ORV Chapter 373: Episode 71 – 50 years later (1)

 Disclaimer: Novel ini bukan punya sayaaa.

hurrahhh.. akhirnya update 😂😂

Orv 373

Empat hari telah berlalu sejak kami sampai di ‘Isle of Reincarnation’.

Aku sudah mengkonfirmasi melalui skill ‘Omniscient Reader’s Viewpoint’ jika kawan-kawanku yang lain sudah menyelesaikan skenario di Middle Island dan sudah siap untuk memulai skenario selanjutnya.

Saat ini aku sedang menatap layar smartphoneku.

[Tiga Cara Bertahan Hidup di Dunia yang Telah Hancur (Revisi Final).txt]

Mungkin saja ‘epilog’ yang ingin kubaca sejak dulu sudah tercantum di halaman terakhir novel ini. Tapi, apa hanya itu perubahan yang terjadi? Jika Dewi Fortuna berada di pihakku, aku mungkin bisa mendapatkan beberapa informasi mengenai timeline regresi ke-3 yang baru ini.

Bisa dibilang novel ini adalah buku petunjuk yang memberitahuku mengenai apa yang harus kulakukan untuk menyelesaikan skenario-skenario yang ada di masa depan…. Aku membutuhkannya untuk mencapai ending sempurna yang kuinginkan.

Akan tetapi…

< Ba ga i ma na ji ka a khir ce ri ta i ni a da lah tr age di? >

Bagaimana jika di dalam ‘Revisi Final’ ini tertulis jika ‘ending’ itu tidak akan bisa dirubah?

< A pa ka u be nar – be nar bi sa me ru bah nya? >

Bagaimana jika akhir itu tidak akan bisa dirubah karena aku membaca novel ini?

“Kim Dokja.”

Aku mengangkat wajahku dan melihat Han Sooyoung sedang berdiri di sampingku, lengan wanita itu dibalut dengan perban dan dia sedang menatapku dengan raut serius. Dia adalah satu-satunya eksistensi di dunia ini selain diriku yang pernah membaca novel ini.

Jika dia ada di posisiku, apa yang akan dia lakukan?

Jika dia menjadi diriku, apa dia akan membuka novel ini?

“Apa yang sedang kau lihat?”

“Tidak. Tidak ada apa-apa.”

Aku langsung mematikan smartphoneku.

Mungkin ada hari-hari di mana aku akan merasa sangat penasaran dengan isi dari novel yang baru direvisi ini. Akan tetapi, hari itu bukan sekarang.

Karena…. ‘epilog’ yang kuinginkan mungkin tidak ada dalam novel revisi ini.

Setelah selesai memperbaiki peralatannya, Han Sooyoung berkata padaku, “Ayo pergi. Semakin lama kita di sini, jarak kita dengan Yoo Joonghyuk juga akan semakin jauh.”

“Tapi kita harus bertemu seseorang sebelum pergi.”

“Siapa?”

“Sepertinya dia sudah di sini.”

Beberapa saat kemudian kami mendengar suara ketukan dan pintu ruangan terbuka perlahan.

Hal pertama yang kami lihat adalah tasbih Budha besar yang tergantung di leher sosok itu. Setelah itu kami melihat kain jubah khas biksu berwarna abu-abu dan otot kekar yang mengintip dari belakang kain itu. Dia pasti seorang prajurit biksu yang sudah menjalani latihan berat dalam waktu yang sangat lama.

“Saya datang untuk menjemput anda, Penyelamat.”
*) allright, kata yang dipakai di terjemahan Inggrisnya itu ‘Benefactor’. Artinya banyak, misalnya dermawan, orang yang memberi bantuan, penyelamat, dll. Dalam konteks penyelamat, kurasa ini lebih ke seseorang yang menyelamatkan 1 individu lain, bukan menyelamatkan banyak orang. Misalnya si A nyelamatin B dari kematian, jadi A itu adalah benefactor/penyelamat dari B. kalo salah koreksi ya
😊

Aku menganggukkan kepalaku dan menjawab, “Tolong bawa aku menemui Rajamu.”

***

[Tiga Cara Untuk Bertahan Hidup di Dunia yang Telah Hancur]

Menurut analisis dari seorang ahli yang sudah membaca semua chapternya—alias diriku sendiri—‘Tiga Cara’ yang tertulis di judulnya mengacu pada 3 protagonis yang ada di dalam novel.

Pertama adalah Regressor—Yoo Joonghyuk.

Yang kedua adalah Returnee—Jang Hayoung.

Dan yang ketiga…

HSY: Masih ada protagonis ketiga??

Han Sooyoung langsung memotong ceritaku dan bertanya melalui ‘Midday Tryst’. Dia terdengar kaget saat mendengar ceritaku. Aku baru ingat, mungkin Han Sooyoung tidak punya informasi soal ini karena dia hanya membaca novelnya sampai chapter 100-an saja.

HSY: Yah, terlalu menonjolkan satu protagonis untuk 3000 chapter itu memang sudah keterlaluan, sih. Kau setuju kan?

…. Dia memang wanita yang punya pemikiran tajam.

HSY: Hm,,, 3 protagonis ya? Aku sudah menduga jika penulis dari novel sampah itu akan memilih cara ini.

Aku tidak bisa membalasnya, karena isi novel sampah itu memang telah menghancurkan kehidupan kami semua.

HSY: Jadi di kastil ini ada ‘Protagonis ketiga’, begitu?

KDJ: Ya.

HSY: Memangnya seberapa penting dia dalam novel ‘Bertahan Hidup’? Apa dia sepenting Yoo Joonghyuk?

KDJ: Tidak juga. Meski dia dianggap sebagai salah satu protagonis, protagonis utama novelnya tetap Yoo Joonghyuk.

Ya, aku sangat yakin jika Yoo Joonghyuk tetap menjadi pusat cerita dari seluruh 3000 chapter novel Cara Bertahan Hidup, sedangkan dua karakter lainnya dipanggil protagonis karena menyesuaikan dengan deskripsi yang telah disediakan oleh salah satu arc dalam novel itu sendiri.

KDJ: Tapi dua protagonis lainnya juga sama kuatnya dengan Yoo Joonghyuk. Apalagi di titik waktu ini, ‘protagonis ketiga’ jauh lebih kuat dari Yoo Joonghyuk.

HSY: …. Lebih kuat dari bajingan itu?

Aku menganggukkan kepalaku sambil memperhatikan ruang meditasi di sekeliling kami.

Ini adalah tempat yang digunakan oleh para Reincarnator untuk melakukan penebusan dosa dan membersihkan diri mereka, sebuah ruangan yang didesain untuk mengistirahatkan pikiran dan tubuh seseorang yang kelelahan karena sudah melalui banyak siklus Samsara.

Aku bisa mendengar pembacaan Sutra dari sana-sini…. Tapi aku tidak bisa melihat Raja itu dimanapun.

“Di mana ‘King of Reincarnation’?”

“Sang Raja telah berada di sini bersama kita semua.”

“Tapi yang bisa kulihat hanya para pertapa botak saja?”

Biksu prajurit itu menjawab pertanyaan Han Sooyoung dengan nada datar. “Beliau ada di mana-mana, tapi di waktu yang sama beliau tidak ada di mana pun.”

“Aku yakin kau tidak membawa kami kemari untuk bercanda.”

“Sang Raja tidak akan berbicara dengan mereka yang tidak memiliki kualifikasi untuk menemuinya.”

“Menarik sekali. Apa itu cara yang ingin kau gunakan untuk membawa kami ke topik selanjutnya?” tanya Han Sooyoung sambil menyeringai.

Selama dua orang itu bercakap-cakap, aku hanya mengamati ekspresi dari biksu prajurit itu tanpa mengatakan apa-apa. Beberapa saat kemudian aku membuka mulutku dan berkata, “Jika Raja anda ada di mana-mana, itu artinya semua orang di sini bisa menjadi ‘raja’, bukan begitu?”

Geeee-iiiing!!

‘Unbreakable Faith’ yang yang ada di tanganku langsung bereaksi dan di saat yang sama cahaya ilusi dari pedang itu melesat ke arah leher biksu prajurit itu.

Tsu-chuchuchuchut!

Akan tetapi ujung pedangku berhenti tepat di depan lehernya, seakan ada sebuah dinding tebal yang menghalangiku. Biksu prajurit itu menyeringai dan kemudian berkata.

“Solusi yang anda gunakan cukup provokatif. Benar sekali. Semua orang bisa menjadi Budha jika mereka mendapatkan pencerahan.”

Mantra/suara aslinya menggema ke seluruh ruangan.

Aku menarik pedangku kembali dan mengamati sang biksu prajurit sekali lagi. Ada aura kuat yang menyelimuti seluruh tubuhnya. Iris matanya yang tadi terlihat normal sekarang berubah menjadi putih dan ada bayangan mandala yang berputar melawan arah jarum jam di tengahnya.

Sepertinya biksu prajurit ini adalah salah satu dari banyak inkarnasi yang digerakkan oleh ‘King of Reincarnators’.

“Wahai utusan ■■ yang membawa beban keselamatan, kau tidak akan bisa melanjutkan skenario ini dengan cara seperti itu.”

“Kumohon, jangan berbicara seakan anda tahu semua yang sudah kulakukan selama ini.”

Saat ini aku sudah tidak berpikir jika ‘Cara Bertahan Hidup’ adalah novel biasa, dan aku juga tidak berpikir jika rekan-rekanku adalah ‘karakter’ sebuah cerita. Meskipun begitu, bukan berarti aku tidak akan menggunakan semua informasi yang sudah kumiliki untuk mencapai tujuanku.

“Senang bisa bertemu dengan anda, ‘Guardian of Mandala’.”

Meskipun ‘Fourth Wall’ sudah aktif, aku masih mendapatkan tekanan yang luar biasa kuat dari sosok yang ada di depanku. Status ‘bersahabat’ yang dipancarkan oleh biksu prajurit itu mulai bergerak pelan hingga akhirnya kami bisa melihat sosok kuat yang bersembunyi di balik biksu prajurit kuat itu.

Di ada di sana, penguasa dari stratum tertua dari kegelapan yang ada di seluruh alam semesta ini.

Kurasa Metatron dari ‘Eden’ dan Demon peringkat tertinggi pun tidak akan bisa melawan sosok sang raja saat berada di pulau ini.

[‘Fourth Wall’ bergetar saat melihat sosok itu menaikkan salah satu alisnya.]

[‘Wall that Decides Samsara’ menunjukkan ketertarikannya padamu.]

Tsu-chuchuchuchut!

Ada tiga sosok di dunia ini yang memiliki eksistensi dinding sama sepertiku. Pertama, Jang Hayoung yang memiliki ‘Unidentifiable Wall. Yang kedua Metatron, pemilik dari ‘Wall Dividing Good and Evil. Dan yang ketiga, ‘Guardian of Mandala’ pemilik dari ‘Wall that Decides Samsara’.

“Begitu ya. Anda memiliki salah satu bagian dari ‘Final Wall’. Dan sepertinya Nirvana terjebak di dalam sana, bukan begitu?”

“Benar sekali.”

“Dia adalah anak baik yang bisa menjadi Budha yang hebat. Sayang sekali dia bertemu dengan anda dan harus meninggalkan jalan Budha.”

“Kurasa orang yang bersangkutan merasa puas hidup dalam dinding milikku.”

Tiba-tiba Han Sooyoung yang berdiri di sebelahku memotong percakapan kami.

“Tunggu sebentar…. Apa mungkin kau itu Budha? Budha yang itu!?”

“Ada banyak tipe Budha di dunia ini. Saya hanya salah satu dari mereka.”

Han Sooyoung memasang ekspresi tidak percaya saat mendengar jawaban itu.

Ya, reaksi itu sangat normal. Apalagi mengingat jika sosok yang ada di depannya mengaku sebagai Budha. Sosok itu kemudian tersenyum padaku dan berkata.

“Saya sudah melihat ceritamu sejak lama, Bodhisattva*.”
*) Ok. Correct me if I’m wrong…. Tapi aku juga tanya google sih. Budha sama Bodhisattva itu beda. Kalau Budha itu sosok yang sudah mencapai pencerahan.. hm, mungkin gampangnya dia udah jadi dewa. Tapi kalau Bodhisattva itu dia yang sudah mendapat pencerahan tapi belum jadi dewa karena alasan tertentu.

“Maaf, aku tidak pernah ingat pernah menerima sponsor darimu?”

“Ada Konstelasi yang suka menunjukkan tatapan mereka dan memamerkan otoritas mereka. Tapi ada juga eksistensi yang diselubungi selimut misteri. Persembahan untuk Budha yang sesungguhnya bukan sebuah sponsor, tapi perenungan yang dilakukan secara terus menerus.”

“Bilang saja kalau anda selalu menonton tanpa membayar apa-apa. Baiklah, apa yang anda inginkan dariku?”

“Apa yang saya inginkan? Apa anda yakin jika saya lah yang menginginkan sesuatu darimu, Bodhisatwa?”

Aku mengalihkan tatapanku pada sebuah lonceng raksasa yang ada di tengah ruang meditasi. di tengah-tengah lonceng yang tembus pandang itu aku bisa melihat sebuah jiwa yang diselimuti cahaya terang.

Aku tahu jiwa milik siapa itu.

“Meski saya tidak memintanya, saya tahu anda sudah memutuskan untuk mereinkarnasi jiwa Yoo Sangah-ssi.”

“…..”

“Anda bahkan mengundang kami ke tempat ini dan mengizinkan kami memulihkan diri. Anda melakukan itu meski saya tidak meminta pertolonganmu.”

“Semua itu hanyalah jalan yang harus saya lalui untuk mencapai pencerahan.”

“Saya mendapatkan banyak pelajaran saat berinteraksi dengan para Konstelasi. Salah satu pelajaran yang tidak akan saya lupakan adalah tidak ada Konstelasi di alam semesta ini yang melakukan sesuatu tanpa mengharapkan imbalan apapun darimu.”

“Bodhisattva, anda terlalu cepat mengambil keputusan. Hanya mereka yang percaya pada pengecualian dari semua hal yang bisa melihat akhir dari skenario ini.”

Aku melirik biksu prajurit itu dengan tajam selama beberapa detik dan kemudian menunjuk lonceng yang ada di tengah ruangan meditasi. Aku berkata padanya, “Kumohon jangan kurung Inkarnasi Yoo Sangah di pulau ini. Dia lebih berharga dari apa yang anda bayangkan.”

“Semua makhluk yang bereinkarnasi di pulau ini akan menjadi bagian dari pulau untuk selama-lamanya.”

Aku menggelengkan kepalaku. “Seperti yang baru saja anda katakan. Selalu ada pengecualian untuk semua hal, benar begitu kan? Dia bisa melanjutkan jalan yang sudah ditinggalkan oleh Nirvana. Jadikan Inkarnasi Yoo Sangah sebagai ‘Arahat’ yang baru.”

‘Arahat’ atau ‘Seeker of the Truth’ tidak bisa dikurung dalam ‘Island of Reincarnation’. Mereka bebas berkelana dalam dunia skenario dan melanjutkan siklus reinkarnasi mereka.

“Saya bersedia membuat pertukaran jika anda bersedia melakukannya.”

“Membuat pertukaran, hm…. Apa anda percaya jika anda mengetahui harapan seperti apa yang dia miliki?”

“Harapannya adalah menghentikan ‘Great War of Saints and Demons’, kan?”

“Ya, sungguh harapan yang sia-sia. Tubuh ini tidak memiliki hasrat pada cerita-cerita yang saling bersebrangan seperti ‘Baik’ dan ‘Buruk’.”

“Anda tidak peduli meski dua cerita itu akan memporak-porandakan pulau ini?”

Biksu prajurit itu tersenyum seakan pertanyaanku adalah sesuatu yang lucu.

‘Guardian of Mandala’ tidak termasuk ke dalam kubu ‘Baik’ ataupun kubu ‘Buruk’. Jika aku boleh menggambarkannya dengan kata-kata, dia adalah sosok yang paling dekat dengan ‘ketiadaan’. Karena itu tidak mungkin ada Konstelasi dari kubu ‘Baik’ dan ‘Jahat’ yang bisa tumbuh dalam teritori kekuasaannya.

“Aku akan menghentikan ‘Great War of Saints and Demons’.”

“Anda percaya bisa melakukannya hanya dengan kekuatan yang anda miliki itu?”

Ceritakulah yang menjawab pertanyaan dari biksu prajurit itu.

[Cerita raksasa ‘Demon World’s Spring’ berteriak keras!]

[Cerita raksasa ‘Torch that Swallowed the Myth’ menggeram marah!]

Saat dua cerita raksasa itu aktif, udara di sekeliling kami terasa sangat berat.

Jika tebakanku benar, ‘Guardian of Mandala’ tidak akan bisa menolak tawaranku. Alasannya, dia tidak bisa mengambil bagian dari ‘Great War of Saints and Demons’ yang akan segera dimulai.

Sebagai sosok yang tidak berafiliasi dengan kubu ‘Baik’ dan ‘Jahat’, dia tidak memiliki alasan untuk masuk ke dalam pertempuran itu.

“…. Apakah menjadikan Inkarnasi bernama Yoo Sangah ini menjadi ‘Arahat’ baru saya adalah satu-satunya keinginan anda, Bodhisattva?”

“Ada satu lagi.”

“Kau sangat rakus, Bodhisattva.”

“Izinkan anggota nebulaku memulai Perang Besar ini di area yang kami inginkan. Sebagai master dari pulau ini, setidaknya anda bisa melakukan intervensi seperti itu, iya kan.”

Di momen yang sama, aku merasakan aliran energi sihir yang sama-samar di seluruh penjuru kuil. Energi sihir itu muncul tiba-tiba seakan ingin membuatku sadar akan keberadaannya. Energi itu memang terasa aneh, tapi tidak ada aura mengancam atau niat membunuh darinya. Meski begitu aku berharap dia tidak mendekat kepadaku lebih dari ini.

[‘Fourth Wall’ aktif dengan sangat kuat!]

[‘Wall that Decides Samsara’ berdecih pelan.]

Beberapa saat kemudian, ‘Guardian of Mandala’ menganggukkan kepalanya.

“Saya setuju dengan permintaanmu, Bodhisattva. Sayangnya, tidak mungkin seluruh anggota nebula anda memulai di area yang anda inginkan di Main Island.”

“Jika begitu, bisakah saya meminta anda untuk setidaknya mengirimkan inkarnasi Lee Gilyoung dan Shin Yoosung ke sana?”

“Hm…. Kemana kau ingin aku mengirimkan mereka?”

“Ke Next City.”

“Next City, begitukah…. Ya ampun Bodhisattva, mungkinkah….”

Jika yang ada di depanku benar-benar ‘Guardian of Mandala’, dia pasti sudah menyadari apa yang sedang kurencanakan sekarang.

Main Island dari ‘Isle of Reincarnators’ adalah tempat dimana cerita dari Generasi ke-3 membeku. Karena genre cerita Generasi ke-3 lebih luas daripada Generasi ke-1 dan 2, titik awal mu memulai perjalanan akan menjadi faktor penting untuk mendapatkan cerita tidak terduga.

Meski yang lain tidak bisa, setidaknya aku harus memastikan dua anak itu memulai di ‘Next City’.

“…. Sebagai gantinya, semua teman anda yang lain akan memulai di Lokasi yang sudah saya pilih, setuju.”

“Baiklah.”

Han Sooyoung yang sejak tadi berdiri di sebelahku, terus mengamati tanpa mengatakan apa-apa. Tapi setelah dia mendengar jawabanku dia mengirimkan pesan seperti ini.

HSY: Hai, kau. Apa yang akan kau lakukan jika si botak ini mengirim kita ke tempat aneh?’

Biksu prajurit itu melihat kami berdebat sebentar dan kemudian menunjukkan senyum aneh pada kami berdua. “Bodhisattva yang terhormat, saya benar-benar menikmati semua ceritamu. Tapi… sayangnya cerita yang sudah anda kumpulkan hingga detik ini belum cukup untuk melawan nebula-nebula lain yang mengikuti Great War of Saints and Demons.”

Sepertinya Han Sooyoung agak tersinggung saat mendengar kata ‘belum cukup’ itu, karenanya dia langsung menjawab dengan nada sinis. “… Sepertinya kau belum dengar berita dimana kami menghancurkan ‘Olympus’ beberapa waktu yang lalu.”

“Cerita yang sudah dikumpulkan oleh Bodhisattva yang terhormat memang sangat luar biasa, tapi mereka belum melewati ujian dari waktu itu sendiri.”

Sedetik kemudian, tubuhku dan tubuh Han Sooyoung langsung diselimuti oleh cahaya yang sangat terang.

[Konstelasi ‘Guardian of Mandala’ telah menyetujui kepindahanmu ke area skenario selanjutnya.]

[Kepindahan ke area skenario selanjutnya telah dimulai!]

…. Eh, tiba-tiba sekali…?

Ini memang agak mengejutkan, tapi aku berusaha untuk menenangkan diriku.

Akhirnya, aku pergi ke Lokasi dari cerita raksasa ketiga untuk menyempurnakan ‘klimaks’ itu.

Kemungkinan besar semua teman seperjuanganku juga sedang melakukan perpindahan sama sepertiku. Aku menoleh ke arah Han Sooyoung yang ternyata sedang menatapku.

“Kim Dok-Ja.”

Aku langsung mengulurkan tanganku padanya dan berkata, “Lakukan yang terbaik. Aku akan segera menemuimu secepat yang kubisa.”

“… Ya, oke.”

Sesaat setelah kepalan tangan kami saling bertemu, tubuh Han Sooyoung langsung menghilang di balik cahaya. Dan saat aku melihat sosoknya yang mulai menghilang itulah aku sadar jika aku sudah menganggapnya sebagai teman seperjuanganku yang sesungguhnya.

Sama seperti Yoo Joonghyuk. Han Sooyoung juga menjadi eksistensi yang tidak tergantikan jika aku ingin meraih ending yang kuinginkan.

Dalam perjalanan menuju tempat ini aku sudah berhutang banyak padanya. Karen itu sekarang adalah waktu yang tepat bagiku untuk membayarnya.

< Sayangnya, Kim Dokja benar-benar tidak tahu. >

Di saat yang sama, layar smartphoneku mulai bersinar. Kalimat dari halaman yang belum kubaca tiba-tiba muncul dan memberikan prediksi masa depan yang mengerikan.

< Kim Dokja tidak tahu jika saat dia bertemu lagi dengan Han Sooyoung … >

Tunggu. Tunggu sebentar.

< 50 tahun telah berlalu. >

….. Huuuuhh!!??

 

Chapter 372     Daftar Isi     Chapter 374


Komentar

Postingan Populer