang pabrik tidak pernah tertutup. Para inkarnasi itulah yang pertama kali membuat jarak dan menatap kami dengan tatapan penuh rasa takut.

 “Pabrik akan menerima kalian semua. Meski aku tidak akan memberikan bantuan apapun karena kalian harus menjalani skenario kalian masing-masing, aku bisa membantu kalian untuk membangun cerita milik kalian sendiri.”

Setelah mendengar ucapanku, tatapan para inkarnasi itu menjadi semakin berawan. Beberapa inkarnasi terlihat tidak percaya dengan ucapanku sedangkan beberapa inkarnasi lain tidak setuju dengan ucapanku.

 “Bagaimana bisa kami mempercayai ucapanmu!?”

 “Be-benar! Kau sudah terlalu kuat! dan lagi para konstelasi...!”

Aku bisa mengerti perasaan mereka. Jarak di antara kami sangat jauh hingga hal itu menimbulkan rasa putus asa yang sangat dalam. Dan pemandangan yang baru mereka saksikan beberapa saat yang lalu semakin membuat mereka yakin jika sampai matipun mereka tidak akan bisa mengejar kami.

 “Tidak ada jaminan kami tidak akan meninggalkan kalian, tapi jangan khawatir meski kalian terlambat memulai. Hanya saja... bisa dibilang kecepatan kami menyelesaikan skenario memang jauh berbeda dari kalian. Percaya atau tidak, beberapa tahun yang lalu aku masih sama dengan kalian.”

Konstelasi-konstelasi yang ada di langit terus menatapku. Di skenario pertama, mereka adalah sosok-sosok yang terasa sangat jauh.

 “Awalnya aku adalah inkarnasi yang ribuan kali lebih lemah daripada para konstelasi. Tapi sekarang aku berhasil sampai di titik ini.”

Sekarang, para konstelasi itu adalah sosok yang bisa kuraih saat aku menjulurkan tanganku.

Aku melihat ke arah para inkarnasi itu dan melanjutkan ucapanku, “Lihatlah penampilanku. Apa aku terlihat spesial?”

Mereka menatapku dengan tatapan kagum. Mereka semua menatapku dengan seksama seakan mereka sedang mencari semua hal spesial dari penampilanku. Seseorang berkata pelan, “.... Bisakah kami... menjadi sepertimu?”

 “Kau tidak akan tahu apa yang akan terjadi sebelum skenario selesai. Jangan menyerah hingga akhir.”

Aku berbalik dan kemudian mengucapkan kalimat terakhirku.

 “Gerbang ini selalu terbuka. Jika kalian mau, silahkah datang untuk meminta bantuan atau saran.”

Mungkin kata-kataku terdengar seperti harapan palsu. Dan mungkin kebanyakan dari mereka tidak akan menaiki anak tangga yang mengarah ke dalam pabrik. Meski begitu mereka masih bisa merasa terpana saat diperlihatkan betapa hebat dan kuatnya para konstelasi. Karena itu... meski palsu, harapan inilah yang dibutuhkan mereka semua.

Seseorang tiba-tiba menggumamkan namaku. “Demon King of Salvation...”

Hatiku terasa getir saat mendengar panggilan itu.

 [Demon king ‘Devil of Lust and Fury’ menyukai tipu dayamu.]

 [Konstelasi ‘Saviour of Corruption’ menunjukkan permusuhan kepadamu.]

Demon King of Salvation. Star Stream pasti memiliki selera penamaan yang buruk sepertiku. Ada banyak orang yang berharap bisa bertahan dari semua skenario ini, tapi aku bukan filantropis. Aku hanya menyukai orang yang kusuka dan akan menyelamatkan orang yang kupedulikan.

“Dokja-ssi!”

Semua anggota partyku berlari ke arahku, begitu juga dengan Jung Heewon. Aku melambaikan tanganku ke arah mereka.

Beberapa saat kemudian aku melihat ada layar pesan yang muncul di udara.

 [Master dari Demon Realm ke-73, perwakilan dari Kim Dokja’s Company.]

Saat aku ingin memeriksa isi pesan itu, ada seseorang yang tiba-tiba berbicara dari belakang punggungku.

 “Kau tidak perlu membukanya. Aku datang langsung kepadamu untuk menyampaikannya.”

Aku mengenal suara itu, karenanya aku berbalik dan menatap sosok itu dengan mata sedikit terbelalak.

 “Asmodeus.”

 “Sudah lama ya, Kim Dokja.”

 “Apa kau datang untuk memberikan peringkatmu padaku?”

 “Aku datang untuk memperdalam persahabatan kita. Bukankah kita rekan yang berbagi cerita raksasa?”

Ucapannya tidak sepenuhnya salah. Dan memang benar, sebagian kecil cerita Demon World’s Spring adalah miliknya.

 “Apa kau sudah tahu alasanku berada di sini?”

Tentu saja aku tahu. Asmodeus mungkin datang kemari dengan alasan yang sama dengan tiga demon king sebelumnya.

 “Apa aku benar-benar harus datang?”

 “Pertanyaan bodoh. Kiamat sudah semakin dekat, kau pasti tahu jawabannya.”

Aku terdiam sambil terus menatap Asmodeus.

Demon king itu berkata, “Sebentar lagi ‘Duet Between Good and Evil’ akan segera dimulai. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk memilih pihak mana yang akan kau pilih.”

Tatapan Asmodeus seakan sedang menimbang di pihak mana aku akan berlabuh.

Apakah aku ada di pihak ‘kebaikan? Atau aku ada di pihak ‘kejahatan’?

Tidak hanya Asmodeus. Bintang-bintang di langit juga ikut terbelah menjadi dua kubu. Satu sisi memperlihatkan cahaya terang dan sisi lainnya memancarkan cahaya yang membutakan.

Aku menghela nafas. Duet Between Good and Evil. Arti dari skenario ini sangat simpel.

< Tidak ada banyak waktu hingga kehancuran dunia ini terjadi. >

Saat keseimbangan antara baik dan buruk mulai goyah, bintang-bintang yang ada di langit akan mulai berjatuhan. Itu adalah kehancuran fatal yang tidak bisa dihindari oleh nebula besar. Jika ingatanku benar, mungkin korban pertama dari kehancuran ini adalah....

 [Konstelasi ‘Scribe of Heaven’ sedang menatapmu.]

Ya, korban pertamanya adalah nebula para archangel—Eden.

 

Chapter 347     Daftar Isi     Chapter 349


Komentar

Postingan Populer