ORV Chapter 368: Episode 69 – Archangel Hunting (4)
Disclaimer: Novel ini bukan punya saya.
So soryy allπππ
[Ini adalah
regresi ‘pertama’mu.]
Pertama kali dia
memilih untuk kembali, dia berpikir jika dirinya telah diberi sebuah kesempatan
besar, sebuah kesempatan untuk bertahan dari semua skenario karena memiliki
lebih banyak informasi dari orang lain.
[Ini adalah
regresi ‘kedua’mu..]
Saat dia memilih
kembali untuk yang kedua kalinya, dia mulai berpikir jika kehidupannya tidak
akan semudah yang dia pikirkan di awal.
Dan setelah
menyaksikan kawan-kawannya mati lagi dan lagi…
Setelah
kehilangan orang yang sangat dia cintai…
…. Dia akhirnya
sadar jika dia sudah ditakdirkan untuk mengulang rasa sakit yang sama, berulang
kali di masa depan. Itu adalah bayaran yang harus dia berikan karena memiliki
lebih banyak informasi dari semua orang lainnya. Karena alasan itulah dia harus
kehilangan kawan-kawannya berkali-kali.
[Ini adalah
regresi ‘ketiga’mu.]
Di regresinya
yang ketiga, dia berpikir jika hidupnya adalah sebuah kutukan.
< ‘Berapa
kali lagi aku harus hidup seperti ini?’ >
Dia akhirnya
sadar…. Jika dia ingin mencapai akhir dari semua skenario ini, dia harus
membunuh emosinya. Dia tidak boleh ‘hidup’ di kehidupannya kali ini. Karena
itu, dia memutuskan untuk tidak menjadi ‘Yoo Joonghyuk’. Dia memutuskan untuk
hidup sebagai seorang ‘Regressor’.
Kali ke-4,
ke-5….. dia mengulang lagi timeline yang sudah pernah dia jalani…. Tapi ucapan
seseorang yang tidak terduga membuatnya berhenti memilih opsi regresi.
‘Bisa
beregresi kapanpun akan membuatmu kehilangan makna ‘kematian’. Jika kematian
sudah tidak ada artinya, maka nilai kehidupanmu juga akan ikut menghilang.’
‘Yoo
Joonghyuk, kau harus bangun. Maksudku, jangan asal percaya jika semua akan
menjadi lebih baik jika kau mengulanginya lagi dan lagi.’
Karena kata-kata
itulah Yoo Joonghyuk memutuskan untuk tidak beregresi. Dia memilih untuk tidak
melakukannya padahal dia bisa kembali ke titik awal dan memulai semua ini
dengan informasi yang lebih banyak dari sebelumnya.
[Kau telah
memasuki ‘Middle Island No. 3’.]
Bersamaan dengan
cahaya matahari yang mulai menghangatkan pulau, dia akhirnya sampai di ‘Middle
Island ke-3’. Semua partisipan yang ada di dekatnya pun mulai mengamati area
sekitar dan kemudian bergumam pelan.
“Tempat apa
ini?”
“Seharusnya
kita akan langsung dipindahkan ke ‘Main Island’, bukan?”
Yoo Joonghyuk
langsung menghunuskan pedangnya.
[Skenario
tersembunyi - ‘Snatching Modifiers’ telah dimulai!]
Beberapa saat
kemudian pembantaian dimulai. Badai yang tercipta dari pedang berwarna crimson
itu mulai menebas leher para Konstelasi. Tidak ada setitik keraguan di ayunan
pedang Yoo Joonghyuk. Dia melubangi jantung pada Inkarnasi dan menghancurkan
kepala para Konstelasi.
[Kau berhasil
mendapatkan suku kata dari Modifier Konstelasi ‘Crow of the Gloomy Sea at
Night’.]
[Kau berhasil
mendapatkan susu kata dari Modifier Konstelasi ‘Beachfront Tactician’.]
Harusnya mereka
adalah lawan-lawan yang cukup kuat. Lawan yang seharusnya sulit untuk dia
kalahkan jika dia berada di jalur regresi ke-3 yang lama. Akan tetapi Yoo
Joonghyuk yang sekarang bisa mengalahkan mereka dengan mudah.
<
“Kelemahan ‘Birch Tree’s Scorpion’
terletak di bawah ekornya.” >
< “Kau
harus menyerang ‘Sovereign of the Crescent Moon’ berkali-kali hingga cahaya
yang ada di kepalanya menghilang.” >
Yoo Joonghyuk
dari alur cerita aslinya tidak pernah mengetahui informasi-informasi itu. Ya,
pada akhirnya dia memang akan mendapatkan semua informasi itu, tapi itu
seharusnya terjadi di regresi ke-4, ke-5, ke-100, bahkan ke-1000.
[Kau berhasil
mendapatkan suku kata dari Modifier Konstelasi ‘Birch Tree’s Scorpion’.]
[Kau berhasil
mendapatkan suku kata dari Modifier Konstelasi ‘Sovereign of the Crescent
Moon’.]
Yoo Joonghyuk
dari regresi ke-3 ini mengetahui semua informasi masa depan yang belum pernah
dia alami sebelumnya.
[Han Sooyoung
- Records of the 1863rd turn (First)]
[Han Sooyoung
- Records of the 1863rd turn (Last)]
Semua itu berkat
catatan dari regresi ke-1863 yang terjadi di masa depan yang sangat jauh. Masa
depan yang mungkin akan dia lalui sama seperti cerita asli yang ada di dalam
novel itu.
“Fuuu….”
Kurang dari satu
jam, area di sekitar Yoo Joonghyuk langsung sunyi senyap.
Staaab!
Dia mengakhiri
nyawa Konstelasi yang tersisa dan kemudian melanjutkan perjalanannya. Meski dia
terkesan terburu-buru, tujuannya bukan menyelesaikan skenario ini secepat
mungkin.
Setelah berjalan
selama beberapa saat, dia sampai di sebuah medan pertempuran yang menyerap
banyak darah.
[Fertile
Forest]
Yoo Joonghyuk
melihat banyak mayat Inkarnasi di sana. Sepertinya pemandangan ini adalah hasil
karya seseorang yang dia kenal. Yoo Joonghyuk kembali berjalan sambil
mengumpulkan suku kata yang dia perlukan sambil terus berjalan ke pusat
pembantaian.
Tidak lama
kemudian dia menemukan sebuah kepompong raksasa yang berwarna hitam pekat. Yoo
Joonghyuk tahu siapa yang ada di dalam kepompong itu.
“.... Monster
yang diciptakan oleh ‘Eden’, ya.”
Sosok yang ada di
dalam kepompong hitam itu adalah Michael. Kepompong itu hanya akan muncul jika
sang Archangel dibunuh oleh seseorang saat dia sedang berada dalam mode ‘Demon
King Transformation’. Yoo Joonghyuk bisa merasakan nyawa baru yang muncul dari dalam kepompong
itu.
…. Yang dialami
Michael saat ini mirip seperti yang dialami Yoo Joonghyuk setelah dia mati.
Kalaupun ada perbedaan di antara mereka berdua, maka itu adalah Michael yang
selalu kehilangan sebagian ingatannya saat dia kembali hidup.
Dia adalah
‘Kejahatan’ yang diciptakan untuk memusnahkan ‘Kejahatan. Eksistensi bernama
Michael adalah alasan kenapa Yoo Joonghyuk tidak bisa benar-benar bersahabat
dengan ‘Eden’.
Saat hujan masih
rintik-rintik, Yoo Joonghyuk mulai mencari di area sekitar kepompong tersebut.
Jika Michael berada dalam kondisi seperti ini, pasti ada seseorang yang
berhasil mengalahkannya.
Tidak lama
kemudian, Yoo Joonghyuk menemukan serpihan cerita milik seorang Demon King yang
cukup kuat. Sepertinya seseorang memang melawan Michael dan berhasil memberikan
luka fatal pada sang archangel.
Serpihan cerita
itu bersinar terang selama beberapa detik dan kemudian memudar. Ya, Yoo
Joonghyuk mengenal siapa pemilik serpihan cerita ini.
Grrrrrkkk.
Kepompong milik
Michael mulai bergetar pelan. Beberapa saat kemudian aura mengerikan pun muncul
dan bagian atasnya mulai terbuka.
Yoo Joonghyuk
mengernyitkan alisnya.
‘Secepat ini?’
Emosi gelap
langsung menyebar dari kabut ungu yang menyelimuti kepompong itu. Di dalamnya,
tubuh Michael pun kembali terbentuk melalui tubuh inkarnasi baru. Perlahan,
sosok itu mulai terlihat semakin jelas.
Yoo Joonghyuk
yang melihatnya langsung bersiap untuk kabur, tapi…
“Demon King
of… Sal…. va… tion…!”
Ya, Yoo Joonghyuk
pasti sudah pergi jika tidak mendengar nama itu keluar dari mulut Michael.
Regressor itu merasa ragu untuk beberapa saat, tapi akhirnya dia memutuskan
untuk mendekati kepompong itu. Di dalam kepompong itu, Michael belum sepenuhnya
sadar. Kesadarannya masih tertidur di dalam dirinya.
Flash!
Tiba-tiba kelopak
mata Michael terbuka lebar, dan di saat yang bersamaan Yoo Joonghyuk juga
langsung mengayunkan pedangnya.
“Tidurlah sedikit
lebih lama lagi. Itu akan membantu semua orang yang ada di sini.”
Staaab!
‘Purest Sword
Force’ milik Yoo Joonghyuk langsung menusuk Michael tepat di jantungnya. Karena
tubuh inkarnasi Michael masih lemah, dia tidak bisa melakukan ‘Demon King
Transformation’ ataupun Angel Transformation. Alhasil tubuhnya kembali hancur
karena probabilitas dari generasi ke-2.
“Guuwaaaaah-!!”
[Kau telah
membunuh tubuh inkarnasi ke-177 dari ‘King of the Corrupted Angels’.]
Kepompong Michael
mulai mengecil dan kembali ke ukuran semua. Setelah ini Michael akan terlahir
kembali di tubuh inkarnasinya yang ke-178.
[Nebula ‘Eden’
menunjukkan sikap permusuhan pada apa yang baru saja kau lakukan!]
[Konstelasi
‘Scribe of Heaven’ menatapmu dengan tajam.]
Yoo Joonghyuk
menatap balik bintang-bintang yang ada di angkasa dan kemudian berkata, “...
Aku sudah pernah mengatakannya pada kalian, bukan? Akulah yang akan membunuh
Kim Dokja. Hentikan usaha tidak berguna ini.”
Bintang-bintang
yang ada di langit tidak memberikan jawaban pada pernyataan Yoo Joonghyuk,
karena itu dia langsung menyarungkan pedangnya dan berjalan mengikuti serpihan
cerita yang berceceran di lantai hutan.
***
Setelah Yoo
Joonghyuk menghilang ke dalam hutan, sesosok bayangan muncul di sebelah
kepompong Michael. Sosok itu memiliki rambut bob pendek yang tersembunyi di
bawah hoodie warna hitam.
Pemilik bayangan
itu menyeringai lebar setelah menemukan banyak item yang berceceran di sekitar
kepompong.
“Yup. Mobil milik
protagonis memang yang paling nyaman.”
Han Sooyoung
langsung memasukkan item-item itu ke dalam sakunya.
“Sayang sekali.
Sepertinya si Regressor itu tidak tahu nilai dari semua item ini…”
[Konstelasi
‘Abyssal Black Flame Dragon’ menatap fragmen cerita yang tercecer di tanah
tanpa mengatakan apa-apa.]
“Apa yang sedang
kau lihat?”
Han Sooyoung
langsung mengambil serpihan cerita yang ditunjuk oleh Abyssal Black Flame
Dragon. Sesaat setelah itu, alisnya mulai mengernyit.
[Kau berhasil
mendapatkan serpihan cerita ‘King of a Kingless World’.]
“Bukannya ini…”
‘Star Stream’
memiliki banyak sekali tipe cerita, tapi Han Sooyoung tahu hanya ada satu orang
yang memiliki cerita dengan nama seperti itu. Han Sooyoung langsung mengabaikan
item yang tadi sedang dia pungut dan langsung berlari ke arah Yoo Joonghyuk
menghilang.
***
Aku akan mati di
tangan Yoo Joonghyuk.
<
“Dokja-ssi!” >
Tiga jam dari
sekarang, Yoo Joonghyuk akan membunuhku.
<
“Dokja-ssi!!” >
Aku mengangkat
wajahku dan menjawab panggilan itu.
‘Ya, Yoo
Sangah-ssi?’
<
“Sampai kapan kau mau diam seperti ini? Ini tidak seperti dirimu yang biasanya,
Dokja-ssi.” >
‘Aku tidak
sedang diam. Aku sedang memikirkan sesuatu.’
<
“Misalnya?” >
‘Apa yang
harus kulakukan untuk meyakinkannya.’
Jujur, aku tidak
yakin bisa melakukannya. Yoo Joonghyuk yang muncul di sini untuk membunuhku
bukanlah Yoo Joonghyuk yang kukenal dari novel yang sudah kubaca selama lebih
dari 10 tahun.
Yoo Joonghyuk
yang sebentar lagi akan datang adalah Yoo Joonghyuk yang sudah sadar jika dia
hanyalah ‘karakter dalam sebuah cerita’. Dia sama seperti Yoo Joonghyuk dari
regresi ke-1863.
< “Apa
ini semua karena rasa bersalah yang kau miliki…?” >
Terkadang aku
merasa jika Yoo Sangah bisa membaca pikiranku dengan tepat.
…. Dan sekarang,
mungkin dia benar-benar melakukannya.
‘Tidak, bukan
seperti itu. Ini adalah sesuatu yang harus kulakukan.’
[Kekuatan
‘Fruit of Good and Evil’ memperburuk rasa bersalahmu.]
Ada kemungkinan
perasaan ini memang sengaja dimunculkan oleh ‘Fruit of Good and Evil’. Dengan
kata lain, ada kemungkinan jika perasaan ini bukan milikku. Akan tetapi aku
masih percaya jika ini adalah jalan yang harus aku ambil.
Anna Croft yang
sudah membantuku pun berkata, “Sebentar lagi kita akan sampai di tengah pulau.”
Aku menganggukkan
kepalaku sebagai jawaban.
Bagian ‘tengah’
pulau adalah lokasi dari portal yang bisa membawa kami ke area skenario
berikutnya. Terlebih lagi aku akan bertemu Yoo Joonghyuk di sana 3 jam lagi.
“Aku tidak mau
ikut campur dengan masa depan yang sudah kau pilih sendiri, tapi… Hasil dari
‘Precognition’ku tidak akan bisa dirubah dengan mudah.”
“... Apa kau
sedang menyumpahiku?”
“Aku hanya
mencoba jujur padamu. Jika kau tidak ingin mati, sebaiknya kau segera mencari
suku kata ‘Vil’ dan segera pergi ke area skenario selanjutnya.
“Aku memang
sengaja memilih untuk tidak pergi. Ada cerita yang harus kusampaikan pada
laki-laki itu.”
Yang ingin
kusampaikan adalah cerita yang sudah lama kupendam. Selain itu ada hal penting
yang harus kubicarakan dengannya.
“Cerita, begitu
ya… Apa ‘Conquering King’ tahu bagaimana caranya mendengarkan cerita
seseorang?”
“Jika dia tidak
mau mendengar, aku akan melakukan apapun untuk membuatnya mendengar ceritaku.”
Anna Croft
terdiam ketika mendengar jawabanku. Dia terlihat berpikir selama beberapa saat
sebelum menengadahkan kepalanya untuk menatap bintang biru kehitaman yang ada
di langit. Beberapa konstelasi sedang menatap kami dari atas sana.
“Aku yakin kau
sudah tahu soal ini. Tapi… yah… kau tidak bisa meyakinkan semua orang yang kau
inginkan.”
Anna Croft adalah
seoran Prophet. Dia pasti sering mengalami hal serupa dengan yang kualami saat
ini. Tapi, bukankah dia berhasil mencapai titik ini dengan berbohong pada
Selena Kim dan Iris?
“Kupikir
sebaiknya kita berbicara seperti itu setelah kita mengerahkan semua yang kita
bisa.”
“Kau tahu, jika
seseorang bisa melihat masa depan, orang itu harus menanggung beban dari masa
depan yang dia lihat.”
Kami bisa melihat
bagian tengah pulau yang sudah semakin dekat. Di sana terdapat sebuah portal
raksasa yang menghubungkan tempat ini dengan area skenario berikutnya. Anna
Croft melepaskan pegangannya padaku dan berkata, “Hanya ini yang bisa kulakukan
untukmu.”
Anna Croft sudah
mengumpulkan semua suku kata modifier yang dia perlukan, karena itu dia
mendapatkan hak untuk pergi ke area skenario selanjutnya. Anna Croft mulai
melangkah menuju tempat yang ingin dia raih.
Sesaat setelah
dia berbalik membelakangiku dia memanggilku, “Kim Dokja.”
Dia tidak
memanggilku dengan nama ‘Demon King of Salvation’ tapi sebagai ‘Kim Dokja’. Dia
sedang memanggil’ku’.
“Tujuanku adalah
mengubah master dari ‘Star Stream’ ini.”
Perasaanku
tiba-tiba menjadi sangat tidak enak. Jika dia berkata seperti itu…. kurasa aku
tahu kemana arah pembicaraan ini selanjutnya.
“Apa yang ingin
kau tuju?”
…. Sudah kuduga.
“Apa aku harus
menjawabnya?”
“Aku merasa…. aku
baru bisa mengambil keputusan untuk membiarkanmu hidup atau tidak setelah
mendengar jawaban darimu.”
Anna Croft
benar-benar meletakkan diriku pada sebuah neraca. Dia sedang mencari tahu
apakah aku bisa membantunya mencapai tujuan yang dia inginkan atau malah
menjadi penghalang baginya. jika dia berpikir aku akan menjadi penghalang
untuknya, Anna Croft tidak akan ragu untuk membuatku gagal di tempat ini.
Aku menatap
matanya dalam-dalam.
Apa aku bisa
mengatakan hal itu padanya? Apa aku benar-benar bisa memberitahukan apa yang
kuinginkan padanya?
Dia seorang
Prophet, kan? Kalau begitu dia pasti bisa mengerti perasaanku, bukan begitu?
“Aku…”
Sayangnya,
sebelum aku bisa memberikan jawaban, suara seseorang memotong pembicaraan kami
berdua.
“Tujuannya adalah
melihat akhir dari sebuah cerita yang tidak ada nilainya.”
Aku bisa
merasakan hawa dingin dari nada suara yang menusuk itu.
Dan aku sangat
mengenal siapa pemilik suara itu.

Komentar
Posting Komentar