I'll Become a Villainess That Will Go Down in History Chapter 485

 Disclaimer: Novel ini bukan punya saya


Meski aku datang ke akademi, aku tidak mengetahui masalah apa yang sebenarnya terjadi di sini atau bagaimana cara menyelesaikannya.

Tapi yang kutahu adalah aku harus menaikkan nilai wanita jahatku di hadapan semua siswa! Duke-sama sudah membujukku untuk pergi ke akademi, karena itu setidaknya aku harus bisa mendapatkan apa yang kumau.

Ataukah... Duke-sama menipuku agar aku mau pergi ke akademi!?

Dan lagi, katanya ada keributan yang terjadi antara faksiku dan Liz-san. Tapi Gill bilang jika sudah ada peraturan baru yang dibuat untuk mengatasi hal itu.

Lalu, apakah Duke-sama benar-benar menipuku....? Tapi dia bilang ini kesempatan emas untukku berperan sebagai wanita jahat.

Ah, tapi kalau tidak salah Duke-sama akan lulus dari akademi tahun ini kan?

.... Duke-sama, bukannya kau sudah lulus sejak ama!? Bukankah akademi sihir ditempuh dalam kurun waktu 5 tahun!?

Ada banyak pertanyaan yang muncul dalam kepalaku. Meski kepalaku terasa pusing karena itu, aku tetap berjalan dengan anggun melalui gerbang akademi.

Gill dan Albert-oniisama sedang berada di mansion.

Sejak awal kedatanganku bersama Duke-sama ke akademi adalah sesuatu yang cukup aneh.

 “Bukannya itu Alicia-sama?”

Sedetik setelah aku memasuki gerbang akademi, aku merasakan perasaan yang aneh ketika menerima tatapan dari para siswa itu.

Memangnya apa yang sudah terjadi saat aku sedang berada di Ravaal? Aku harus segera mencari informasi!

Semua siswa akademi tidak pernah memanggilku dengan sebutan –sama. Dulu mereka selalu memanggilku ‘Alicia Williams’ dengan raut wajah jijik.

Tapi sekarang aku tidak bisa melihat ekspresi itu di wajah mereka. Di mataku mereka terlihat senang saat melihatku.

 “.... Tunggu sebentar, Duke-sama.”

 “Ada apa?”

 “Ada yang ingin kutanyakan.”

 “... Mau pindah ke tempat yang lebih tertutup?”

Saat aku ingin menjawab pertanyaan Duke-sama dengan “Ya, tentu saja.”, Duke-sama langsung memeluk pinggangku dan mengaktifkan sihir teleportasi.

Hei! Ini terlalu tiba-tiba!

Aku langsung menutup mata karena tidak siap dengan kepindahan yang terlalu tiba-tiba ini.

 “Ruang OSIS?”

Saat aku membuka mataku, aku sudah berada di sebuah ruangan yang pernah kukunjungi beberapa tahun yang lalu.

Menggunakan sihir untuk berpindah tempat dalam akademi menurutku adalah sesuatu yang mubazir. Tapi bagi Duke-sama yang energi sihirnya hampir tidak terbatas, sihir teleportasi bukan masalah besar.

Setelah jantungku kembali tenang, aku pun menatap Duke-sama.

.... Dekatnya.

Wajah tampan itu masuk ke dalam bidang pandangku.... Kalau aku bereinkarnasi di dunia selanjutnya, aku ingin menjadi laki-laki yang setampan Duke-sama.

Jika dia setampan ini, pasti ada banyak wanita yang mengantri hanya untuk sekedar berbicara dengannya.

Menjadi wanita yang dipilih oleh Duke-sama adalah sebuah kehormatan yang sangat besar. Hal itu membuatku merasa dihargai.

Dari sudut pandang orang luar, aku pasti terlihat seperti ‘wanita jahat’ yang hanya akan memperburuk reputasinya sebagai putra mahkota.

 “Ada apa?”

Duke-sama menatapku dengan tatapan bingung. Sepertinya aku sudah terlalu lama menatap wajahnya.

 “Ti-tidak ada apa-apa.”

Ucapku sambil berusaha melepaskan pelukan Duke-sama.

 “Umm... Aku punya banyak pertanyaan. Apa aku boleh menanyakan semuanya pada Duke-sama?”

 “Oh, tentu saja.”

 “Apa Duke-sama sengaja membuatku pergi ke akademi? Keributan antara faksiku dan Liz-san pasti tidak benar.... Kalaupun ada masalah seperti itu yang muncul, kalian pasti sudah menyelesaikannya saat aku berada di Ravaal. Aku menjadi yakin dengan hipotesisku saat melihat ekspresi para murid yang ada di depan pintu gerbang. Rasa tidak suka mereka padaku sudah hilang. Yang ada aku merasa mereka menyambut kedatanganku dengan hangat.”

Saat aku menjabarkan pendapatku, aku menyadari sesuatu.

.... Mungkinkah hal itu menjadi alasan kenapa Duke-sama repot-repot menyiapkan panggung agar aku bisa berperan sebagai wanita jahat yang sebenarnya?

Jadi setelah ini aku akan menjadi orang yang paling dibenci oleh semua siswa yang ada di sini...

 “Apa kau menyadarinya?” Ucap Duke-sama sambil menyeringai.

Aku menghela nafas panjang. Seperti biasa, pangeran mahkota ini selalu berada di luar ekspektasiku.

 “.... Kau sudah melakukan semuanya dengan sangat baik.”

 “Terima kasih atas pujiannya, nonaku.”

Oh, ayolah!

Candaan Duke-sama sudah keterlaluan.

Ini memang membuatku kesal, tapi aku tidak punya pilihan lain selain ikut dalam rencana Duke-sama.

 “Jadi apa yang harus kulakukan?”

 “Aku belum bisa mengatakannya padamu.”

Yang benar saja!

Aku langsung menggembungkan pipiku setelah mendengar jawaban Duke-sama.

Benar juga, Duke-sama memang laki-laki seperti ini. Aku tidak mengerti kenapa aku selalu jatuh ke dalam perangkatnya.

 “Ngomong-ngomong, kenapa Duke-sama masih ada di akademi? Bukannya kau harusnya sudah lulus...?”

 “Konsep ‘lulus’ di akademi ini agak membingungkan.”

 What is that? I didn't know.

Eh, apa itu? Kenapa aku tidak tahu soal itu?

Tanpa tahu apa-apa, aku melompat kelas dan masuk ke akademi sihir di usia 13 tahun. Awalnya kupikir aku akan belajar di sana mulai usia 15 tahun dan lulus di usia 20 tahun dengan nilai terbaik.

.... Tapi, kenapa ‘kelulusan’ ini terasa agak aneh?

Saat Duke-sama melihatku yang kebingungan, dia pun memulai penjelasannya.

 “Program pembelajaran di akademi memang berlangsung selama 5 tahun tapi kalau kau ingin belajar lebih lama, pihak akademi akan memberikan izin untukmu.

 “... Bagaimana ya, ternyata pihak akademi cukup santai ya.”

 “Bisa dibilang begitu. Bisa belajar selama yang kau mau adalah hal yang bagus, bukan?”

Lagipula para murid di akademi ini adalah anak-anak bangsawan kaya raya. Mereka tidak perlu khawatir soal uang sekolah.

Jadi, bisakah aku menganggap akademi sebagai gabungan dari SMA dan universitas?

Yang bisa kukatakan pada Duke-sama hanyalah, “Ini tempat yang aneh.”

 “Ya, kau bisa datang dan pergi kapanpun kau mau, jadi ada banyak orang yang terus berkunjung meski mereka sudah lulus. Lagipula akademi juga salah satu tempat bersosialisasi bagi para bangsawan.”

 “... Kalau dipikir-pikir lagi, Duke-sama mungkin tidak mempelajari hal baru saat masuk ke akademi ini.”

Dia adalah pangeran yang sangat berbakat, jadi sebenarnya dia tidak perlu belajar di akademi.

 “Aku bertanggung jawab atas akademi ini, jadi setelah aku lulus aku masih bisa datang untuk mengawasi.”

...Huh?

Alicia yang tidak bisa memahami ucapan Duke-sama hanya bisa memiringkan kepalanya.

Dia bukan ketua osis atau apa, tapi dia yang mengatur akademi ini???

“Um, apa maksudmu?”

 “Aku tidak tahu.”

Aku sudah tertipu dengan senyum manisnya!

Aku mengikuti Duke-sama yang berjalan keluar ruangan osis dengan dengan pikiran yang masih berputar-putar.

Nantinya, saat aku mengetahui Duke-sama adalah kepala sekolah di akademi ini, aku tidak merasa kaget dan hanya bisa menerimanya dengan lapang dada.

 

Chapter 484     Daftar Isi     Chapter 486


Komentar

Postingan Populer