ORV Chapter 374: Episode 71 – 50 years later (2)
Disclaimer: Novel ini bukan punya saya
Orv 374
50 tahun!? Apa-apaan itu!?
Saat pandanganku mulai kabur, aku bisa melihat senyum tipis di
wajah biksu prajurit itu.
“Bodhisattva yang terhormat. Saya mohon, bertahanlah dari ujian
yang diberikan oleh waktu itu sendiri.”
[Transfer ke Main Island telah dimulai!]
[‘Wall that Decides Samsara’ mulai menginvestigasi informasi dari
cerita-cerita yang kau miliki!]
[Investigasi telah selesai dilakukan!]
[Lokasi skenario untukmu dan teman seperjuanganmu telah
ditentukan.]
Ini adalah pesan terakhir yang kuterima sebelum kesadaranku
menghilang.
[Sub-skenario: ‘Genre Selection’ telah dimulai!]
***
Ricardo menatap cairan hitam yang memenuhi gelasnya sambil
mengingat kembali semua memori masa lalunya.
< “Meski anda sudah berlatih selama 50 tahun, akan sulit bagi anda
untuk menjadi penyihir kerajaan.” >
Itu adalah kata-kata yang pernah dia dengar saat pertama kali
belajar sihir.
< “Sepertinya anda juga tidak punya kualitas yang cocok untuk
menjadi seorang peneliti.” >
Itulah yang dikatakan oleh peneliti nomor satu di Kerajaan
Kaixenix yang datang untuk mengajarinya.
< “Tangan dan lengan anda tidak cocok untuk memegang pedang.”
>
Dan itu yang dia dengar saat dia memegang pedang untuk pertama
kalinya di tempat latihan pedang yang ada di sekolah berpedang Kerajaan.
< “Beberapa orang memang seperti itu. Yang paling penting
adalah untuk tidak menyerah dan terus berjuang sampai akhir, nak.” >
Ayah Ricardo, Verchen Von Kaixenix berkata seperti itu.
Meski begitu kata-kata sang ayah tidak bisa meredakan kekecewaan
yang diterima oleh Ricardo. Laki-laki yang tidak memiliki bakat dan keinginan
untuk melakukan apapun tidak akan bisa dihibur dengan kata-kata seperti itu.
Meski dia tidak memiliki bakat, dia harus tetap berjuang? Memangnya
akan jadi apa dia di masa depan jika dia terus hidup dengan cara seperti itu?
Pada akhirnya Ricardo hanya bisa mabuk-mabukan setiap hari. Dia mulai
bergaul dengan preman-preman dan menggunakan narkoba. Dia bahkan kecanduan judi
dan sudah menghabiskan banyak uang keluarga demi hobi buruknya itu.
Dia bahkan pernah jatuh cinta. Ya, dahulu kala.
Wanita yang disukainya itu lebih tua beberapa tahun darinya dan
dia adalah wanita tercantik yang ada di Kerajaan Kaixenix. Sayangnya, wanita
itu sudah menikah dengan kakak tertuanya.
Ricardo menatap cairan hitam yang ada di gelasnya dan kemudian
bergumam.
“Sebaiknya aku mati saja.”
Ini adalah kali pertama dia menenggak pil keberanian di sepanjang
hidupnya yang pendek.
Dia memegang gelas itu dengan erat dan langsung menenggak habis
isinya seakan cairan yang ada di dalam gelas itu hanya wine biasa. Efeknya
langsung muncul tidak lama setelah dia meminumnya. Warna kulitnya menjadi pucat
kehitaman, kemudian tangan dan kakinya mulai kehilangan kekuatan hingga tidak
bisa digerakkan lagi.
4 jam kemudian.
Jiwa lain terbangun dalam tubuh Ricardo.
***
Di samping ‘Cara Bertahan Hidup’, aku sudah membaca banyak
novel-novel lain. Saat aku masih kecil aku membaca banyak novel bagus yang
direkomendasikan oleh ibu. Lalu, saat aku beranjak dewasa aku mulai memilih
sendiri novel yang ingin kubaca.
Web-novel pertama yang kubaca dulu dimulai dengan protagonisnya
yang mengeluhkan nasib buruknya dan mati begitu saja, akan tetapi beberapa saat
kemudian dia kembali hidup seakan tidak ada yang terjadi padanya beberapa detik
sebelumnya.
Sama seperti saat ini.
“Hoooeeekk!!!”
“Yang mulia! Pangeran Ricardo! Apa anda baik-baik saja, Yang Mulia!?”
Seseorang sedang menepuk-nepuk punggungku hingga aku memuntahkan
semua isi perutku.
Aku mengelap bibirku dan mengangkat kepalaku. Sesaat kemudian aku
melihat sebuah cermin, dan wajah yang terpantul di sana terlihat sangat tampan
meski kulitnya terlihat sedikit pucat.
…. Wajah yang terpantul di sana memang wajahku, tapi ada sesuatu
yang membuatnya terasa aneh.
Siapa aku ini?
….Ricardo….?
< “Kau mungkin sudah tahu soal ini, tapi aku bukan Prophet.
Tidak, aku bukan sosok yang layak dipanggil dengan sebutan seperti itu.” >
Aku…
< “Aku juga bukan ‘Demon King of Salvation’. Aku juga bukan
‘King of a Kingless World’.” >
Aku…?
< “Usiaku 28 tahun….. Tunggu. Usiaku 28 saat semua ini dimulai.
Dlu aku bekerja di sebuah Perusahaan game. Hobiku membaca web-novel…” >
[Ceritamu memberikan perlawanan pada Cerita Raksasa yang mengatur
jalannya cerita dunia ini!]
[Skill eksklusif ‘Fourth Wall’ aktif dengan sangat kuat!]
I slowly closed my eyes before opening them again, and was
immediately overcome with the sensation of the world separating itself from me.
Aku menutup mataku selama beberapa detik sebelum membukanya
perlahan. Kepalaku terasa sangat sakit dan aku merasa seakan dunia ini sedang
mencoba melelehkan jiwaku.
[‘Fourth Wall’ telah menghentikan penyatuanmu dengan karakter yang
sedang kau rasuki.]
[Karena efek dari ‘Fourth Wall’, ego mu berhasil dipertahankan.]
[Probabilitas pulau merasa curiga dengan perbedaan yang terjadi
padamu.]
I was greeted by the feelings of an unfamiliar body. This one
didn’t belong to me.
Sesaat setelahnya aku baru menyadari jika tubuh ini terasa sangat
tidak familiar untukku. Ya, tubuh ini bukan milikku.
< “Namaku Kim Dokja.” >
Kesadaranku berhasil kembali sepenuhnya, dan di saat yang sama
rantai ingatan di dalam otakku mulai terorganisir. Aku sedang mengikuti skenario
‘Great War of Saints and Demons’ dan aku baru saja masuk ke dalam Main Island.
Tempat ini dipenuhi dengan berbagai macam spektrum cerita generasi
ke-3. Ada banyak sekali cerita dari berbagai macam genre yang bisa kau temukan
di seluruh dunia. Dan salah satunya sedang terjadi tepat di depan mataku.
“….. Isekai. Transmigrasi.”
Tsu-chuchuchuchut!
[Kata yang tidak sesuai dengan setting dunia ini telah diucapkan!]
[Penalti akan diberikan pada pelaku!]
Saat aku terbangun untuk yang kedua kalinya, 2 jam telah berlalu.
***
“Yang Mulia, apa anda sudah merasa lebih baik?”
Aku merasa ada seseorang yang memanggilku, tapi aku tidak bisa
memastikannya karena pikiranku masih terasa penuh dengan kabut.
“…. Bolehkan aku minta air putih? Terimakasih.”
[Kalimatmu tidak sesuai dengan setting dunia ini!]
[Penalti akan….]
“…. Beri aku air putih.”
“Baik, Yang Mulia.”
Setelah menghabiskan air putih itu dalam beberapa tegukan, aku
bisa merasakan rasionalitasku perlahan mulai kembali. Isi kepalaku masih campur
aduk, tapi aku masih bisa mengetahui apa yang sedang terjadi saat ini. Ya, aku
sedang merasuki tubuh seorang laki-laki yang sudah hidup selama 30 tahun.
< Di beberapa area tertentu di ‘Main Island’, kata dan kalimat
yang tidak sesuai dengan setting dunia tidak boleh diucapkan. >
Aku bisa mengingat beberapa hal soal ini yang ada dalam novel Cara
Bertahan Hidup meski tidak banyak yang tertulis di sana. Ya, novel ini memang
memiliki fitur ini di salah satu arc nya.
Ini adalah ‘Skenario Transmigrasi’.
Mulai sekarang aku akan menyelesaikan skenario ‘Great War of
Saints and Demons’ dari sudut pandang orang ini.
[Kau tidak bisa memanggil dokkaebi di area skenario.]
[Kau tidak bisa menerima pesan dari Konstelasi saat berada di area
skenario.]
…. Tidak hanya itu. ada banyak batasan aneh di tempat ini. Jujur,
ini berbeda jauh dengan perkembangan cerita skenario ‘Great War of Saints and
Demons’ yang kuketahui.
“Sepertinya aku harus mengumpulkan informasi dulu.”
[Kau telah melakukan aksi yang cocok dengan karakter dari tubuh
yang kau rasuki.]
[Pemahamanmu tentang tubuh yang kau rasuki semakin meningkat.]
Aku langsung menggali lagi ingatanku tentang tempat ini dari novel
cara Bertahan Hidup.
< Kerajaan Kaixenix. Ini adalah Kerajaan dari para pahlawan
yang berperan besar dalam peperangan Age of Saints and Demons. >
Sayang aku tidak bisa mengingat informasi berguna dari novel Cara
Bertahan Hidup. Kenapa aku harus berada di area yang tidak banyak diceritakan
dalam novel!?
Tapi, aku juga tidak bisa bilang jika ini adalah tempat yang asing
untukku…
Apa ini karena ingatan dari laki-laki yang sedang kurasuki ini?
[Skill eksklusif ‘Character List’ diaktifkan!]
Now originally, I couldn’t see my Attribute Window. However, if it
was the one belonging to the host body that I took over, then….
Normalnya aku tidak akan bisa melihat layar atribut milikku. Akan tetapi,
karena saat ini atribut itu adalah milik dari laki-laki yang sedang kurasuki…
+
[Informasi Karakter]
Nama: Ricardo Von Kaixenix (Kim Dokja_
Usia: 31 tahun
Konstelasi sponsor: Tidak ada {saat ini ada ‘1’ Konstelasi yang
menunjukkan ketertarikan)
Atribut eksklusif: A Gifted Hoodlum
Skill eksklusif: Royalty’s Outer Appearance Lv.3, Soliloquy Lv.6, Roleplay
Lv.5
Stigma: Tidak ada
Keseluruhan status: Physique Lv. 10, Strength Lv.10, Agility Lv.10,
Magic Power Lv.10
Karakteristik: Kau sekarang berada dalam tubuh pangeran ke-4 dari
Kerajaan Kaixenix. Sayangnya, dia tidak memiliki bakat dalam segala bidang dan
tidak memiliki kemampuan bertarung yang mumpuni, termasuk seni berpedang,
sihir, dan lain sebagainya.
*Saat ini sedang berada dalam Kondisi Status Abnormal: ‘Dirasuki’
+
…. Kenapa tubuh yang kurasuki bisa sepayah ini?
Memang, pesan skenario berkata jika aku akan merasuki tubuh yang ‘setipe’
denganku. Tapi… bagian mana yang sama dariku dan pangeran ini?? Tidak hanya
itu, status fisik normalnya saja ada di level 10. Satu-satunya hal yang sama
antara aku dan dirinya hanya usia kami… tapi kan…
“Yang Mulia, apa anda sedang melakukan roleplay seperti biasanya?”
“Roleplay?”
“Terakhir kalinya anda melakukan ini, anda meniru Leluhur Pertama….
Dan sekarang anda mengenakan pakaian yang tidak pernah saya lihat sebelumnya.
Jika saya tidak salah ingat, pakaian anda mirip seperti cerita-cerita dari
Bumi.”
Aku menatap ke arah cermin tanpa banyak berpikir, dan ya… aku yang
ada di dalam cermin sedang mengenakan setelan yang terasa sangat familiar. Apakah
semua item dan peralatanku juga ikut ditransfer ke dalam tubuh pangeran ini?
Aku menjawab pertanyaan butler itu dengan nada datar. “Ini pakaian
seorang Demon King.”
“…. Demon King, Yang Mulia?”
Aku mulai merogoh saku mantelku, dan untungnya semua item yang
kumiliki masih berada di sana. Aku langsung mengambil smartphoneku untuk
mencari informasi. Dan untuk melakukannya aku harus membuka novel Cara Bertahan
Hidup.
Tsu-chuchuchut!
[Item yang sedang kau pegang tidak sesuai dengan setting dunia
ini, karena itu item tidak bisa digunakan.]
…. Sialan kau.
Butler itu pasti mengartikan apa yang kulakukan sesuai dengan apa
yang dia ketahui tentang pangeran ini, karenanya dia hanya berkata, “Baiklah
kalau begitu, Yang Mulia. Anda bisa menikmati roleplay anda untuk sekarang.
Tidak lama lagi Yang Mulia Raja akan segera memanggil anda.”
Setelah berkata seperti itu, si butler langsung pergi keluar dan
meninggalkanku sendirian dalam ruangan kecil ini.
< Kim Dok ja ke se pi an. >
Ya, setidaknya kau masih ada di sini bersamaku. Kira-kira apa yang
terjadi pada teman-temanku yang lain ya…
Dari pesan terakhir yang kuterima, kemungkinan besar mereka semua berada
di area yang sama denganku. Setelah berpikir selama beberapa saat aku langsung
membuka layar skenario dan tidak lama setelahnya ada banyak pesan yang masuk ke
dalam sistemku.
[Kau sudah memasuki skenario Main island ‘Kerajaan Kaixenix’.]
[‘Kerajaan Kaixenix’ saat ini sedang terpisah dari ruang dan waktu
tempat terjadinya skenario utama ‘Great War of Saints and Demons’.]
[Kau bisa melanjutkan perjalanan menuju skenario utama ‘Great War
of Saints and Demons’ setelah menyelesaikan area sub-skenario ini.]
Mungkinkah aku harus membangun pasukan di sini agar bisa ikut
serta dalam skenario ‘Great War of Saints and Demons’? Apakah itu artinya tempat
ini akan menjadi fondasiku agar bisa mengikuti skenario itu?
[Kau tidak bisa melihat informasi skenario untuk saat ini.]
[Plot dari sub-skenario ini akan berubah tergantung dari rute mana
yang akan kau pilih.]
Rute yang kupilih?
Tidak… tunggu sebentar. Setidaknya aku harus tahu apa yang akan
terjadi jika aku gagal di sini kan? Jika aku mengetahuinya, setidaknya aku bisa…
[Kau tidak akan gagal menyelesaikan skenario ini selama kau tidak
mati.]
Wah, baru kali ini aku mendapatkan skenario seperti ini.
Dari pesan itu aku akhirnya percaya jika aku tidak akan gagal
selama aku bisa bertahan hidup di sini.
Untuk itu aku memilih untuk duduk sebentar sambil menganalisa
semua hal yang beru saja terjadi padaku.
Namaku di dunia ini adalah Ricardo Von Kaixenix.
Karena skenario ini dibuat berdasarkan premis ‘transmigrasi, aku
harus bisa bersikap seperti pangeran yang tubuhnya sedang kurasuki ini.
Prioritas utamaku saat ini adalah mencari semua anggota dari ‘Kim
Dokja’s Company’. Kemungkinan besar mereka juga akan merasuki tubuh orang lain,
karena itu…
“Pangeran, apa anda ada di dalam? Ini saya, KsatriaBilston.”
Saat aku sedang berpikir keras, seseorang mengetuk pintu
ruanganku.
KsatriaBilston Framer. Jika ingatan Ricardo masih bisa dipercaya,
dia adalah ksatriayang ditunjuk untuk melindungiku.
“Yang Mulia Raja memanggil anda.”
Saat Bliston membuka pintu ruanganku dan masuk ke dalam, aku
langsung merasakan sesuatu yang tidak biasa. Laki-laki yang berdiri di depanku
adalah seorang ksatriaberusia kurang lebih 40 tahun dengan jenggot di wajahnya.
Seharusnya aku tidak akan merasa familiar dengan sosok sepertinya…. Tapi…
[Ceritamu sedang berinteraksi dengan individual tertentu!]
[Atribut eksklusif ‘Skenario Interpreter’ menunjukkan efeknya!]
Saat ini, wajah ksatriaitu mulai berubah di mataku.
< “Kim….-ssi…” >
Suara yang sangat kukenal itu masuk ke dalam kepalaku. Ah, rasanya
sudah lama sekali sejak aku terakhir kali mendengar suaranya.
< “Dulu, saat aku masih menjadi prajurit, ada sebuah insiden
dimana aku kehilangan cartridge senjata apiku.” >
Cerita yang terakumulasi di dalam tubuh laki-laki itu sedang
berbicara padaku. kata dan kalimat yang tampaknya sudah kehilangan kekuatan itu
sekarang sedang mencoba untuk mengatakan sesuatu padaku.
< “Aku sudah bersumpah untuk tidak akan pernah menghilangkannya
lagi.” >
Aku tahu cerita milik siapa ini.
“… Lee Hyunsung-ssi?”
Saat aku memanggil namanya, Lee Hyunsung langsung menatap mataku.
[Individual yang ada di depanmu tidak mengerti apa yang baru saja
kau katakan.]
“Ini benar kau kan? Lee Hyunsung-ssi?”
[Individual yang ada di depanmu tidak mengerti apa yang baru saja
kau katakan.]
[Sistem dunia mengingatkan agar kau bersikap sesuai dengan peran
yang diberikan kepadamu.]
Lee Hyunsung yang awalnya menatapku dengan tatapan kosong,
sekarang tersenyum canggung dan bertanya balik. “Hyunsung? Haha, apa anda masih
belum selesai melakukan roleplay, Yang Mulia? Apa saya boleh bertanya siapa
yang sedang anda tiru sekarang?”
Sepertinya Lee Hyunsung tidak bisa mengenaliku. Ya, ekspresi wajahnya
berkata seperti itu padaku.
Karena itu aku memutuskan untuk memanggil namanya di dunia ini. “Tuan
Bilston.”
“Ya, Yang Mulia Pangeran.”
“Apa kau tidak mengenali pakaian ini?”
“Hm… Menurut saya, itu adalah pakaian pada Demon Hunter? Atau
mungkin anggota Revolusionari…?”
Meski wajahku saat ini berbeda dengan wajah asliku, tapi pakaian
yang kupakai saat ini adalah mantel putih yang selalu kugunakan. Jika laki-laki
ini benar-benar Lee Hyunsung, dia pasti mengenali mantel ini.
Tapi, jika dia masih tetap tidak bisa mengenalinya, itu artinya…
[Skill eksklusif ‘Character List’ telah diaktifkan!]
+
[Informasi karakter]
Nama: Bilston Framer (???)
Usia: 43 Tahun
Konstelasi sponsor: Tidak ada
Atribut eksklusif: Loyalty, A Honourable Knight
Skill eksklusif: Rapid Reaction Force Lv.8, Kingdom’s Royal
Swordsmanship Lv.8
Stigma: Tidak ada
Keseluruhan status: Physique Lv.80, Strength Lv. 80, Agility Lv.
80, Magic Power Lv. 80
Karakteristik: Dahulu kala, ada dua jiwa yang hidup dalam tubuh
ini. Dia tahu jika dirinya adalah ksatriadi kerajaan ini, tapi di waktu yang sama
dia adalah tameng milik orang lain. Tameng itu menunggu pemiliknya muncul. Dia menunggu,
menunggu, dan terus menunggu. Pada akhirnya, sang pemilik datang di depan
tameng itu setelah sekian lama, akan tetapi tameng itu sudah tidak bisa lagi
menjalankan perannya.
+
Sesaat setelah membaca penjelasan yang ada di kendela atribut, aku
teringat dengan peringatan yang diberikan Yoo Hosung.
“Saat kau sampai di Main islan, berhati-hatilan dengan ‘Cerita
Raksasa’.” Ucapnya.
“Kalau cuma Cerita Raksasa, kurasa aku sudah bisa mengendalikannya
sekarang.”
“Maksudku bukan begitu. Di sana kau akan bertarung melawan Cerita
Raksasa itu sendiri.”
Saat ini aku baru bisa memahami apa yang dimaksud Yoo Hosung saat
itu.
Aku mengangkat wajahku dan merasakan pergerakan dari probabilitas
raksasa yang menyelimuti seluruh Kerajaan ini. Ya, ada sesuatu yang sedang
menatapku. Sesuatu yang bukan Konstelasi maupun Demon King.
[Cerita Raksasa ‘Kerajaan Kaixenix’ sedang menatapku dengan
tajam.]
Aku mengepalkan tanganku dan menggigit bibirku.
Lee Hyunsung yang masih belum sadar terus bergumam sendiri. “Hmm…
jika itu bukan pakaian para Revolusionari… apakah itu dari Kerajaan tetangga?”
Lee Hyunsung yang kukenal sudah hilang, ditelan oleh dunia ini.
Chapter373 Daftar Isi Chapter 375

Komentar
Posting Komentar