ORV Chapter 358: Episode 67 – Forgotten People of the Skenario (3)

 Disclaimer: Novel ini bukan punya saya

💀💀💀💀💀💀💀

Lee Hyunsung berpikir. Mungkin ini yang dirasakan oleh kakeknya saat bertarung di Perang Vietnam.

Dia dipindahkan ke sebuah hutan rindang penuh pepohonan. Lee Hyunsung bersembunyi di antara pepohonan yang memiliki ukuran tidak biasa dan di saat itulah dia mengingat latihan survival yang pernah dia jalani.

‘Pergi ke Semak alang-alang sambil terus merangkak di atas tanah.’

Lee Hyunsung berjalan melalui hutan itu sambil merangkak dan juga merayap di atas tanah. Dia sebenarnya ingin berlari melintasi hutan, tapi dia menyadari ada sekelompok konstelasi yang sedang bergerak tidak jauh dari tempatnya bersembunyi.

Lee Hyunsung melihat seseorang bergerak dan dia langsung menyembunyikan dirinya di antara pangkal pohon sambil terus menahan nafas.

“Demon King of Salvation pasti memilih pulau ini.”

“Bagaimana cara kita membagi hadiahnya jika kita berhasil membunuhnya?”

“Yang berhasil menebas kepalanya akan mendapatkan separuh dari hadiah itu.”

Para konstelasi itu sedang berjalan sambil terus berbisik-bisik. Mereka semua sedang mengincar Kim Doka. Saat mendengarnya, Lee Hyunsung sangat ingin berlari dan membunuh mereka sekarang juga, tapi…

“Langsung berlari ke tengah pulau.”

Kim Dokja had told them. Only then could they survive this bloody survival game. This was the message of a man who knew the future of this world.

Kim Dokja sudah berkata pada mereka. Jika mereka mengikutinya, mereka pasti bisa bertahan dari survival game mengerikan ini, karena bagaimanapun itu adalah pesan yang disampaikan oleh orang yang mengetahui masa depan dunia ini.

Lee Hyunsung merasa jika dia harus menanyakan detail mengenai novel Cara Bertahan Hidup pada Kim Dokja. Semakin banyak informasi yang dia simpan dalam manualnya, maka itu akan semakin baik untuknya. Dia harus mengetahui apa yang terjadi pada dirinya di masa depan dan kehidupan macam apa yang sudah dia Jalani…

‘Ini bukan saatnya memikirkan hal yang tidak penting.’

Lee Hyunsung menepuk pipinya. Pasti ada alasan kenapa Kim Dokja tidak memberitahukan hal itu kepadanya. Sekarang yang harus dia lakukan adalah fokus untuk selamat dari skenario ini.

Srak. Ada sebuah suara yang muncul tidak jauh dari tempatnya berdiam. Tidak ada suara sama sekali, tapi sepertinya ada seseorang yang berjalan ke arahnya. Gerakannya terdengar sangat berhati-hati. Itu adalah gerakan seseorang yang mengetahui dasar survival di medan musuh, dan suara itu semakin mendekat padanya.

Srak. Jika mereka terus mendekati tempat ini, mereka pasti akan segera menemukan lokasi persembunyian Lee Hyunsung.

Lee Hyunsung mengeluarkan daggernya dengan wajah gugup. Kim Dokja sudah bilang agar mereka menghindari pertarungan, sebisa mungkin. Tapi sayang, hal seperti itu tidak mungkin bisa terjadi.

‘Jika aku tidak bisa menghindari mereka, aku harus berusaha keras untuk membunuh mereka.’

Di beberapa tahun terakhir, Lee Hyunsung sudah menjadi jauh lebih kuat berkat latihan personalnya. Sekarang dia bukan lagi prajurit yang memalingkan wajahnya dari ketidakadilan yang ada di skenario pertama.

Akhirnya, orang itu sampai di depannya…. Tapi ada yang aneh. Lee Hyunsung bisa melihat pola seragam taktis spesial yang sangat dia kenal.

Lee Hyunsung bergumam, “Heewon-ssi?”

“Uwah!”

Sword of Judgment muncul dari balik semak. Lee Hyunsung langsung menggerakkan pinggangnya untuk menghindari ayunan pedang sang wanita. Beberapa saat kemudian, kepala Jung Heewon muncul dari semak yang sama. “Hyunsung-ssi? Maafkan aku.”

“Tidak apa-apa. Apa kau baik-baik saja?”

Sayangnya mereka tidak bisa merasa lega dengan pertemuan ini. Lee Hyunsung menghela nafas saat melihat dua anak kecil yang menempel di pinggang Jung Heewon.

Mereka adalah Shin Yoosung dan Lee Gilyoung. Kedua anak itu terlihat pucat pasi, karena itu Lee Hyunsung bertanya, “Apa yang terjadi pada mereka?”

“Aku juga tidak tahu. Aku baru saja bertemu dengan mereka. Mereka pasti baru saja melihat sesuatu yang sangat mengejutkan.”

Sesuatu yang sangat mengejutkan. Ya, pulau ini adalah pulau yang sangat aneh. Heracles Shield yang ada di punggung Lee Hyunsung terasa lebih berat dari biasanya, padahal itu adalah item yang cukup ringan untuknya….

Lee Hyunsung menggendong Shin Yoosung dan berkata, “Kurasa kita harus segera pergi ke tengah pulau dan bertemu dengan Dokja-ssi.”

“Memangnya di mana pusat pulau ini?”

“Di arah tempat asap itu muncul…”

Lee Hyunsung menatap ke atas dan bisa melihat asap yang muncul dari balik pepohonan. Jaraknya tidak terlalu jauh. lee Hyunsung mulai bergerak bersama Jung Heewon. Prajurit itu mungkin merasa lega karena bertemu dengan partner yang bisa dia percaya, karena itu ritme langkah mereka menjadi jauh lebih cepat.

Setelah beberapa lama, Lee Hyunsung dan yang lainnya sampai di ujung hutan. Di depan mereka terdapat sebuah dataran yang cukup luas. Di balik daratan itu, mereka bisa melihat tempat asap itu berasal. Masalahnya ada banyak sosok yang berada di dataran itu.

Jung Heewon mengernyitkan alis dan bertanya pelan, “Menurutmu, apa mereka sedang mengejar kita?”

The constellations armed with weapons and star relics were searching around the field. Among them were people Lee Hyunsung had seen earlier.

Para konstelasi yang siap dengan armor dan star relic milik masing-masing terlihat seperti sedang mencari seseorang. Di antara mereka semua, Lee Hyunsung bisa melihat para konstelasi yang dia lihat dalam hutan.

“Jangan bertarung dan langsung lari. Lebih baik kita menghindari mereka semua, tapi…”

Saat mereka ber-4 memasuki dataran itu, sosok mereka pasti akan langsung terlihat oleh para konstelasi itu. Mereka mungkin bisa mencari rute memutar, tapi tidak ada yang tahu berapa lama waktu yang mereka butuhkan untuk mencapai asap itu.

Shin Yoosung yang sedang digendong Lee Hyunsung pun berkata, “Paman. Itu…”

Jari Shin Yoosung menunjuk ke arah hutan yang ada di seberang mereka. Ada sesuatu yang berlari dari arah sana.

Monster-monster itu mengeluarkan teriakan nyaring dan buas, dan Lee Hyunsung sangat familiar dengan mereka. Mereka adalah monster yang biasanya muncul dalam cerita manhwa dan novel fantasi.

Jung Heewon bertanya, “Mereka orcs, kan? Bukannya mereka terlalu lemah untuk skenario ke-80…?”

Orcs. Mereka adalah perwakilan dari banyak monster yang biasanya muncul dalam cerita genre fantasi.

“Aku belum pernah melihat orc sampai detik ini.”

Fakta itu memang terdengar agak aneh. Orc adalah monster terkenal yang diketahui oleh hampir semua orang yang ada di dunia…. Tapi kenapa baru sekarang mereka bertemu dengan mereka?

Di Tengah dataran itu, para konstelasi mulai berseru.

“Mereka berani mempermainkan kita hingga seperti ini!?”

“Mereka mengeluarkan monster kroco seperti mereka untuk menghadapi kita!?”

Para konstelasi juga berpikir bawa kemunculan orc adalah sesuatu yang sangat tidak masuk akal. Salah satu dari mereka langsung mengulurkan tangannya ke arah para orc itu tanpa memegang senjata apapun. Ekspresi wajahnya terlihat kesal.

Biasanya orc adalah monster yang akan langsung mati dengan satu serangan saja, tapi tidak kali ini. Seekor orc mengayunkan kapak batu dan berhasil meremukkan tangan sang konstelasi dengan sangat mudah.

Saat konstelasi itu ingin meneriakkan keterkejutannya, ada kapak batu lain yang muncul dari sisi berbeda. Kepala konstelasi itu langsung hancur lebur dan tubuh inkarnasinya jatuh ke tanah dengan debum yang cukup keras. Para orc berteriak dan tertawa keras saat melihat kematian mangsa pertama mereka.

“Aaaaaarrrghh!!!”

Para konstelasi adalah sosok menakutkan yang bisa menghancurkan gunung dan membelah lautan. Dan sekarang, konstelasi kuat itu mati dengan mudah. Tubuh mereka dikoyak hingga hancur oleh 2 orc saja.

Jung Heewon dan Lee Hyunsung juga terjatuh di tempat mereka. Ini adalah sebuah realita yang terlihat sangat tidak nyata. Apa mereka bisa mati semudah itu? Konstelasi? Di tangan 2 orc?

“Lari!!”

Dua orc itu membantai 10 konstelasi dalam sekejap dan langsung berlari ke arah hutan.

***

Jangan sampai aku dan mereka bertemu dengan orc. Aku mengulang kalimat ini terus menerus sambil terus berjalan melintasi hutan.

Nafasku mulai tersengal dan langkah kakiku terasa sangat berat. Padahal aku belum berjalan terlalu jauh, tapi rasa Lelah sudah mengalir di sekujur tubuhku.

Aku tidak tahu jika ketiadaan statusku akan terasa seberat ini. Dan ini menjadi semakin berat karena aku hanya punya 1 poin untuk status fisik. Lebih parahnya lagi, aku merasa seakan bahuku sedang dihimpit oleh kekuatan tidak terlihat. Inilah kenyataan dari pulau ini.

Reincarnation Island. Ini adalah tempat di mana cerita tertua dari Star Stream berkumpul. Di sini, semua buff yang terakumulasi dari data luar akan dihilangkan.

Dengan kata lain, ini adalah tempat di mana seseorang hanya bisa menggunakan kekuatan asli tubuh mereka. Itulah alasan utama kenapa aku bisa membunuh demon king ke-65 dengan mudah. Ada banyak konstelasi yang mengesampingkan latihan fisik mereka, dan saat mereka menapakkan kaki di tempat ini mereka pasti melakukan kesalahan saat memperhitungkan kemampuan tempur yang mereka miliki. Hal yang sama juga terjadi pada Andrealphus…

[Kau sudah membunuh satu kompetitor.]

[Kau akan mendapatkan hadiah tambahan karena berhasil memasuki zona aman.]

Aku mencoba mengabaikan semua pesan yang masuk dan terus berjalan di bawah bayangan pohon rindang yang ada di sekitarku.

Untuk mencegah dehidrasi, aku memasukkan wajahku ke sebuah sumber air dan kemudian meminum airnya. Rasanya sangat segar dan dingin hingga aku merasa jiwaku sedang dimurnikan olehnya.

“Air dari generasi pertama sangat bersih.”

Sebenarnya aku tidak terlalu membenci cerita-cerita lama ini.

Sebagai seorang pembaca, aku juga menyukai cerita lama. Cerita di mana pahlawan utamanya memiliki mimpi besar dan kemudian pergi bertualang. Melawan naga di pegunungan terlupakan dan mencari pedang legendaris bersama elf cantik dan kurcaci pemberani.

Masalahnya adalah ketika aku masuk ke dalam ‘cerita lama’ itu. Ini adalah dunia di mana kekuatan yang tertera di layar atribut tidak dapat diaktifkan.

Bahaya yang ada di tempat ini tidak hanya bersumber dari monster. Di tempat ini aku juga tidak bisa menggunakan efek penyembuh apapun hingga menyebabkan kekebalan sistem imunku turun drastis, karena itu mulai sekarang aku harus berhati-hati pada demam dan sumber penyakit lainnya. Di novel asli, beberapa konstelasi mati setelah terpapar dengan suatu penyakit menular.

Aku masih mengingat ada sebuah paragraf seperti ini dalam novel asli Cara Bertahan Hidup.

< Para konstelasi yang sudah terbiasa dengan layar atribut dan kemudahan yang diberikan oleh sistem, mati dengan sangat mudah. Mereka tidak bisa beradaptasi dengan dunia yang tidak bisa mereka baca dari sudut pandang yang mereka miliki. >

Para konstelasi yang selalu terlihat berkuasa di Star Stream mati karena mereka tidak bisa menang melawan penyakit dan orc. Mungkin saja beberapa konstelasi bahkan tidak kuat dengan kondisi yang ada di tempat ini, karena itu mereka memilih untuk mengambil nyawa mereka sendiri.

Rasanya lucu.

[Beberapa partisipan di Pulau 861 telah terbunuh.]

[Beberapa partisipan di Pulau 861 telah terbunuh.]

…. Pertunjukan sudah dimulai. Sekarang, seluruh pulau pasti dipenuhi oleh tragedi yang sangat mengerikan. Para konstelasi mati di tangan monster rendahan yang selalu mereka abaikan. Di lain sisi…

[Ada banyak konstelasi yang terkejut dengan tingkat kesulitan skenario yang ada di Reincarnation Island.]

[Ada banyak konstelasi yang mengirim surat protes pada biro!]

Melakukan protes seperti itu sama sekali tidak berguna. Sejak awal pulau ini memang seperti ini. Demon king ataupun archangel… mereka semua bisa mati jika tidak berhati-hati.

Aku langsung menahan nafasku ketika mendengar suara dari semak-semak. Hanya ada satu monster yang memiliki suara seperti ini. Itu adalah monster setinggi pinggangku dengan kulit berwarna hijau.

Goblin. Aku menghela nafas lega karena goblin adalah musuh yang relatif jauh lebih mudah dibandingkan dengan orc.

Setelah itu aku mendengar suara yang lebih keras dari belakang goblin itu. Refleks, aku langsung mengayunkan pedangku ke arah goblin pertama. Tubuhku bahkan sampai terseret sedikit karena aku tidak bisa menahan pijakanku dengan sisa energi yang kumiliki. Pedangku berhasil menebas goblin pertama yang langsung jatuh ke tanah dengan bunyi debum cukup keras.

Masalahnya baru akan muncul setelah ini.

< Satu hukum dari cerita generasi pertama. Goblin tidak pernah bergerak sendirian. >

Dua goblin tiba-tiba meloncat dan berlari ke arahku dengan sangat cepat sambil mengayunkan gada mereka. Gada itu terayun lebar, mengenai pahaku dan meninggalkan bekas luka di sana. Sialan…. Ternyata di tempat ini goblin lebih mengerikan dibanding demon king.

[Skill eksklusif ‘Fourth Wall’ diaktifkan!]

Jika bukan karena Fourth Wall, aku pasti akan mati di tangan para goblin ini, sama seperti konstelasi lainnya. Beberapa detik setelahnya aku mendapatkan pesan yang cukup mengerikan.

[Administrator pulau mempertanyakan keadilan dari penggunaan skill yang kau miliki.]

[Administrator pulau berkata jika skill tersebut tidak boleh digunakan di area kepulauan.]

[Probabilitas Star Stream setuju dengan complain administrator.]

[Fourth Wall terlihat tidak nyaman.]

< Kim Dok ja, ma af kan a aku. >

‘Huh?’

< A ku ti dak pu nya ke ku a tan di pu la u I ni. >

Aku bisa merasakan barrier yang selama ini menutupi jiwaku mulai menghilang. Rasanya sebuah sensasi yang selama ini tertidur dalam tubuhku mulai terbangun. Sontak, aku sadar dengan apa yang sedang terjadi.

[Ketebalan barrier Fourth Wall menjadi semakin tipis.]

[Kekuatan mentalmu yang diperkuat oleh Fourth Wall kembali ke kondisi semula.]

[Rasa sakit yang dihilangkan oleh Fourth Wall akan Kembali menjadi normal.]

Sialan.

 

Chapter 357     Daftar Isi     Chapter 359


Komentar

Postingan Populer