ORV Chapter 354: Episode 66 – Beyond Good and Evil (4)

 Disclaimer: Novel ini bukan punya saya. Udah lama nggak update karena tugas irl. selamat menikmati, teman~~


Di waktu yang bersamaan, Bihyung sedang menatap layar yang menampilkan jamuan Duet Between Good and Evil di biro.

{Panggung Constellation and Demon War kedua akan diadakan di ‘Reincarnation Island’ yang berada di Dark Fault.}

Sesaat setelah Baram mengatakannya, semua dokkaebi yang ada di biro langsung berteriak.

 “Tidak mungkin. Kenapa tiba-tiba tuan Baram memilih tempat itu?”

 “Apa yang dipikirkan tuan Baram?”

Bahkan dokkaebi tingkat tinggi tidak bisa menentukan panggung skenario utama ke-80. Jika kehendak Star Stream tidak bergerak...

 [Star Stream bersedia membuka skenario utama ke-80.]

 [Skenario utama baru berhasil diciptakan.]

Bihyung merasa sangat kaget ketika melihat pesan sistem. “Apa Star Stream benar-benar bergerak?”

Semua perubahan skenario ini membuat Bihyung terkejut.

 “Bihyung! Ramalan baru telah muncul!”

“... Ramalan?”

After a while, a new panel was prepared. The screen hadn’t surfaced yet but Bihyung knew what it was.

Beberapa saat kemudian ada pergerakan kecil di depannya. Layar itu belum muncul dengan sempurna, tapi Bihyung tahu apa isinya.

“…The plate of revelation.”

“... Batu ramalan.”

Batu ramalan adalah sebuah dinding batu yang hanya bisa dilihat oleh konstelasi dan demon king yang memiliki kemampuan ‘revelation’. Bahan pembuatnya tidak diketahui. Bahkan ruang dan koordinatnya tidak bisa diprediksi dengan akurat. Pihak biro hanya bisa mengamati munculnya batu aneh itu.

Setiap nebula memiliki nama yang berbeda untuk ‘batu’ itu. Divine Revelation, Single Word, Old Devil’s Whisper, dan lain sebagainya...

Batu itu adalah benda tidak teridentifikasi yang bisa menampilkan informasi masa depan, karena itu pihak biro selalu memberikan perhatian yang besar padanya.

Cara yang digunakan oleh para konstelasi di Star Stream untuk membaca masa depan sebenarnya cukup simpel. Terkadang ada sebuah lubang di batu ramalan dan beberapa fragmen cerita akan keluar dari lubang itu. Fragmen cerita yang keluar itu berisi informasi masa depan. Konstelasi dan demon king yang menyadarinya akan menggunakan informasi itu untuk membaca nasib mereka.

Stigma bernama ‘Revelation’ pun muncul. Mudahnya, itu adalah kemampuan untuk merekonstruksi fragmen cerita yang keluar dari lubang batu tersebut.

Bihyung bertanya, “Apa ada yang terjadi dengan batu ramalan?”

 “Ya, kita selalu mendapat masalah sejak batu itu mulai bergetar beberapa tahun yang lalu.”

Versi asli dari ramalan yang keluar dari batu itu memang memberikan informasi tentang masa depan, tapi informasi itu tidak memberikan dampak signifikan pada probabilitas skenario milik biro dan Star Stream. Masa depan yang direkonstruksi dari semua informasi itu selalu tidak jelas dan tidak meyakinkan.

Akan tetapi batu itu mulai bergetar beberapa tahun yang lalu, tiba-tiba ada sebuah lubang yang muncul. Semua informasi tentang masa depan keluar dari lubang itu.

 “Ada lubang baru yang muncul beberapa hari yang lalu...”

Lubang yang muncul beberapa hari yang lalu itulah penyebab dari masalah pada probabilitas skenario yang bahkan tidak bisa diabaikan oleh Star Stream. Informasi yang harusnya tidak boleh tersebar sekarang keluar dengan sempurna melalui lubang itu.

Bihyung langsung sakit kepala saat memikirkan pekerjaannya waktu itu. Dia kembali memikirkan benang aneh yang keluar dari lubang itu.

< Tiga Cara Bertahan Hidup Di Dunia yang Telah Hancur >

Kalimat itu terlihat seperti judul buku dan entah kenapa para konstelasi yang ada di Star Stream menjadi gaduh saat mengetahuinya.

 ‘Apa itu Tiga Cara Bertahan Hidup di Dunia yang Telah Hancur.txt?’

 ‘Apa hancur di sini berhubungan dengan ■■ semua skenario?’

Para konstelasi yang selalu membiarkan skenario dan merasa santai sekarang mulai bersikap seakan kaki mereka berada dalam kobaran api. Rumor mengenai hari kiamat menyebar, begitu pula rumor tenrang akhir dari Star Stream.

 “Layarnya sudah siap!”

Bihyung menatap layar itu dengan perasaan  gugup. Hanya ada beberapa kata yang keluar dari lubang itu, tapi hal itu menyebabkan seluruh Star Stream bergetar hebat. Memangnya ramalan seperti apa yang muncul kali ini?

Beberapa saat kemudian, ramalan muncul. Lubang kecil di bagian tengah batu masih terlihat dengan jelas.

 “Tidak ada yang berubah ya.”

Detik berikutnya, para dokkaebi terkejut karena ada sesuatu berwarna putih yang muncul dari dalam lubang. Jika dilihat dari bentuknya, itu adalah mulut manusia.

 “Ah... ah... anu... itu... tes satu dua tiga?”

Para dokkaebi langsung berteriak, “Apa itu..!?”

Semua dokkaebi yang ada di biro langsung panik, tapi mulut itu terus melanjutkan ucapannya.

 “Apa kalian bisa mendengarku? Aku akan memberikan ramalan baru pada kalian. Aku akan menunjukkannya selama satu detik, karena itu lihat baik-baik dan ingatlah!”

Bersamaan dengan suara penuh semangat itu, muncul suara halaman buku yang dibalik. Beberapa saat kemudian fragmen cerita keluar dari lubang itu.

< Bagaimana cara bertahan di dunia yang telah hancur, cara ketiga. >

Ramalan itu muncul dengan sangat jelas. Rasanya seperti sedang melihat divine revelation.

< Caranya ada di  Reincarnation Island. >

Fragmen cerita mulai tersebar di udara dan mulut itu kembali berucap.

 “Apa kalian sudah melihatnya? Kalau begitu sampai jumpa!”

Lubang itu tertutup dan suara itu menghilang.

Bihyung bergumam, “Ya Tuhan...”

Tidak ada satupun dokkaebi yang bisa membuka mulut mereka. Suara bel muncul dari segala arah. Ada banyak sekali konstelasi yang mengajukan pertanyaan pada mereka.

Video Duet Between Good and Evil masih terus diputar di salah satu layar.

{Saya akan mengatakannya sekali lagi,}

Suara dokkaebi agung Baram keluar dari layar itu.

{Panggung dari ‘Constellation and Demon War ke-2’ adalah ‘Reincarnation Island’ yang terletak di Dark Fault.]

***

Setelah jamuan Duet Between Good and Evil berakhir, kami semua kembali ke Bumi. Mereka semua terlihat sangat bersemangat di sepanjang jalan pulang. Terlebih lagi Jung Heewon dan Lee Jihye yang sedang memeriksa performa plakat yang baru saja mereka terima.

[Grand Prize dari Duet Between Good and Evil].

Dalam Star Stream, ‘status’ biasanya semakin kuat melalui akumulasi cerita. Akan tetapi, ada beberapa star relic langka yang bisa meningkatkan status tanpa memerlukan akumulasi cerita. Salah satu star relic yang memiliki fungsi seperti itu adalah plakat yang diberikan pada jamuan Duet Between Good and Evil.

 “Whoa... pedangku jadi lebih ringan... Apa sekarang aku bisa mengayunkan paman Hyunsung dengan mudah?” gumaman Lee Jihye membuat Lee Hyunsung gemetar.

.

Ya, plakat itu memang lebih efektif daripada mengumpulkan dua cerita level quasi mitologi. Apalagi jika mengingat kembali cerita quasi mitologi yang berhasil kukumpulkan setelah perjuangan panjang dan menyakitkan... Plakat itu adalah bantuan yang sangat besar.

[5,000,000 koin Exchange Ticket]

Terlebih lagi mereka mendapatkan hadiah sebesar 5 juta koin.

 “Ha, Dokja-ssi.... Kita kaya sekarang...”

 “Aku tidak perlu bingung soal koin sekarang...”

 “Anak-anak, berapa banyak koin yang kalian dapatkan?”

Jung Heewon sedang sibuk menanyakan banyak hal pada dua anak yang berhasil memenangkan kategori Best Chemistry Award.

 “Shin Yoosung, jujur saja. Peranku lebih banyak darimu, karena itu berikan 100.000 koin lebih banyak padaku.”

 “Omong kosong apa itu? Uang hadiahnya harus dibagi dua sama rata. Cerita kita berdua kan juga seperti itu.”

Lee Hyunsung berusaha melerai dua anak itu. Aku memalingkan wajahku dan melihat semua anggota party terlihat senang dan penuh semangat. Dan aku tidak tahu kenapa, tapi mereka terus menerus melirik ke arahku.

< Sebenarnya, mereka semua memiliki pertanyaan yang belum sempat tersampaikan. >

Kenapa aku dan Yoo Joonghyuk bertarung? Mereka semua menyaksikan pertarungan kami, tapi tidak ada seorangpun yang berani menanyakannya. Mungkin insting mereka berkata untuk menghindari topik itu. Atau mungkin mereka memang menungguku untuk menceritakan alasannya.

Aku terus mendengarkan ucapan Yoo Sangah yang ada dalam kepalaku sambil menggendong Yoo Joonghyuk di punggungku.

 ‘.... Maksudmu, kau sengaja menyebarkan isi novel Cara Bertahan Hidup melalui lubang yang ada di Fourth Wall?’

< “Ya.” >

 ‘Dan para konstelasi menerimanya sebagai sebuah ramalan?’

< “Benar sekali.” >

Aku tidak bisa memahami maksud perkataan Yoo Sangah. Informasi yang keluar dari Fourth Wall menjadi ‘ramalan’ bagi para konstelasi? Tapi, bukannya fungsi ramalan dalam novel itu... Ah, tunggu sebentar.

 ‘Mungkinkah...?’

Ada banyak hal yang melintas dalam kepalaku.

Yoo Sangah bertanya, < “Dokja-ssi, apa kau menyadari jika kemungkinan Fourth Wall adalah novel yang asli?” >

 ‘Ya, aku tidak tahu bagaimana persisnya, tapi...’

< “Fourth Wall adalah sebuah istilah dalam dunia akting. Sebuah dinding yang memisahkan pertunjukan yang ada di dalam/atas panggung dengan sesuatu yang ada di sisi luar. Karakter yang ada di atas panggung tidak akan mungkin bisa mengenali Fourth Wall. Alasannya mudah, sejak awal mereka tidak ada di luar panggung.” >

Di luar panggung. Itu adalah ‘kenyataan’ dimana aku hidup.

Bulu kudukku mulai berdiri. Ya, jika nama ‘Fourth Wall’ memiliki arti yang sama dengan deskripsi Yoo Sangah, maka wajar jika dunia ini memiliki novel Cara Bertahan Hidup nya sendiri. Hal itu bisa terjadi karena novel Cara Bertahan Hidup diciptakan di dunia nyata.

Dengan kata lain, ramalan adalah ‘spoiler’ yang mengalir dari dalam novel menuju realitas. Semua inkarnasi, konstelasi, dan makhluk lain yang ada di dunia ini tidak akan pernah mengetahui darimana spoiler itu berasal, karena itu mereka memperlakukannya sebagai sebuah ramalan.

Yoo Sangah melanjutkan ucapannya.

< “Aku selalu merasa aneh dengan itu. Informasi yang difilter mengenai novel Cara Bertahan Hidup tiba-tiba disebarkan... dan hal itu kebetulan terjadi saat aku masuk ke dalam Fourth Wall.” >

 ‘Kebetulan?’

< “Ya, buku yang menutupi lubang tempatku masuk adalah novel Cara Bertahan Hidup. Judulnya bisa terlihat jelas dari lubang itu...” >

Sekarang aku mengerti kenapa para konstelasi dan demon king tiba-tiba mengetahui novel Cara Bertahan Hidup. Itu alasan kenapa cerita di dunia ini berkembang ke arah yang tidak sama dengan cerita aslinya. Satu informasi yang sudah mereka ketahui tiba-tiba muncul dari dinding yang ada di Fourth Wall.

 ‘Itu kedengaran rumit, tapi untunglah.’

< “Benar kan?” >

Yoo Sangah menjawab sambil tertawa pelan. Mungkin dia berpikiran sama denganku.

< “Ngomong-ngomong, aku tidak bisa menggunakannya terlalu sering. Padahal aku tidak melakukan sesuatu yang besar, tapi ada banyak mata yang mengarah ke sini. Ah, maaf aku harus pergi. Para senior memanggilku.” >

Beberapa detik kemudian suara Yoo Sangah menghilang dari dalam kepalaku. Dia adalah pustakawan termuda di sana, tapi dia terasa paling bijaksana.

Yah, berkat aksi yang dilakukan Yoo Sangah, kami jadi mendapatkan kartu baru yang bisa kami gunakan. Fourth Wall mengizinkanku memanipulasi ramalan yang diterima oleh para konstelasi. Selama tidak ada yang tahu jika ini adalah ramalan palsu, aku bisa menggunakannya untuk memancing para konstelasi.

Han Sooyoung berjalan di sebelahku dan kemudian berkata, “Kenapa kau tidak banyak omong seperti biasanya?”

 “Aku hanya sedang berpikir sebentar.”

 “Kau pasti memikirkan banyak hal.”

Han Sooyoung terus berjalan, tapi beberapa saat kemudian dia mengirim pesan melalui Midday Tryst.

HSY: Apa yang akan kau lakukan setelah ini?

KDJ: Melakukan apa? Tentu saja mempersiapkan diri untuk skenario berikutnya. Constellation and Demon War—skenario ke-80 akan dimulai 1 bulan lagi.

Tatapan Han Sooyoung sulit untuk dijabarkan. Dia terus menatap Yoo Joonghyuk yang sedang pingsan di punggungku.

HSY: Apa kau tahu apa yang akan terjadi saat Yoo Joonghyuk sadar nanti?

Yoo Joonghyuk sudah mengetahui keberadaan novel Cara Bertahan Hidup. Aku tidak tahu dari mana dia tahu, tapi aku tidak bisa terus menyembunyikan informasi itu darinya. Dia mungkin akan terkejut saat mengetahuinya.... Tapi...

Han Sooyoung menulis.

HSY: Jujur saja aku tidak setuju.

KDJ: Hah?”

HSY: Yang mau kau sampaikan padanya.

Han sooyoung bertingkah seakan dia bisa membaca pikiranku. Dia menghela nafas dan kemudian menundukkan kepalanya.

HSY: Dengan sifatmu yang seperti itu, aneh rasanya kau bisa menyembunyikan informasi sebesar itu.

Han Sooyoung sepertinya salah paham. Jika aku bisa menyembunyikannya dengan lebih baik, aku pasti akan melakukannya. Jika mungkin aku ingin menyembunyikannya hingga semua skenario ini mencapai akhirnya.

Han Sooyoung menggelengkan kepalanya.

HSY: Kau bisa menyembunyikannya selama yang kau mau. Bersikap saja seakan kau tidak tahu apa-apa. Berpura-puralah sebagai seorang Prophet seperti yang selama ini kau lakukan.

KDJ: Kau pikir dia akan percaya? Aku harus jujur padanya. Bukan hanya Yoo Joonghyuk, tapi semua anggota party.

Han Sooyoung membelalakkan matanya.

HSY: Omong kosong macam apa ini? Kenapa kau mau memberitahu mereka semua!?

KDJ: Mereka berhak untuk tahu.

HSY: Aku sudah pernah mencobanya. Tapi karakter tidak akan bisa mengerti apa-apa tentang novel Cara Bertahan Hidup. Mereka hanya akan berpikir jika semua itu hanya lelucon.

KDJ: Mungkin situasinya sudah berbeda sekarang.

Han Sooyoung membuka mulutnya, tapi dia langsung menutupnya tanpa mengatakan apa-apa. Dia tidak membantah omonganku dan mulai menatap wajah orang-orang yang tidak tahu apa-apa. Aku bisa melihat sedikit rasa kesal di tatapan wanita itu.

HSY: Kau melakukan semua ini.... Apa itu untuk mereka, atau untuk dirimu sendiri?

KDJ …

HSY: Kau sudah menipu mereka. Sekarang, apa kau ingin memohon maaf dari mereka?

KDJ: Aku tidak berharap untuk dimaafkan.

Sama seperti Han Sooyoung, aku juga sedang memperhatikan wajah mereka.

Jung Heewon yang kuat tapi juga rapuh. Lee Hyunsung yang tulus dan tidak basa-basi. Lee Jihye yang keras tapi baik hati. Shin Yoosung yang polos tapi juga dewasa dalam cara berpikir.

Aku menatap mereka sambil memikirkan ‘deskripsi’ yang kuketahui. Beberapa dari mereka tidak memiliki ‘deskripsi’ dan beberapa lainnya memiliki ‘deskripsi’ yang berbeda dari aslinya. DI waktu yang bersamaan, mereka semua memperlihatkan wajah yang kukenal dan tidak kukenal.

Shin Yoosung tiba-tiba menatapku dan melambaikan tangannya. Aku melanjutkan percakapanku dengan Han Sooyoung sambil melambaikan tangan padanya.

KDJ: .... Aku ingin menjadi companion mereka yang sesungguhnya.

Han Sooyoung terdiam selama beberapa lama sebelum akhirnya berjalan menjauh ke arah pabrik. Dari kejauhan dia mengirim pesan yang rasanya langsung menggaung dalam kepalaku.

HSY: Bukannya aku sudah bilang? Aku tidak setuju.

Tidak lama kemudian, kami semua sampai di pabrik dan langsung pergi beristirahat. Sore itu aku langsung memanggil semua anggota Kim Dokja’s Company selain Yoo Joonghyuk yang masih belum sadar.

Aku meminta Biyoo untuk menutup channel dan mengaktifkan barrier yang lebih kuat untuk mencegah adanya informasi yang bocor keluar.

Setelah mempersiapkan diri selama beberapa saat, aku menatap mereka dan kemudian berkata, “Ada sesuatu yang ingin kusampaikan pada kalian semua.”

Aku mencoba mengatakannya, tapi lidahku terasa sangat kelu. Lee Jihye sepertinya berpikir aku sedang bercanda, karena itu dia tiba-tiba berkata “Paman, ada apa denganmu? Kau terlihat mengerikan.”

Aku mencoba tersenyum pada gadis itu.

Selama ini aku merasa resah. Aku yakin jika momen ini pasti akan terjadi.

Lee Hyunsung dan Shin Yoosung menatapku dengan tatapan khawatir. Aku merasa bahagia saat tahu mereka sedang memikirkannya. Beberapa detik kemudian aku mulai berkata, “Sebagian dari kalian...”

Mata mereka menatapku dengan penuh rasa khawatir. AKu melihat Han Sooyoung memalingkan wajahnya saat aku mengatakan fakta yang sebenarnya. “Beberapa dari kalian adalah karakter dalam sebuah cerita."

 

Chapter 353     Daftar Isi     Chapter 355


Komentar