ORV Chapter 372: Episode 70 – A Story That Can’t Be Shared (4)

 Disclaimer: Novel ini bukan punya saya


Orv 372

Sesaat setelah aku tersadar, aku langsung mengaktifkan skill ‘Omniscient Reader’s Viewpoint’ milikku.

< “Jadiiii, cara untuk menyelesaikan ‘Midle Island No.4’ adalah…” >

Setelah Jung Heewon berhasil menguasai ‘Story Control’, wanita itu langsung masuk ke dalam skenario ‘Middle Island’ dan mulai membantai partisipan lain yang menyerangnya.

< “… Aku tidak tahu. Yah, kalau mereka menyerangku, aku akan membunuh mereka.” >

< “Jendral kami juga memiliki level sejarah tinggi, kalian tahu? Jangan meremehkan kami!” >

Setelah Jung Heewon mengaktifkan ‘Hour of Judgement’ dan Lee Jihye mengaktifkan ‘Demon Slaying’, mereka berdua langsung menggila di tengah medan pertempuran. Di waktu yang sama, Lee Gilyoung dan Shin Yoosung juga menyelesaikan skenario Middle Island dengan cara mereka sendiri.

< “Aku sudah menjinakkan ‘Invisible Wisp’. Ayo curi modifier orang itu dengan menggunakan ini.” >

< “Tapi kita cukup mengirim serangga-serangga ke sana, kan?” >

What a crafty method of clearing the skenario. So much so that I didn’t need to help them out at all.

Sungguh cara yang licik untuk menyelesaikan skenario ini. Mereka semua sangat hebat. Kurasa mereka akan baik-baik saja meski aku tidak datang untuk membantu.

< “Kuuuh, uugggh,,, aaaghhhh….” >

Lee Hyunsung yang terpisah dari rekan-rekannya dan memilih Middle island lain sekarang sedang diserang beramai-ramai oleh para Konstelasi dan Inkarnasi yang ada di sekelilingnya. Prajurit itu sekarang sedang meringkuk di tanah sambil terus melihat para penyerangnya dengan tatapan tajam, akan tetapi prajurit itu tiba-tiba berteriak dengan suara yang sangat keras.

< “Yang lebih menyedihkan dari sendirian di tempat yang tidak kau kenal adalah menyerah tanpa melakukan perlawanan!” >

Cahaya terang mulai memancar dari tubuh Lee Hyunsung dan beberapa saat kemudian para Konstelasi dan Inkarnasi yang mengelilingi laki-laki itu langsung terpental karena ledakan energi yang sangat besar.

Aku mengenal teknik itu. itu adalah salah satu teknik spesial yang dimiliki oleh Konstelasi ‘Master of Steel’—Impact Release. teknik itu bisa memberikan damage besar pada musuh dalam waktu singkat.

memang sangat kuat. Lihat saja Lee Hyunsung ini. Meski dia dipukuli sampai babak belur oleh banyak Konstelasi dan Inkarnasi, dia tetap bisa mengalahkan mereka dalam sekejap.

< [Karakter ‘Jang Hayoung’ telah mengaktifkan ‘Breaking the Sky Force Punch’!] >

Di sisi lain, Jang Hayoung juga sedang menyelesaikan skenarionya dengan kecepatan yang sangat luar biasa. Perkembangannya menjadi master dari ‘dindingnya’ juga berjalan dengan sangat lancar. Sejak awal Jang Hayoung memang memiliki bakat luar biasa dan dia juga bisa menguasai teknik yang dia pelajari dengan cepat.

< [‘Unidentifiable Wall’ mulai berevolusi!] >

‘Dinding’ Jang Hayoung terasa semakin stabil jika dibandingkan dengan saat kami terakhir bertemu. Lihat, sekarang dia bisa bebas berbicara dengan para Transender dan mempelajari kemampuan mereka melalui dinding itu. Jika dibandingkan, cara yang dia gunakan untuk mempelajari semua kemampuan para Transender itu mirip seperti kemampuanku mendapatkan informasi dari novel Cara Bertahan Hidup.

< [‘Unidentifiable Wall’ bisa merasakan kehadiranmu.] >

Seketika, pandanganku dipenuhi dengan noise yang mengganggu.

< [‘Unidentifiable Wall’ menatap ‘Fourth Wall’] >

[‘Fourth Wall’ balik menatap ‘Unidentified Wall’.]

Saat dua dinding itu saling tatap satu sama lain, pandanganku menjadi semakin kabur dan noise yang muncul menjadi semakin kuat.

“…. Akhir dunia ini semakin mendekat.”

Ketika pandanganku semakin buram, ada sebuah suara yang berbicara kepadaku.

“Kim Dokja, mereka akan pergi untuk mencarimu.”

***

Vrrr…

Saat kesadaranku mulai kembali, hal pertama yang kurasakan adalah getaran yang timbul dari smartphoneku. Aku langsung menyalakannya tanpa pikir panjang dan melihat tanggal yang muncul di layar.

Tanggal 15 Februari…

Karena kami sedang tidak berada di Bumi, perkiraan informasi cuaca yang biasanya muncul kini absen…. Bahkan aku tidak yakin apakah tanggal yang muncul di layar smartphone ku ini benar atau tidak. Jujur saja setelah aku berpindah dunia bahkan dimensi beberapa kali, konsep ruang dan waktu sudah kehilangan artinya.

Semua makhluk yang ada di Star Stream hidup di waktu-waktu yang berbeda satu sama lain. Biasanya itu yang terjadi, tapi sekarang…

Tanggal 15 Februari, ya?

Pikiranku mulai menyelam saat aku memikirkan arti tanggal ini, tapi pada akhirnya aku menyerah dan mematikan smartphoneku. Kepalaku terasa sangat pusing hingga aku tidak bisa berpikir jernih…. Oh, apa aku sudah mengatakan jika seluruh tubuhku juga terasa sangat sakit dan pegal?

Aku mengedipkan mata beberapa kali sambil menatap perban yang membebat bagian torsoku dengan erat.

…. Ada di mana aku sekarang?

Perlahan aku bisa melihat area di sekitarku. Pertama aku bisa melihat selimut putih bersih yang menutupi tubuh bagian bawahku. Kemudian aku juga bisa melihat pintu dengan dekorasi oriental yang terlihat sangat elegan.

Lalu aku menolehkan kepalaku ke arah jendela. Di sana berdiri satu orang yang sepertinya sedang memperhatikan sesuatu di luar sana. Tiba-tiba orang itu bertanya, “Kau sudah bangun?”

“Kau…!?”

Matanya melengkung jenaka, dan dia berkata, “Ah, jadi ini ya rasanya hidup lagi setelah mati?”

“Bukannya kau sudah…. mati…?”

“Iya kah?”

Isi otakku menjadi semakin kacau saat aku melihat seringai yang muncul di wajah Han Sooyoung. Aku kembali mengingat pertempuran malam itu, tepat sebelum aku kehilangan kesadaranku. Kematian Han Sooyoung di tangan Yoo Joonghyuk… aku yang bertarung melawan laki-laki itu… lalu tidak sadarkan diri setelah menerima serangannya… dan yang terakhir adalah percakapanku dengan Yoo Sangah di dalam perpustakaan…

Han Sooyoung berjalan ke arah tempat tidur dan langsung mencubit pipiku. “Aku tidak pernah tahu sebelum ini, tapi ternyata kau bisa bersikap imut juga ya, Kim Dokja.”

Only then did I realise that she played me for a sucker. I took a closer look and found a small IV needle stuck in her arm, too.

Di detik inilah aku sadar jika dia dan Yoo Joonghyuk sudah menipuku. Tapi, saat aku memperhatikan sosoknya dengan lebih seksama, aku bisa melihat jarum infus yang terpasang di tangannya.

“…. Kita ada di mana?”

“Kita ada di ruang tunggu Main Island. Ya, ‘laki-laki’ itu dan kastilnya ada di tempat ini.”

Saat Han Sooyoung menyebut soal ‘laki-laki’ itu, pikiranku langsung tertuju pada pesan yang muncul saat aku sedang bersama dengan Yoo Sangah.

[‘Master of the Island’ memanggil inkarnasi ‘Yoo Sangah’.]

Saat laki-laki itu membawa Yoo Sangah pergi, ada pesan lain yang muncul di depanku.

[‘Master of the Island’ memberikan undangan untukmu.]

King of Reincarnation. Protagonis ketiga dari novel ‘Cara Bertahan Hidup di Dunia yang telah Hancur’ telah mengundang kami untuk masuk ke dalam teritorinya.

“Tapi aku tidak berhasil menyelesaikan misi di Middle Island, kan? Bukannya aku harus menyelesaikan misi di sana agar bisa mengikuti skenario di Main Island?”

“Tidak. Kau berhasil menyelesaikan skenarionya.”

Aku langsung memeriksa log pesan milikku.

[Kau berhasil menyelesaikan Skenario Tersembunyi – Snatching Modifiers!]

[Hadiah karena telah menyelesaikan skenario ini telah disiapkan.]

Ternyata benar.

“Tapi… bagaimana bisa? Bukannya aku harus mendapatkan suku kata ‘Vil’ dari dia? Kalau begitu kenapa…”

Han Sooyoung langsung menunjuk kalung yang menggantung di leherku.

[Devil of Lust and Wrath]

Kalung dengan suku kata lengkap itu memendarkan cahaya lembut. Sesuatu seperti ini seharusnya tidak mungkin terjadi… ya kan. Seharusnya aku masih kekurangan satu suku kata untuk membentuk kalung modifier ini.

Han Sooyoung berkata, “Yoo Joonghyuk memberikannya padamu sebelum pergi. Dia bilang itu cuma sampah untuknya.”

…. Yoo Joonghyuk yang memberikannya kepadaku?

Tapi kenapa?

Kepalaku semakin sakit dan otakku mulai berputar, kemudian aku mengingat kata-kata terakhir dari Yoo Joonghyuk kepadaku.

“Yoo Joonghyuk. Mantan Regressor.”

Dia bukan Yoo Joonghyuk sang Regressor. Dia adalah mantan Regressor.

Kira-kira apa yang ada di dalam pikirannya saat dia mengatakan hal itu padaku?

“Dimana dia sekarang?”

“Dia ada di skenario berikutnya.”

Seketika ada perasaan sepi yang muncul dari dalam hatiku, tapi aku juga tidak bisa menutupi perasaan legaku ketika mendengar jawaban Han Sooyoung. Protagonis itu sudah pergi lebih dulu sebelum yang lainnya untuk menyelesaikan skenario selanjutnya.

“…. Memangnya siapa targetnya?”

“Kau baru saja bangun, tapi sudah banyak tanya. Menyebalkan sekali.”

Perlahan aku mendudukkan diriku di ranjang sambil mengedipkan mata beberapa kali seperti orang bodoh. Han Sooyoung langsung menunjuk ke arah dadaku. Saat aku melihatnya baik baik-baik, ada dua ‘Kalung Modifier’ di sana. Salah satunya adalah modifier milik Asmodeus ‘Devil of Lust and Wrath’, sedangkan yang satunya…

‘□□ of □□’

Kalung yang seharusnya tersusun dari suku kata yang membentuk modifierku sekarang dipenuhi oleh lubang kosong.

“Tidak mungkin, kan?”

“Mungkin saja.”

Yah, setidaknya dia meninggalkan suku kata ‘Of’ di kalungku. Sialan bajingan itu.

“Sekarang giliranku bertanya padamu. Apa Yoo Sangah masih ada di dalam dirimu?”

“…. King of Reincarnators sudah mengambilnya.”

“… Apa dia mengatakan sesuatu sebelum pergi?”

Aku susah payah berdiri dari tempat tidur dan berjalan terhuyung ke arah jendela. Setelah aku berdiri di samping Han Sooyoung, aku langsung menatap ke arah kota.

Para Reincarnator berjalan lalu lalang di jalan-jalan yang mengingatkanku dengan negara China kuno. Mereka yang ada di bawah sana mungkin adalah makhluk yang datang dari dunia lain…. Makhluk yang memilih untuk menjalani kehidupan baru dengan wajah dan nama yang baru di dunia ini.

“Dia bilang, ayo bertemu lagi di kehidupan selanjutnya.”

Bagiku kami mungkin tetap akan bertemu di kehidupan ini, tapi bagi Yoo Sangah…. Ya, kami akan bertemu di kehidupannya yang baru. Dia akan mendapatkan tubuh baru, identitas baru, dan hidup baru melalui kekuatan ‘King of Reincarnators’.

Dia akan mendapatkan kehidupan baru di dunia ini. Di dunia lain.

Kami berdua melihat jalanan yang ada di bawah tanpa mengatakan apa-apa, seakan kami berdua sedang mencari sosok Yoo Sangah yang mungkin bersembunyi di antara banyaknya makhluk di bawah sana.

Han Sooyoung tiba-tiba berkata, “Salju sudah turun.”

Aku langsung mendongakkan kepalaku. Ya, bunga salju mulai turun dari langit.

Seharusnya dunia ini tidak mengenal apa itu salju, tapi pemandangan di depan kami sangat cocok jika digambarkan sebagai salju.

Salju-salju itu berjatuhan bak cahaya bintang. Dan di balik awan sumber salju-salju itu, para Konstelasi sedang melihat kisah yang kubuat. Tidak ada pesan yang tertuju padaku, tapi aku masih bisa merasakan tatapan mereka kepadaku. Probabilitas yang sudah mereka kumpulkan sedikit demi sedikit sekarang tersebar di seluruh langit.

Aku menolehkan kepalaku dan mendapati Han Sooyoung sedang mengamatiku. Dia memegang kalung modifierku dan berkata sambil menyeringai. “Kurasa kau bukan lagi ‘Demon King’ of ‘Salvation’. Bukankah sebaiknya kau mencari nama modifier yang baru?”

Aku langsung mengingat Kembali hari-hari yang kuhabisakan sebagai ‘Demon King of Salvation’ .

Momen-momen itu memang tidak terlalu lama, tapi itu adalah momen paling brilian dalam hidupku.

Tiba-tiba tatapanku menjadi buram. Meski begitu aku masih bisa mendengar tawa Han Sooyoung.

“Apa sebaiknya kubuatkan satu untukmu? Mm…. nama apa yang cocok untukmu ya? Bagaimana dengan ‘I Pass Out Too Often-Man’ atau ‘Miraculous Piehole’… eh? He-hei, kenapa kau menangis?”

Aku bisa melihat wajahku yang terpantul di retina Han Sooyoung. Matanya membelalak karena kaget melihatku menangis.

Sebetulnya ada beberapa hal yang sangat ingin kutanyakan padanya.

Han Sooyoung juga seorang penulis novel, jadi mungkin dia bisa memberitahukannya padaku.

Katakan padaku jika aku sudah melakukan yang terbaik—apakah aku membuat keputusan yang benar atau salah, apakah aku bisa melihat ending yang kuinginkan…. Apakah aku bisa mencapai ending cerita ini atau tidak.

“Hai, kenapa kau menangis? Oke, ok. Aku mengerti, jadi berhenti menangis, ok. Cup-cup.”

Han Sooyoung tiba-tiba mulai merogoh kantong mantelnya. Beberapa sat kemudian, sesuatu yang berasa manis dan sedikit asam masuk ke dalam mulutku.

“Kenapa kau menangis di hari yang bagus seperti ini? Lihat, salju juga turun di luar sana…. Aku juga janji untuk membuatkan nama yang bagus untukmu, oke?” setelah mengatakan itu, Han Sooyoung langsung menghindari tatapanku dan melihat ke luar jendela.

Hari ini tanggal 15 Februari.

Itu tanggal yang tertera di smartphoneku. Akan tetapi, waktu di sini dan di Bumi tidak sama. Karena itu, mungkin tanggal yang muncul di smartphoneku hanyalah sebuah ‘eror’. Kebetulan saja smartphoneku menunjukkan tanggal itu, tapi tidak ada arti apa-apa di baliknya.

Dan jika…. Seandainya ada sebuah keajaiban yang terjadi dan tanggal di smartphone nya memang benar?

Jika begitu, hari ini adalah hari ulang tahunku.

Han Sooyoung menggosok matanya dan berkata, “Aku ingin bertemu dengan yang lainnya.”

Aku mengumpulkan semua kekuatanku untuk menjawab ucapannya, “…. Ya, aku juga.”

Smartphoneku tiba-tiba bergetar, seakan kata-kata yang baru saja kuucapkan menjadi sebuah sinyal penanda.

[Novel Revisi telah selesai diupdate.]

Sebuah hadiah yang dikirim oleh seseorang akhirnya sampai di tanganku.

[Tiga Cara Bertahan Hidup di Dunia yang Telah Hancur (Revisi Final).txt]

***

Di Tengah-tengah hujan salju yang turun perlahan dari langit, Yoo Joonghyuk sedang berdiri diam sambil terus menatap ‘Castle of Reincarnators’.

Harusnya Kim Dokja sudah sadarkan diri sekarang. Dan Yoo Sangah yang berada di tengah proses reinkarnasi pasti sudah bertemu dengan ‘Master of the Island’.

‘…. Wanita itu.’

Alis Yoo Joonghyuk menekuk tajam.

Dia tidak akan melupakan momen di mana kepalanya dihempaskan seseorang ke dinding misterius beberapa hari yang lalu. Saat itu dia dipaksa untuk melihat apa yang terjadi di dalam dinding tidak peduli seberapa besar badai prioritas yang terjadi. Dan saat itu jugalah dia menyaksikan fragmen cerita yang belum pernah dia lihat sebelumnya.

Beberapa fragmen sesuai dengan ekspektasi yang dia miliki, dan beberapa fragmen lainnya terasa baru untuknya. Beberapa fragmen bahkan membuatnya sangat terkejut.

Semua terjadi dalam sekejap, tapi itu sudah cukup untuk menemukan semua informasi dan jawaban yang selama ini dia cari.

“Secretive Plotter.”

Dia mendongakkan wajahnya ke arah satu Konstelasi yang ada di langit.

[Konstelasi ‘Secretive Plotter’ sedang menatapmu.]

‘Secretive Plotter’, Konstelasi yang pertama kali muncul di regresi ini. Dia adalah eksistensi misterius yang informasi atau bukti keberadaannya tidak bisa ditemukan di semua 1863 timeline.

[Konstelasi ‘Secretive Plotter’ sedang menatapmu.]

“Bukankah aku sudah cukup bermain dengan semua rencana yang sudah kau buat selama ini? Aku yakin aku punya hak untuk menanyakan satu atau dua hal padamu.”

‘Secretive Plotter’ tidak langsung menjawabnya. Namun begitu, beberapa saat kemudian sebagian langit tiba-tiba berubah menjadi gelap dan sebuah cahaya hitam langsung mengarah kepada Yoo Joonghyuk.

Tsu-chuchuchuchut!

Percikan probabilitas mulai menyelimuti tubuh Yoo Joonghyuk. Di saat yang bersamaan, ruang dan waktu yang ada di sekitarnya mulai terdistorsi.

Saat ini Yoo Joonghyuk berada di dunia yang dikuasai oleh ‘Master of the Island’. Normalnya tidak ada Konstelasi yang bisa menggunakan probabilitas sebanyak itu di tempat ini, tidak peduli seberapa tinggi level mereka. Akan tetapi ‘Secretive Plotter’ adalah eksistensi yang bisa melakukan itu dengan mudah.

Sebuah bayangan muncul dari dalam kegelapan.

“Apa yang membuatmu penasaran, boneka dari Most Ancient Dream?”

“Kenapa kau menunjukkan isi buku itu padaku?”

Bayangan ‘Secretive Plotter’ bergoyang pelan seakan dia sedang mengejek Yoo Joonghyuk.

Yoo Joonghyuk melanjutkan pertanyaannya. “Apa kau ingin aku merasa putus asa? Kau ingin aku membunuh Kim Dokja setelah membaca isi buku itu?”

“Mungkin ya. Mungkin juga tidak.”

“Kenapa kau membuat rencana seperti itu?”

“Kau pikir kau bisa memahaminya setelah mendengarkan jawaban dariku?”

Nada arogan ‘Secretive Plotter’ seakan menggambarkan jika makhluk rendah seperti Yoo Joonghyuk tidak akan pernah bisa mengerti meski dia sudah mengetahui kebenarannya.

Yoo Joonghyuk memberikan pertanyaan baru. “Kenapa kau mengirim Kim Dokja ke timeline 1863? Kenapa kau memintanya untuk membunuh ‘diriku’ yang ada di sana?”

“Karena skenario seperti itu sangat menyenangkan untuk ditonton.”

Bayangan itu kembali bergetar seakan pemiliknya sedang menertawakan Yoo Joonghyuk.

Yoo Joonghyuk tetap tenang dan mengucapkan apa yang ada di dalam pikirannya. “Semua rencana yang kau buat bertujuan untuk menghancurkan Kim Dokja.”

“Kenapa kau berpikir seperti itu? Apa kau punya alasan hingga sampai pada kesimpulan itu?”

“Mungkin aku memang memiliki alasan yang cukup bagus untuk itu.”

Konstelasi ini memiliki rasa permusuhan yang misterius pada Kim Dokja, dan di waktu yang sama dia juga tidak ada di naskah asli novel Cara Bertahan Hidup. Sama seperti Kim Dokja.

Yoo Joonghyuk telah mengerjar Konstelasi ini untuk waktu yang cukup lama. Dan sekarang dia bisa mendapatkan jawaban dari semua pertanyaan yang dia miliki selama ini.

“Secretive Plotter…. Apa kau ‘Kim Dokja’ dari masa depan?”

  

Chapter 371     Daftar Isi     Chapter 373


Komentar

Postingan Populer