ORV Chapter 353: Episode 66 – Beyond Good and Evil (3)
Disclaimer: Novel ini bukan punya saya
Aku bisa melihat tangan Yoo Joonghyuk yang mencuat dari tengah-tengah reruntuhan. Han Sooyoung menatap laki-laki itu dan kemudian berkata, “Bajingan ini selalu muncul dan menyiksa orang lain… Apa dia memang suka melakukannya?”
[Inkarnasi ‘Han Sooyoung’ memiliki bagian
sebesar 8,9% dari cerita raksasa ‘Torch That Swallowed the Myth’.]
Seperti yang kuduga.
Han Sooyoung memiliki jumlah bagian cerita yang tepat.
[Narator yang berpartisipasi dalam
penentuan baik atau jahat tidak bisa membagi bagian mereka.]. Itu
artinya, mereka yang tidak berpartisipasi bisa membagi bagian cerita yang
mereka miliki.
Han Sooyoung menatapku
dengan tatapan sebal. Dia menggerutu padaku lewat Midday Tryst.
HSY: Aku terpaksa memberikan 0,1% bagianku pada Lee Seolhwa.
Mungkin Han Sooyoung
sudah memindahkan kepemilikan sebagian kecil ceritanya pada Lee Seolhwa saat
dia mengetahui situasi yang terjadi di tempat ini, lalu setelah itu dia
langsung pergi kemari. Han Sooyoung berbalik dan menatap para konstelasi dan
demon king yang menonton di pinggiran. Dia berkata dengan nada marah, “Aku ini
orang jahat. Selain itu, Kim Dokja sialan yang berdiri di sana juga orang
jahat.”
Tanpa basa-basi Han
Sooyoung langsung melabeli diriku sebagai orang jahat. Setelah itu dia menatap
Yoo Joonghyuk dan anggota party yang lain.
“Akan tetapi, Kim Dokja’s Company bukan nebula
baik atau jahat.”
Di mataku, wanita
berambut pendek itu terlihat sangat keren saat mengatakannya. Bahkan kali ini
aku berani bersumpah jika Han Sooyoung lebih cocok berperan sebagai karakter
utama dibanding Yoo Joonghyuk.
[Waktu yang tersedia untuk
pengambilan keputusan sudah habis.]
[Total persentase narator yang
melakukan pengambilan keputusan adalah sebesar 91,8%.]
[Perbandingan antara sisi baik dan
jahat adalah 45,9% : 45,9%.]
[Kebaikan dan kejahatan ada dalam
keseimbangan sempurna.]
Para demon king dan
konstelasi menatap kami dengan tatapan tidak percaya. Aku balik menatap mereka
semua dan kemudian berkata, “Kami tidak bisa didefinisikan dengan pengertian baik
dan jahat yang kalian miliki.”
[Cerita raksasa ‘Torch That
Swallowed the Myth’ adalah cerita yang tidak bisa dimasukkan ke dalam kategori
‘baik’ dan ‘buruk’.]
Ada banyak pesan yang
bermunculan setelah itu, dan aku bisa melihat dokkaebi yang bertugas sebagai
host tersenyum di pojok ruangan. Sepertinya dia sudah menduga jika hasilnya
akan jadi seperti ini... Atau mungkin memang hal ini yang dia inginkan.
Pihak biro pasti sedang
bahagia sekarang. Dan hal itu dikarenakan dengan banyaknya pesan yang muncul di
depanku.
[Konstelasi ‘Prisoner of the
Golden Headband’ puas dengan keputusanmu.]
[Konstelasi ‘Queen of the Darkest
Spring’ merasa bangga padamu.]
[Konstelasi ‘Father of the Rich
Night’ merasa lega dengan keputusanmu.]
[Ada banyak konstelasi dari sistem
netral yang mendukung nebulamu.]
[Konstelasi dari sistem netral
telah memberimu 281.000 koin.]
Sudah kuduga para
konstelasi dari sistem netral akan bersikap seperti ini. Ya, jika kita menolak
pilihan pertama, pilihan-pilihan lainnya pasti akan muncul dengan sendirinya.
[Seseorang telah merekomendasikan ceritamu pada Star
Stream.]
[Kau berhasil mendapatkan cerita
baru!]
Tapi hal seperti ini
mungkin tidak terjadi kepada semua konstelasi.
[Pilihanmu membuat munculnya
kebencian dari beberapa konstelasi sistem kebaikan absolut.]
“Apa...?”
“Ceritanya tidak bisa ditentukan
baik jahatnya!?”
Atmosfer yang
mengelilingi para konstelasi dan demon king berubah dengan sangat cepat.
[Konstelasi dari sistem kebaikan
absolut menolak keputusan tersebut.]
[Konstelasi dari sistem kejahatan
absolut menolak keputusan tersebut.]
Aliran energi yang
terasa aneh mulai muncul di antara dua baris meja, seakan kedua belah pihak
sudah siap jika pertarungan terjadi tiba-tiba.
“Hal seperti ini tidak bisa
dibiarkan begitu saja! Biro! Cepat ulangi pengambilan keputusannya!”
“Apa-apaan ini!?”
Dari demon king hingga
archangel. Semua tatapan mereka tertuju pada dokkaebi yang bertugas sebagai
host. Dokkaebi itu bisa merasakan ketegangan di antara kedua belah pihak,
karena itu dia menjawab dengan nada sedikit khawatir, {Maaf, hal seperti itu tidak bisa dilakukan. Tidak ada seorangpun yang
bisa membatalkan hasil cerita yang telah dinilai. Itu peraturannya.}
Untungnya biro tetap
pada pendiriannya. Sayangnya, berpegang teguh pada prinsip tidak selalu
membuahkan hasil yang baik.
“.... Padahal aku sangat
menantikan musim ini.”
Perkembangan cerita di
tempat ini mulai mengalir ke arah yang sama sekali tidak terduga. Para demon
king peringkat menengah ke bawah mulai mengaktifkan status mereka.
“Jika target tidak bisa memutuskan
baik jahat ceritanya, kami akan membuat keputusan baru sendiri!”
Saat para demon king
mulai bergerak, para archangel langsung berdiri. Para malaikat itu tidak mau
kalah dari para demon king.
[Ada banyak demon king yang
menunjukkan permusuhan pada para malaikat dari sistem kebaikan absolut.]
[Ada banyak archangel yang
menunjukkan kewaspadaan pada para demon king.]
[Keseimbangan dari baik dan jahat
mulai berguncang!]
Dua faksi itu mulai menunjukkan
kekuatan masing-masing dan bersiap menyerang kapan saja.
Aku tetap fokus pada
anggota partyku sembari terus memperhatikan ketegangan yang sedang terjadi.
Jung Heewon yang berdiri di sampingku sudah menghunus Sword of Judgment miliknya.
Wanita itu memanggilku dengan nada serius, “Dokja-ssi.”
“Tidak apa-apa.”
Aku memperkuat
penjagaanku pada semua anggota party yang terlihat was-was. Perang antara
konstelasi dan demon king mungkin akan segera terjadi, tapi tempat ini bukan
panggung yang cocok untuk itu.
[Konstelasi ‘Scribe of Heaven’
mencoba menenangkan para archangel.]
[Demon king ‘Ruler of the East’
mengendalikan semua demon king.]
Mungkin Scribe of
Heaven—Metatron dan juga Ruler of the East Hell—Agares sudah mengetahuinya.
Baik dan jahat harus
selalu ada di dunia ini. Jika ada skenario yang terpicu di tempat ini, dua
faksi itu pasti akan hancur karena bencana yang sangat besar. Jika tebakanku benar, dokkaebi sialan dan para
anggota biro pasti sudah memahami ancaman yang ada di tempat ini.
[Dokkaebi agung ‘Baram’ telah
menunjukkan keberadaannya di panggung.]
Dokkaebi agung itu
muncul seakan sudah menunggu-nunggu momen ini. Namanya dokkaebi agung Baram. Dia
adalah salah satu karakter yang muncul dalam novel aslinya.
{Berhenti. Saya yakin jika anda sekalian tahu jika pertarungan tidak akan
menyelesaikan masalah ini.}
Ucapan dokkaebi agung
Baram membuat para konstelasi dan demon king terdiam.
“Biro tidak bisa mengganggu
pertarungan ini!”
“Apa kau ingin membiarkannya
berakhir seperti ini?”
Beberapa konstelasi dan
demon king yang ada di tempat ini memiliki level yang nyaris menyentuh level
mitologi. Karena itu wajar jika mereka tidak mau menurut begitu saja pada
dokkaebi agung seperti Baram. Tapi aku tidak yakin jika mereka tetap akan
bersikap seperti ini jika yang datang adalah raja dokkaebi. Ada banyak komplain
yang datang dari segala penjuru hingga akhirnya Baram membuka mulutnya sekali
lagi.
{Tidak ada peraturan yang bisa dirubah. Terlebih lagi, kami tidak bisa
membiarkan keributan terjadi di tempat ini.}
Perkataan itu membuat
percikan cahaya muncul di antara semua anggota faksi kebaikan absolut dan
kejahatan absolut. Baram kemudian berkata sekali lagi kepada para konstelasi
yang masih keras kepala, {Keluhan anda
adalah status baik atau buruk yang tidak bisa ditentukan. Jika begitu,
bagaimana dengan satu cerita raksasa lagi?}
“... Apa maksudmu?”
{Kami akan membuka salah satu skenario sebelumnya untuk menentukan status
baik dan jahat di musim ini.}
Aku tidak bisa
menyembunyikan kebingunganku saat mendengar ucapan dokkaebi itu. Dia.... Apa
yang akan terjadi setelah ini...
[Star Stream setuju dengan
keputusan dokkaebi agung.]
[Duet Between Good and Evil
menginginkan skenario baru untuk menentukan status baik jahatnya musim ini.]
Probabilitas dari Star
Stream mulai bergerak. Sungai galaksi mulai mengalir ke arah cerita yang
diinginkan oleh banyak konstelasi. Skenario yang dituju oleh semua probabilitas
ini pasti bisa ditemukan di dalam Star Stream.
Ruler of the East Hell
bertanya, “Maksudmu kau ingin membuka
skenario ‘Constellation and Demon War’ sekarang juga?”
{Itu jika anda menginginkannya.}
Ucapan Baram
menyebabkan keributan di antara para konstelasi dan demon king. Beberapa saat
kemudian Baram tersenyum sambil menatapku.
{Akan tetapi, anda sekalian lah yang harus menyiapkan panggung skenario
itu.}
***
Setelah itu, para konstelasi
dan demon king saling bercakap-cakap di antara kelompok mereka sendiri tentang
di mana mereka harus menyiapkan tempat untuk skenario Constellation and Demon
War. Berkat hal itu, tatapan permusuhan yang ditujukan pada kami menghilang.
Anggota partyku yang
kelelahan langsung duduk di lantai untuk beristirahat. Han Sooyoung menendang tangan Yoo Joonghyuk yang menyembul dari tumpukan reruntuhan. “Apa
ini? Kenapa dia belum keluar juga?”
Yoo Joonghyuk tidak
menunjukkan reaksi apapun. Aku mengamati tangan laki-laki itu dan mulai merasa
sedikit takut. Kata-katanya beberapa saat yang lalu masih terngiang di
telingaku.
“Apakah itu informasi dari buku
berjudul Cara Bertahan Hidup?”
Dari mana dia mendengar
judul novel itu? Seberapa jauh penyaringan informasi bekerja.... Seberapa
banyak yang dia tahu soal novel itu?
Han Sooyoung dan aku
bekerja sama untuk mengeluarkan Yoo Joonghyuk dari bawah reruntuhan. Ini aneh.
Dia tidak mungkin pingsan hanya karena tertimpa reruntuhan seperti ini.
“... Kenapa bajingan ini bisa jadi seperti
ini?”
Aku melihat tubuh Yoo
Joonghyuk dengan lebih seksama dan menyadari ada yang tidak normal dengan
tubuhnya. Aku tidak tahu kemana dia pergi, tapi tubuhnya dipenuhi luka
berukuran besar dan kecil. Kurasa dia baru saja membunuh atau menghancurkan
sesuatu. Yang aku tahu selama dua hari belakangan ini, Yoo Joonghyuk sepertinya
terus masuk ke dalam skenario-skenario yang tidak kuketahui. Dengan luka
sebanyak dan separah ini, wajar saja jika hari ini dia tidak bisa menahan rasa
kesalnya padaku.
Han Sooyoung
mengaktifkan Midday Tryst dan mengirimkan pesan padaku.
HSY: Yoo Joonghyuk sudah menyadari keberadaan novel Cara Bertahan Hidup.
KDJ: Aku tahu. Yoo Joonghyuk mengatakannya padaku sebelum kau datang.
Aku menceritakan secara
singkat percakapan kami sebelum pertarungan terjadi. Han Sooyoung mendengar ceritaku sambil mengernyitkan
alisnya.
HSY: Bajingan ini... Di mana dia mendengarnya?
KDJ: Aku tidak tahu. Ngomong-ngomong, dari masa saja kau?
HSY: Aku membunuh prophet yang tersisa. Apa mungkin mereka yang
membocorkan informasi itu?
KDJ: Apa kau berhasil menemukan pelakunya?
HSY: Tidak.
Seperti yang kuduga. Para
prophet pasti akan menjadi karakter saat mereka kehabisan informasi.
KDJ: Bukan mereka yang membocorkan informasi itu. Menurutku...
Aku menatap Metatron
yang sedang membicarakan sesuatu dengan para archangel. Mungkin Yoo Joonghyuk
mendengar judul novel itu dari Metatron.
Han Sooyoung berkata.
HSY: Jika Asmodeus tahu keberadaan novel Cara Bertahan Hidup... Mungkin
semua konstelasi level tinggi juga mengetahuinya.
Konstelasi level
tinggi.... Ini bukan waktu yang tepat untuk aktifnya cerita Seekers of the End.
Tapi akhirnya... Aku bisa melihat akhir dari skenario panjang ini.
Aku menatap Yoo
Joonghyuk yang sedang tak sadarkan diri. Beberapa detik setelahnya Han Sooyoung
menatapku dan mengirimkan sebuah pesan.
HSY: Kim Dokja, untuk sekarang pikirkan saja apa yang paling penting.
Aku menganggukkan
kepalaku. Setelahnya aku menatap dokkaebi agung Baram yang masih terus
menatapku.
KDJ: Kita juga harus ikut serta dalam Constellation and Demon War.
HSY: Apa kau sudah gila? Itu bukan skenario yang bisa kita masuki dengan
level kita saat ini.
Han Sooyoung benar. Seharusnya
skenario ‘Constellation and Demon War’ adalah skenario utama ke-80. Aku tidak
mau melakukan skenario itu sekarang, dan jika mungkin aku ingin menghindarinya.
Akan tetapi aku tidak bisa melakukan hal itu pada ‘Constellation and Demon War’
kali ini. Ya, tidak peduli apa pencetusnya, aku... kami tidak bisa menghindari ‘Constellation
and Demon War’ yang terjadi saat ini.
KDJ: Masalahnya bukan skenario level atas, tapi panggung perangnya.
HSY: Apa...
Baram menepukkan tangannya
sekali. Setelah para konstelasi dan demon king duduk di kursi mereka
masing-masing, dia membuka mulutnya dan berkata.
{Baiklah, waktu diskusi telah selesai. Kepada para konstelasi dan demon
king yang terhirmat, silahkan pilih panggung yang anda inginkan untuk skenario
ini.}
Para konstelasi dan
demon king yang sudah menunggu pun berdiri dan kemudian berteriak.
”Panggung untuk skenario ‘Constellation and Demon War’ adalah Demon Realm
ke-14...”
“Guardian Tree kami adalah tempat
yang cocok untuk cerita raksasa terlahir.”
“Omong kosong apa itu!? Panggung
berikutnya...!”
Mereka mencoba memilih
tempat yang menguntungkan untuk mereka. Sebenarnya aku juga ingin mengajukan
satu tempat sebagai panggung, tapi kurasa tidak akan ada yang mau mendukung
pilihanku. Kalau begitu apa yang harus....
< “Dokja-ssi, apa
kau ingin pulau itu menjadi panggungnya?” >
Aku mendengar suara Yoo
Sangah di dalam kepalaku.
< “Mungkin aku bisa
membantu?” >
‘…Huh?’
< “Aku menemukan
sesuatu yang menarik di dalam dinding.” >
‘Menarik?”
Tidak ada jawaban lain
dari Yoo Sangah, tapi aku mendengar suara lembaran buku yang di balik dalam
kepalaku. Beberapa saat kemudian, atmosfer yang aneh mulai memenuhi aula
jamuan.
Beberapa konstelasi
mulai berbisik.
“Informasi yang baru saja
muncul...”
“Apa? Apa itu benar?”
Aku tidak sengaja
mendengarnya bisikan mereka.
... Apa mereka
konstelasi yang memiliki kemampuan untuk ‘meramal’?
Atmosfer di aula jamuan
ini menjadi semakin kalut dan bisik-bisik yang tadinya pelan semakin mengeras.
5 menit kemudian, bahkan Metatron sekalipun memasang ekspresi serius. Tidak lama
kemudian kebisingan di antara para konstelasi dan demon king berhenti dan
mereka saling pandang satu sama lain. Pihak demon king lah yang pertama kali
berbicara.
“Maafkan aku. Ada pekerjaan yang
harus kuselesaikan, karena itu aku harus segera pergi.”
“Aku juga! Pekerjaanku juga sudah
menumpuk!”
Beberapa demon king
tiba-tiba meninggalkan kursi mereka begitu saja. Aku melihat wajah mereka
satu-persatu dan menyadari jika mereka yang baru saja pergi adalah pada demon
king yang berhubungan dengan Seekers of the End.
“Maaf, tapi aku juga harus segera
pergi.”
Saat perwakilan nebula ‘Morning
Star Goddess’ dan ‘Guardian Tree’ berkata seperti itu, situasi menjadi berat
sebelah.
“Aku juga harus segera pergi.”
Semakin banyak
konstelasi yang meninggalkan kursi mereka. Metatron menghela nafas dan kemudian
melirik Baram yang masih berdiri di atas panggung.
“Kurasa kau yang harus menentukan
di mana panggung tempat skenario itu akan dilakukan.”
Dokkaebi agung Baram
hanya bisa membelalakkan matanya dan kemudian bergumam.
{.... Menarik. Sebuah ramalan di saat seperti ini?}
Beberapa konstelasi
berjengit ketika mendengar kata ‘ramalan’ keluar dari mulut Baram. Dokkaebi itu
tertawa dan kemudian berkata, {....
Bagus. Meski anda semua tidak bisa menyatukan pilihan, panggungnya telah
ditentukan....}
Aku mendengarkan
kata-kata dokkaebi agung itu dengan ekspresi bingung. Apa yang baru saja
terjadi?
Tiba-tiba kepalaku
terasa sangat sakit.
[Probabilitas Star Stream mulai
meragukanmu!]
Aku bisa merasakan
tatapan tidak senang yang diarahkan padaku. Tatapan itu seakan berkata jika
pemiliknya menaruh curiga padaku. Tatapan itu berlangsung selama beberapa detik
sebelum akhirnya menghilang.
[Star Stream telah mengalihkan
tatapannya darimu.]
Aku menyeka keringatku
dan langsung memanggil Yoo Sangah.
‘Yoo Sangah-ssi? Apa yang baru
saja kau lakukan!?’
Yoo Sangah terdiam
selama beberapa detik seakan sedang memikirkan apa yang ingin dia sampaikan.
Beberapa saat kemudian dia berkata.
< “Dokja-ssi, apa
kau tahu bagaimana konstelasi bisa mengetahui masa depan?” >
‘.... Aku tahu.’
Ada dua cara yang
digunakan konstelasi untuk membaca masa depan. Pertama dengan cara mengumpulkan
data untuk memperhitungkan masa depan, misalnya sistem milik Hermes. Kedua,
adalah menerima ramalan seperti Moerae, Eden, dan beberapa demon king.
Peristiwa seperti itu disebut ‘divine revelation’.
Yoo Sangah mencari
kata-katanya sebelum akhirnya menjawab sambil terkekeh pelan.
< “Yah, sepertinya
aku sudah menjadi dewa.” >
Chapter 352 Daftar Isi Chapter 354

Komentar
Posting Komentar