ORV Chapter 369: Episode 70 – A story that can’t be shared (1)

 Disclaimer: Novel ini bukan punya saya. And this is the start of a divorce... maybe πŸ™ˆ


Ekspresi Anna Croft langsung mengeras saat melihat kemunculan Yoo Joonghyuk. Dia langsung menarik pedangnya dan menyebut title sang protagonis, “.... Conquering King.”

Yoo Joonghyuk tidak menghiraukan panggilan wanita itu dan terus berjalan mendekat ke arah kami. “Kalian berdua sepertinya sudah menjadi lebih akrab. Apa kalian menjadi lebih dekat karena sama-sama bisa melihat masa depan?”

“... Tapi, bukannya kau juga mengetahui informasi dari masa depan?”

“Yang kualami bukanlah masa depan.”

Kugugugugu-!!

“Semua itu adalah ‘sesuatu yang sudah terjadi’. Bagiku itu adalah masa lalu.”

Sesuatu yang sudah terjadi, katanya.

Begitulah cara Yoo Joonghyuk menjalani hidupnya dalam cerita yang kubaca, dan selama itu dia sudah mengalami ribuan kali kematian. Kemudian, sebagai respon dari semua kesengsaraan yang dia alami selama ini, ‘Dark Heavenly Demon Sword’ yang ada di tangannya mulai berteriak.

Anna Croft langsung melirik ke arahku.

Aku berkata pada wanita itu, “Pergilah. Dia datang untuk bertemu denganku, bukan dirimu.”

“Kuharap saat kita bertemu lagi, aku bisa mendengar jawaban darimu.”

Setelah berkata seperti itu, Anna Croft langsung menghilang ke dalam portal. Ya, dia memang tidak punya alasan untuk tetap tinggal. Apalagi dia sudah banyak membantuku selama berada di pulau ini. Itu sudah lebih dari cukup untuk membayar hutangnya padaku.

Yoo Joonghyuk tidak mencoba menghentikan kepergian wanita itu. Mungkin, protagonis itu akan langsung membunuhnya jika bertemu di tempat lain, tapi sepertinya itu tidak akan terjadi hari ini.

“Yoo Joonghyuk.” Aku memanggil namanya.

Meski aku sudah memanggilnya, dia tetap tidak menatapku. Yang dia lakukan hanya menatap ke arah portal tempat Anna Croft menghilang.

Aku memanggilnya sekali lagi. “Kumohon. Setidaknya dengarkan dulu ceritaku. Kau dulu pernah memanggilku kawan kan, setidaknya beberapa kali.”

Yoo Joonghyuk menatapku dan perlahan menghunuskan pedangnya.

“Semua itu sudah menjadi masa lalu.”

Aku merasa tidak siap dengan amarah yang tergambar jelas dalam nada bicaranya.

[Skill eksklusif ‘Omniscient Reader’s Viewpoint’ telah diaktifkan!]

Aku mengaktifkan skill ini untuk yang kesekian kalinya agar bisa mengetahui apa yang sedang dia pikirkan.

[Pengertianmu pada karakter yang dituju tidak mencukupi!]

Sayangnya aku tidak bisa membaca isi pikirannya, seakan Yoo Joonghyuk yang ada di depanku adalah orang yang berbeda dengan Yoo Joonghyuk regresi ke-3 yang selama ini kukenal.

“Aku bisa menebak apa yang ingin kau bicarakan denganku. Pasti itu tentang buku itu, kan.”

“…..”

“Lewat buku itu kau bisa mengetahui jalan hidupku. Dan kau menggunakan diriku untuk kesenanganmu. Memangnya ada hal lain yang perlu kuketahui soal itu?”

Aku tidak bisa menjawab tuduhannya, karena semua itu benar adanya. Apa yang kulakukan tidak ada bedanya dengan apa yang dilakukan oleh para Konstelasi.

“Aku…”

Aku tahu itu. Aku benar-benar mengetahuinya. Tapi…

Tapi apa dia hanya bisa merasakan penghianatan dari semua yang kulakukan untuknya?

[Tingkat pengertianmu pada karakter yang dituju sedikit mengalami peningkatan.]

Yoo Joonghyuk sedang menunggu jawabanku, seakan dia adalah seorang hakim yang sedang menunggu momen yang tepat untuk menjatuhkanku.

Sayang sekali, sekarang aku tidak tahu harus berkata apa padanya.

Melalui skill ‘Omniscient Reader’s Viewpoint’ semua emosi milik Yoo Joonghyuk mengalir ke dalam kepalaku. Semua teks novel yang kuketahui perlahan ditimpa dengan kata-kata yang tidak kukenal.

Kata-kata yang harusnya kuucapkan…. kata-kata yang ingin kuucapkan… Semua itu dibakar habis oleh api emosi milik Yoo Joonghyuk.

Sesaat kemudian pedangnya mulai mengayun.

Saat Yoo Joonghyuk mengayunkan pedangnya ke arahku, hal itu tetap tidak terasa nyata untukku. Ya, aku masih kaget karena dia melupakan momen ketika kami berjuang bersama dan malah mencoba membunuhku sekarang.

[‘Fruit of Good and Evil’ mempengaruhi emosimu!]

[‘Fourth Wall’ bergetar kencang!]

Saat aku melihat ujung pedang Yoo Joonghyuk tepat di depan hidungku, perasaan bersalah dan perasaan jika dia sudah memperlakukanku dengan tidak adil mulai memenuhi hatiku.

[‘Fruit of Good and Evil’ menarik emosi negatif yang kau miliki ke permukaan!]

Aku melakukan semua yang kubisa. Setelah skenario dimulai aku benar-benar berusaha maksimal. Aku melakukan semua yang kubisa dan menggunakan semua informasi yang kumiliki untuk menyelesaikan semua skenario yang sudah kami lalui.

Aku tidak pernah berpikir untuk menyakiti Yoo Joonghyuk atau semua kawan seperjuanganku. Yang kupikirkan ketika kami menyelesaikan skenario bersama-sama adalah bagaimana caranya meminimalisir damage dan kerugian yang mungkin kami terima…. Apa yang harus kulakukan untuk mencapai ending sebenarnya dengan aman?

Hanya itu yang kulakukan, tidak kurang dan tidak lebih. Tapi kenapa…

Memangnya apa yang terjadi hingga semuanya jadi hancur seperti ini?

Claaaang!!

Bersamaan dengan suara pedang yang beradu, percikan cahaya biru memenuhi penglihatanku.

“Kenapa kau hanya berdiri diam seperti itu, bego!?”

Han Sooyoung tiba-tiba sudah berdiri di sampingku.

***

Keberadaan Han Sooyoung di ‘Middle Island No.3’ adalah sebuah kebetulan.

Saat sedang menyelesaikan skenario ‘Small Island’, dia melihat sebuah mimpi. Dalam mimpi itu dia melihat seorang laki-laki mengenakan mantel putih mati di tangan laki-laki lain yang mengenakan mantel hitam.

Mimpi ini sama dengan mimpi yang pernah dia lihat beberapa waktu yang lalu, karena itu dia hanya bergumam pelan, ‘Kenapa mimpi bodoh ini muncul lagi?’. Dia merasa jika mimpi hanya akan tetap menjadi mimpi… Mimpi tidak akan pernah menjadi kenyataan.

…. Sama seperti novel yang tidak akan pernah menjadi kenyataan. Mimpi ini juga sama.

‘Sepertinya aku dari regresi ke-3 memang agak bodoh, ya.. Aku sudah memperlihatkan mimpi ini beberapa kali, tapi sepertinya dia masih belum memahaminya…’

‘Siapa kau!?’ jawab Han Sooyoung.

Han Sooyoung hampir melompat ketakutan dalam mimpi saat mendengar suara itu. Tidak jauh darinya berdiri seorang wanita yang mengenakan mantel hitam. Sosok misterius itu memiliki fisik yang mirip dengannya, tapi entah kenapa Han Sooyoung tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas, seakan ada sesuatu yang sengaja menutupinya agar identitasnya tidak bisa dikenali.

Sosok tanpa wajah itu melanjutkan ucapannya.

‘Jika dia tidak dihentikan, sepertinya regresi ini juga akan berakhir dengan kegagalan…’

Han Sooyoung tiba-tiba merasa takut dan langsung melompat mundur. Sayangnya dia masih berada dalam mimpi, jadi dia tidak bisa pergi dari tempat ini.

‘Kau tahu kan, aku suka mengganggu rencana orang lain.’

Ketika wanita misterius itu mengulurkan tangannya, informasi aneh yang tidak bisa dijelaskan mulai mengalir ke dalam kepala Han Sooyoung.

[Skill ‘Predictive Plagiarism’ mulai terbangun dalam dirimu!]

Setelah itu Han Sooyoung terbangun dari tidurnya. Informasi yang tidak pernah dia tahu mulai masuk ke dalam kepalanya dan kesadarannya mulai bergerak sendiri untuk menyortir semua informasi itu.

Beberapa saat kemudian, ada satu kalimat yang muncul dalam kepalanya.

‘Yoo Joonghyuk akan pergi ke ‘Middle Island No.3’.’

Han Sooyoung tidak tahu kenapa kalimat itu tiba-tiba muncul dalam kepalanya, meski begitu dia tetap memutuskan untuk pergi ke pulau yang disebut. Han Sooyoung tidak tahu apa maksud mimpi tidak jelas yang dia alami, dia juga tidak tahu siapa wanita misterius yang baru saja dia lihat. Meski begitu pikiran seperti ‘aku harus pergi kesana’ muncul dengan jelas dalam pikirannya.

Dan itulah alasan kenapa Han Sooyoung ada di sebelah Kim Dokja sekarang.

“Minggir. Aku tidak punya urusan denganmu.”

Yoo Joonghyuk menatap Han Sooyoung dengan tatapan tajam yang terlihat mengerikan. Sementara itu Kim Dokja hanya bisa melihat Han Sooyoung dengan ekspresi kaget.

Han Sooyoung perlahan menarik nafasnya. Dia masih belum mengerti apa yang ingin ditunjukkan mimpi itu padanya. Akan tetapi dia tahu peran apa yang harus dia ambil saat ini.

Han Sooyoung terkikik pelan dan kemudian berkata.

“Aku tahu kalau cepat atau lambat kau pasti akan membuat masalah. ‘Yoo Joonghyuk’ yang kukenal pasti akan melakukannya.”

“Jika kau tidak minggir dari sana, aku akan…”

“Apa? Kau akan membunuhku juga? Memangnya apa yang akan kau dapatkan dengan melakukan ini!? Apa ini kompensasi karena dia sudah menipumu selama ini?”

Yoo Joonghyuk tidak menjawab pertanyaan Han Sooyoung. Dia hanya diam sambil terus mempertahankan kuda-kudanya. Sesaat kemudian laki-laki itu kembali sadar dan langsung mengayunkan pedangnya, tapi Han Sooyoung berhasil menahannya.

“... Kau dan Kim Dokja memang mirip. Kalian sama-sama tidak mau mendengarkan perkataan orang lain.”

[Konstelasi ‘Abyssal Black Flame Dragon’ menggeram marah!]

Kekuatan ‘Black Flames’ langsung menyelimuti tubuh Han Sooyoung dan membantunya dalam menghadapi serangan Yoo Joonghyuk.

Namun begitu, serangan pedang Yoo Joonghyuk terasa semakin berat karena dukungan dari kekuatan generasi ke-2. Han Sooyoung mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menghentikan serangan itu.

Yoo Joonghyuk memang kuat, tapi Han Sooyoung juga terus berlatih selama ini.

[Cerita ‘Disciple of the Legendary Swordmaster’ bersinar dengan terang!]

Itu adalah cerita yang sudah didapatkan Han Sooyoung dengan susah payah dari skenario sebelumnya. Kekuatan swordmaster mulai menyelimuti dan menambah kekuatannya.

Tsu-chuchuchuchut!!

Di tempat lain mungkin cerita ini tidak akan berguna, tapi di sini…

“Saat ada orang berbicara padamu…”

‘Black Flame’ yang telah diperkuat langsung melesat ke arah Yoo Joonghyuk dan melewati celah-celah percikan cahaya kebiruan.

“.... Kau! Harus! Mendengarkannya!”

Serangan api hitam terus muncul seirama dengan perkataan Han Sooyoung. Yoo Joonghyuk langsung membelalakkan matanya karena kaget dengan serangan balasan yang mendadak ini. Han Sooyoung tidak melewatkan kesempatan itu dan langsung berteriak dengan keras.

“Yang dilakukan Kim Dokja hanya membaca novel! Cuma novel panjang yang membosankan!”

Ketika Han Sooyoung melihat Yoo Joonghyuk mulai terdorong mundur oleh serangannya, dia berpikir jika dirinya bisa mengalahkan protagonis itu. Jujur saja, ini bukanlah sebuah dilema yang susah untuk dipecahkan. Kesalahpahaman ini terjadi karena kata-kata yang diucapkan banyak orang. Karena itu dia juga percaya jika kata-kata adalah kunci untuk menyelesaikan semua permasalahan ini.

“Karena itu, bicaralah padanya! Kalian berdua harus saling berbicara tanpa menahan diri! Sama seperti yang dilakukan semuanya!”

‘Black Flame’ terus bertahan dan terus menahan pedang Yoo Joonghyuk. Protagonis itu pun menjawab sambil berusaha menghempaskan api hitam Han Sooyoung dari pedangnya. “Kau tidak tahu apa-apa.”

“Tidak. Aku juga mengetahuinya!” Han Sooyoung mengerang setelah mendengar jawaban bernada dingin dari Yoo Joonghyuk. “Apa sih yang membuatmu sangat marah seperti ini!? Apa karena Kim Dokja yang berusaha mendekatimu padahal dia sudah mengetahui semua hal tentangmu!? Tapi, bukannya kau juga sama!? Sama seperti Kim Dokja, kau mendapatkan dan menggunakan informasi masa depan untuk kepentinganmu sendiri dan menipu orang lain hingga sekarang! Iya kan!?”

Ucapan Han Sooyoung semakin memperburuk suasana hati Yoo Joonghyuk.

“Tentu aku tahu kau memiliki niat baik. Aku tahu kau melakukan semua itu untuk menyelamatkan semua orang. Kau melakukannya untuk mencapai dunia yang lebih baik… Tapi bagaimana dengan Kim Dokja?”

“…..”

“Katakan padaku, orang bodoh mana yang akan mengorbankan nyawanya sendiri hanya untuk satu karakter novel yang hampir mati??”

Pedang Yoo Joonghyuk berhenti menyerang selama sepersekian detik dan Han Sooyoung tidak melewatkan kesempatan itu.

“Apa kau lupa dengan semua yang sudah dilakukan Kim Dokja untukmu? Untuk kita semua? Dan sekarang… Hanya karena kau tahu kalau dia sudah membaca novel tentangmu, kau ingin melupakan semua yang sudah terjadi di regresi ke-3 ini!?”

Amukan energi Yoo Joonghyuk mulai mereda. Han Sooyoung bisa merasakannya… Dia hampir berhasil. Satu dorongan lagi, dan semua perkelahian tidak berguna ini akan berakhir.

“Tenangkan dirimu dan pikirkan semua ini dengan kepala dingin.”

Sayangnya, Han Sooyoung melakukan kesalahan fatal di akhir kalimatnya.

“Kau bukan karakter yang seperti itu.”

“... Karakter, ya?”

Ekspresi wajah Yoo Joonghyuk kembali mengeras. Sekarang dia sudah tidak mau lagi mendengarkan perkataan orang lain. Han Sooyoung langsung menyadari kesalahannya saat melihat reaksi Yoo Joonghyuk. Namun apalah daya, nasi sudah menjadi bubur.

“Kau sama saja seperti dia.”

Energi sihir yang sangat kuat menguar dari dua pedang yang saling beradu, dan sesaat kemudian pedang milik Han Sooyoung meraung kesakitan. Energi ‘Black Flames’ mulai didorong balik dengan cepat.

[Cerita ‘Torch that swallowed the Myth’ meraung dengan keras!]

Cerita yang didapatkan Yoo Joonghyuk setelah menaklukkan skenario Gigantomachia mulai lepas kendali.

“Aku melihat apa yang kau lakukan di regresi ke-1863.”

“Regresi 1863? Apa maksud….?”

Di saat itulah sebuah ingatan muncul di dalam kepala Han Sooyoung.

‘Di timeline ke 1863 dari novel Cara Bertahan Hidup… Ah, benar juga. Kau juga ada di sana. Tapi aku tidak tahu mana dirimu yang asli.’

Kalau tidak salah dulu Kim Dokja pernah berkata seperti itu.

‘Mungkinkah?’

Semua informasi yang ada di kepala Han Sooyoung mulai tersusun. Dirinya ada di regresi ke-1863. Dan di tempat itu, dia hidup di regresi yang berbeda. Kalau begitu… sosok yang dia lihat dalam mimpi itu…

Saat Han Sooyoung mulai mencapai jawaban yang dia cari, dia menjadi kurang waspada. Tentu saja Yoo Joonghyuk tidak melewatkan kesempatan emas ini.

***

‘Kenapa aku tidak bisa bergerak?’

‘Kenapa aku tidak bertarung bersama Han Sooyoung?

Saat melihat wanita itu membelaku, kenapa aku tidak bisa ikut menyuarakan pendapatku untuk mendukungnya?

“Kau… tidak becus saat menceritakan ceritamu sendiri, ya kan?”

Aku memeluk tubuh wanita itu, dan dia juga menatap ke arahku. Darah mengalir deras dari pinggangnya. Warnanya terlihat sangat merah hingga aku berpikir jika semua ini hanya mimpi.

Han Sooyoung mengalami pendarahan yang cukup parah, tapi dia terus berbicara kepadaku. “Kim Dokja, aku tahu akhir yang selalu kau impikan.”

Seringaiannya tetap menyebalkan seperti biasanya. Beberapa saat kemudian dia mengangkat tangannya seakan dia ingin mengusap darah yang ada di pipiku. Dia menyentuh pipiku selama beberapa detik dan kemudian bergumam, “Kau laki-laki yang sangat menyedihkan…”

Aku berusaha menghentikan pendarahannya dengan semua item penyembuh yang kumiliki. Tapi sayang, lukanya terlalu parah. Aku tidak punya item penyembuh yang bisa menyelamatkannya.

Organ dalamnya sudah hancur lebur karena energi pedang yang diperkuat probabilitas generasi ke-2.

Seandainya aku punya lebih banyak waktu, aku pasti bisa menyelamatkannya. Jika aku memiliki healer yang mumpuni, aku…

… Tapi, apakah aku diizinkan untuk mendapatkan kesempatan itu?

Tangan yang menyentuh pipiku jatuh ke tanah dengan suara debum yang terngiang jelas di telingaku.

Aku memanggil nama Han Sooyoung. Lagi dan lagi. Akan tetapi dia tidak mau membuka matanya. Sebaliknya, yang kudengar adalah suara dari Yoo Joonghyuk yang baru saja menebas wanita itu.

“Berdiri, Kim Dokja.”

Aku sama sekali tidak melihat rasa bersalah di wajah laki-laki itu. Tidak ada emosi di ekspresi wajah dan nada bicaranya.

Di saat itulah urat kesabaranku putus.

Aku berdiri di tempat dan berkata.

“Yoo Joonghyuk.”

Cerita yang ada di dalam tubuhku mulai mendidih.

Di dunia ini, ada beberapa cerita yang terlalu besar dan tidak bisa dibaca seluruhnya. Jika pikiranmu tidak stabil, kau bisa terseret arus dan dimakan oleh cerita tersebut.

Itu adalah pelajaran yang kudapatkan dari Yoo Hosung. Aku tahu seberapa berbahayanya kekuatan ini. Ya, semakin besar cerita yang kau miliki, semakin besar pula beban yang kau pikul.

Karena itu aku lebih memilih untuk mencari rekan. Aku ingin kami bekerja sama untuk menciptakan sejarah, untuk membentuk cerita kami sendiri. Semua itu kulakukan untuk mencapai ending yang berbeda dari jalan cerita Yoo Joonghyuk yang asli. Itulah harapan yang membawaku sampai ke titik ini.

Dan akhir dari harapan itu adalah momen ini.

Jika begini, apa aku harus terus membaca ceritanya?

[Cerita raksasa ‘Demon World’s Spring’ telah memulai ceritanya.]

Selama ini aku sudah memimpikan akhir dimana kami semua bisa hidup bersama-sama. Aku benar-benar percaya jika cerita itu bisa kami raih dengan kerja sama.

[Cerita raksasa ‘Torch that swallowed the Myth’ telah memulai ceritanya.]

Akan tetapi, jika semua itu tidak memungkinkan…

Jika semua sejarah yang kubuat hingga detik ini tidak berguna sama sekali…

[‘Demon King Transformation’ telah diaktifkan.]

…. kalau begitu, ending yang kuimpikan sama sekali tidak ada artinya.

“Aku akan membunuhmu, Yoo Joonghyuk.”


Chapter 368     Daftar Isi     Chapter 370


Komentar

Postingan Populer