ORV Chapter 365: Episode 69 – Archangel Hunting (1)
Disclaimer: you know lah.. alwayss terlambat... tapi lebih baik telat daripada nggak sama sekali kan? 😆
By the way, novel ini bukan punya saya.
‘Rasanya tidak menyenangkan saat mereka semua kalah tanpa melawan.’
Michael menatap mayat-mayat yang berserakan di depannya sambil
terus menghisap rokok tembakaunya. Perlahan, asap abu-abu membumbung ke langit.
Rokok yang saat ini sedang dia hisap adalah buah karya dari seorang pengrajin rokok
generasi kedua. Dan alasan kenapa Michael sangat sering pergi keluar Eden untuk
membasmi para demon adalah agar dia bisa merokok kapanpun dia mau.
Di Eden, merokok dianggap sebagai sebuah perbuatan jahat. Merokok
adalah dosa yang harusnya dihindari oleh para malaikat.
Michael sudah menghabiskan beberapa batang rokok tanpa
menyadarinya, dan beberapa saat kemudian dia mematikannya dengan cara
menyundutkannya ke salah satu mayat.
‘Apa aku sudah
terlalu lama di sini?’
< “Apa maksudmu? Bukankah semua kesenangan ini baru saja
dimulai?” >
Michael bisa mendengar suara dari dalam kepalanya. Dia hanya
menanggapinya dengan ekspresi menggerutu.
‘Diam kau.’
< “Cepat. Bangunkan aku. Lepaskan aku dari rantai ini…” >
Michael mengambil satu rokok baru dari kantongnya.
Dia sudah mendengar suara ‘Cerita’ ini untuk waktu yang sangat
lama. Dan setiap kali dia mendengarnya, Michael hanya akan menyalakan rokok
yang dia bawa, satu demi satu.
‘Sekarang bukan waktu yang tepat.’
Michael menghisap rokoknya sekali lagi dan menghembuskannya ke
langit.
[Nebula ‘Eden’ telah mengeluarkan ramalan baru.]
***
“Berburu Archangel? Sepertinya menarik.”
Asmodeus tersenyum lebar hingga dua gigi taringnya terlihat jelas.
“Dan tidak hanya Archangel biasa, tapi ‘Saviour of the Corrupted’….
Apa kau serius soal ini?”
“Tentu saja.”
“Tapi… Bukannya kau punya hubungan yang dekat dengan ‘Eden’? Jika
kau melakukan hal seperti ini, bukankah kau akan dicap sebagai musuh oleh
mereka?”
“Itu tidak masalah. Begini-begini aku ini masih Demon King.”
Meski aku tidak bermaksud seperti itu, aku tetap harus
mengatakannya dengan lantang dan jelas. Apalagi…. Sosok yang harus kubujuk
adalah Asmodeus. Saat ini Demon King itu sedang memikirkan penawaranku dengan
serius.
“Tolong pikirkan baik-baik. Bukankah kau membutuhkan suku kata [Gru]?
Dan lagi, jika kau berhasil mengalahkannya kau bisa mendapatkan satu cerita
yang berhubungan dengan Archangel, misalnya ‘The One who Hunted Down a Great
Archangel’… Bukankah itu sangat menarik?”
Sayangnya Asmodeus tidak bisa dipengaruhi dengan mudah. Tidak,
lebih tepatnya saat ini dia sedang mencoba untuk memastikan apa tujuanku yang
sebenarnya.
Aku memutuskan untuk melempar umpan yang lebih besar untuknya.
“Hm, ini sedikit mengecewakan. Sebagai anggota Gourmet Association, kupikir kau
akan berbeda dari konstelasi lainnya.”
Alis Asmodeus sedikit berkedut saat dia mendengar ucapanku.
[Pengertianmu pada karakter Demon King ‘Asmodeus’ telah meningkat
dengan pesat.]
[Pengertianmu pada karakter terkait mencapai level yang cukup
tinggi.]
[Stage 2 dari Omniscient Reader’s Viewpoint telah diaktifkan!]
Sudah lama aku tidak mendapat pesan seperti itu.
Akhirnya level skill Omniscient
Reader’s Viewpoint ku sudah mencapat titik di mana aku bisa mengetahui isi
pikiran konstelasi yang kupilih. Beberapa saat kemudian aku bisa mendengar isi
pikiran Asmodeus dengan cukup jelas.
< ‘Demon King os Salvation…. Dia benar-benar sombong…’ >
Pikiran Asmodeus terasa seperti rawa yang sangat gelap dan
lengket. Dan saat aku berusaha mengintip isi pikirannya, aku merasa dia sedang
menatap balik ke arahku. Rasanya sangat tidak nyaman.
Pikiran Asmodeus terus mengalir ke
dalam kepalaku.
< ‘Ini adalah sebuah jebakan yang dengan senang hati akan
kuinjak, begitukah…’ >
Sudah kuduga, sosok yang berhasil mendapatkan posisi sebagai
‘Kandidat Great Demon King’ memang tidak kaleng-kaleng. Dia sadar jika ajakanku
ini adalah sebuah jebakan untuknya.
< ‘Sepertinya
target dari ‘Demon King of Salvation’ adalah ‘Savior of the Corrupted’.’ >
< ‘Dan dia
ingin menggunakanku dan konstelasi lainnya untuk memburu Michael dan mencuri
‘kalung modifier’nya.’ >
< ‘Usahanya patut mendapat pujian, tapi dia terlalu banyak
menggunakan kepalanya. Yah, tapi… pura-pura terjebak dalam perangkap seperti
ini juga menyebalkan.’ >
Ekspresi wajah Asmodeus tiba-tiba berubah
menjadi sangat dingin. Sepertinya umpanku masih kurang meyakinkan.
< ‘Sejak awal Michael adalah malaikat yang sulit untuk
dikalahkan, bahkan dengan batasan dari probabilitas generasi kedua yang sedang
mengikatnya…’ >
Pikiran Asmodeus yang tadinya terpencar sekarang mulai mengarah ke
satu titik. Aku bisa merasakan energi sihir yang menguar dari kuku panjangnya.
Di sisi lain, aku bisa melihat Anna Croft yang langsung memasang
kuda-kuda siap bertaring. Mungkin dia baru saja menggunakan ‘Precognition’ dan
melihat sesuatu yang akan terjadi sebentar lagi.
Tapi aku sama sekali tidak khawatir. Alasannya, situasi yang
bahkan tidak bisa dia prediksi dengan ‘Precognition’ miliknya akan segera
terjadi.
Sedetik kemudian, raut wajah Asmodeus
langsung berubah menjadi aneh.
“…. Mm?”
Ekspresinya yang beberapa saat yang lalu terlihat sangat dingin,
tiba-tiba dipenuhi oleh emosi yang bahkan tidak bisa kujelaskan. Tatapan
matanya bergerak liar seakan dia sedang membaca sesuatu yang ada di udara.
Sudah berapa lama waktu berlalu? Beberapa saat kemudian Asmodeus kembali
seperti semula. Tatapannya Kembali mengarah padaku.
“Fufufu. Yah, ini…. Kadang kami juga kesulitan memahami kemauan
‘Star Stream’.”
“… Apa maksudmu?”
“Aku hanya bicara sendiri. Baiklah. Aku akan menerima tawaranmu.
Ayo coba berburu Archangel.”
Deklarasi Asmodeus membuat Anna Croft membelalakkan matanya dengan
ekspresi kaget. Wajah wanita itu terlihat sangat kebingungan.
Asmodeus sama sekali tidak
menghiraukannya, karena saat ini dia sedang sibuk mengirim pesan entah kepada
siapa. Tapi, kurasa penerima pesannya adalah para ‘Seekers of
the End’ lainnya. Di waktu yang bersamaan aku juga mendapat sebuah pesan dari
seseorang.
< “Apa aku melakukannya dengan baik?” >
‘Ya. Terimakasih banyak, Sangah-ssi.”
Kau tahu alasan kenapa Asmodeus tiba-tiba merubah pikirannya?
Semua itu disebabkan oleh ‘ramalan’ yang baru saja dia terima. Lebih tepatnya
itu adalah ‘ramalan’ palsu yang kubuat Bersama Yoo Sangah.
Ramalan itu berkata < Archangel yang ternoda akan mati di
tangan seorang ‘Swordmaster’ yang ada di pulau orang-orang terabaikan. >
***
“… Ada ramalan baru yang muncul!??”
Pihak Biro juga sedang heboh karena berita keluarnya ramalan baru.
Departemen yang pertama kali mendapat imbasnya adalah departemen penjualan.
“Pak, kita mendapatkan permintaan skill yang berbuhungan dengan
swordmaster dalam jumlah yang sangat banyak!”
“Segera isi ulang stoknya! Cepat hubungi subkontraktor terkait dan
bilang pada mereka untuk mempercepat produksi massal semua Stigma!”
“Ka-kami sudah melakukannya! Ta-tapi stok kita tetap menipis
dengan cepat!”
“Sialan….! Kemana semua cerita pengrajin pergi!? Ahh!? Siapa lagi
yang bisa…. Ah! Benar juga, jika kita membuat permintaan pada ‘Mass
Production-type Maker’….”
Di saat yang sama, Bihyung sedang mengamati kegaduhan dan
kericuhan itu dari dalam kantornya. Dokkaebi Agung ‘Baram’ yang ada di
sebelahnya tiba-tiba berkata.
{Bihyung, kau harus memulai skenario baru.}
“… Saya sudah melakukannya, pak.”
Sebuah pesan baru muncul di layar yang baru saja menyala.
[Sub-skenario ‘Archangel Hunting’ telah dimulai!]
Beberapa saat kemudian, para konstelasi yang bersembunyi di dalam
hutan dan sabana langsung keluar dan memenuhi layar. Mereka semua baru saja
membeli cerita yang berkaitan dengan Swordmaster di Tas Dokkaebi.
“Apa tidak apa-apa jika kita membuat skenario seperti ini, pak?
Pastinya ‘Eden’ tidak akan tinggal diam.”
{Kita sudah mendapatkan persetujuan dari Scribe. Dia bilang jika
ini bukan masalah besar. Kita juga sudah memberikan kompensasi pada mereka,
jadi kau tidak perlu menahan diri.}
“Saya tidak menyangka dia akan mengizinkan salah satu malaikatnya
menjadi target dari sebuah skenario… Itu sama sekali tidak terdengar seperti
sesuatu yang akan dilakukan oleh konstelasi dari pihak kebaikan absolut.”
{Begitulah cara kerja ‘kebaikan absolut’. Demi kebaikan yang lebih
besar, mereka rela menghancurkan kebaikan kecil yang mengganggu.}
“Saya juga tahu soal itu. Tapi belakangan ini, saya kesulitan
untuk memahami mereka.”
{Dalam hal apa?}
“Mengenai apa yang sedang dipikirkan oleh ‘Eden’ dan Demon World?
Kenapa mereka setuju melakukan skenario
‘Great War of Saints and Demons’, dan…. Bukankah mereka akan mati jika
melakukan ini?”
Baram menatap Bihyung selama beberapa detik dan kemudian
menunjukkan seringaiannya.
{Ada pepatah berkata ‘Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati
meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan cerita?}
“Itu pepatah dari Bumi, kan pak?”
{Benar. Itu adalah kata-kata yang mengagungkan sifat keabadian
cerita. Tapi kau harus memahami jika… kalimat itu tidak benar adanya. Di dunia
ini, cepat atau lambat cerita-cerita besar juga akan menghadapi kematiannya.
Hanya saja, jika kita membandingkan jangka hidup cerita dan manusia, tentu
hidup manusia terasa sangat amat singkat. Hanya itu.}
Suara Baram terdengar penuh dengan penyesalan. Ya, itu adalah
kata-kata yang keluar dari mulut seorang dokkaebi yang terus menceritakan kisah-kisah
milik banyak konstelasi untuk waktu yang sangat lama.
{Apa kau tahu? Dahulu kala, cerita tanpa perbedaan baik dan buruk
yang jelas tidak akan bisa bertahan dalam ‘Star Stream’?}
“Ya, saya tahu itu.”
{Kalau begitu, bagaimana dengan sekarang?}
Teriakan dari para konstelasi yang dibunuh oleh Michael menggema
dari speaker layar. Di balik para konstelasi yang baru saja bertemu dengan ajal
mereka itu, terdapat banyak konstelasi lain yang siap menyerang malaikat itu.
Ada konstelasi yang mulai memberikan sponsor mereka pada
konstelasi lainnya, ada juga konstelasi yang saling menyumpahi satu sama lain,
ada juga konstelasi yang hanya menikmati suasana dan pertunjukan yang terjadi
di depan mereka. Koin berpindah tangan dengan cepat, teriakan penuh kesenangan
dan putus asa memenuhi ruangan Biro.
Dalam pemandangan yang terlihat dari layar itu… sama sekali tidak
ada orang yang peduli pada kebaikan dan kejahatan.
“Ah….”
Bihyung akhirnya memahami kebijaksanaan Dokkaebi Agung Baram.
Baram menegaskan lagi pada juniornya itu.
{Ini adalah perang untuk mencegah mereka menghilang dari ‘Star
Stream’.}
***
Selama dua hari ini, aku dan Anna Croft mempersiapkan semua
keperluan untuk perburuan yang akan kami lakukan. Asmodeus tidak bersama kami.
“Kita akan bertemu 2 hari lagi saat tengah hari di tempat
perburuan.”
Asmodeus langsung pergi setelah mengatakan itu pada kami. Aku
yakin dia juga sedang mempersiapkan diri untuk memburu Michael bersama kami.
Masih ada 30 menit tersisa hingga tengah hari. Kami berjanji untuk
berkumpul kembali di ‘Fertile Forest’ yang ada di bagian utara pulau.
Saat kami hampir sampai di tempat perjanjian, Anna Croft tiba-tiba
bertanya, “Menurutmu, kita benar-benar bisa melakukannya?”
“Kau akan membantu, ya kan?”
“Meskipun aku membantumu, aku tidak bisa membaca ‘masa depan’
sesukaku. Kau tahu hal itu lebih baik dari siapapun.”
“Untuk sekarang, membaca masa depan yang paling dekat sudah
cukup.”
Yang harus kuhindari hanyalah variabel tidak terlihat yang mungkin
terjadi di masa depan. Skill ‘Precognition’ milik Anna Croft sangat cocok untuk
menghindari hal seperti itu.
“… Apa yang akan kau lakukan jika aku mengkhianatimu? Jika
targetku adalah kau…”
“Aku tahu kalau aku bukan targetmu.”
Sejak awal aku tahu jika aku tidak mungkin menjadi targetnya.
Kenapa? Karena dia masuk ke dalam skenario ini jauh sebelum diriku.
Anna Croft menyipitkan matanya dan bertanya sekali lagi, “… Ngomong-ngomong,
sejak kapan kau berhenti berbicara dengan sopan padaku?”
“Oh, benar juga ya… Apa sebaiknya saya berbicara dengan sopan
mulai sekarang, bu?”
“Kau sengaja ya? Hentikan itu.”
“Ah, baiklah. Berapa kali lagi kau bisa menggunakan
‘Precognition’, nona muda?”
Anna Croft menatapku tajam dan kemudian menjawab, “3 kali.”
“Jangan terlalu sering menggunakannya. Aktifkan saja ketika aku
memberimu sinyal.”
“Kenapa aku harus…”
“Sebaiknya kau mendengarkanku agar kita bisa keluar hidup-hidup
dari skenario sialan ini.”
Dari kejauhan aku bisa mendengar suara teriakan para konstelasi
dan inkarnasi. Perburuan sudah dimulai, dan bersamaan dengan teriakan
mengerikan itu aku bisa mendengar suara milik seorang Archangel yang bisa
menggetarkan seluruh hutan.
“Berani-beraninya kalian menjadikanku target di skenario ini.”
Anna Croft dan aku langsung bersembunyi di balik semak-semak
sambil terus memperhatikan medan pertempuran.
Kami masih belum melihat Asmodeus di manapun. Sebaliknya, kami
melihat hampir semua partisipan yang masih tersisa di Middle Island No 3.
Sekarang mereka semua sudah berkumpul di Fertile Forest.
Kebanyakan dari mereka adalah konstelasi ‘jahat’ dan ‘netral’. Ada
banyak konstelasi level sejarah tinggi di sana, dan aku juga bisa melihat
beberapa demon king level rendah.
Aku bisa melihat ‘Darkness of no Value’—Belial dari Demon World
ke-68. Dia pasti datang setelah mendapat panggilan dari Asmodeus. Tidak hanya
dia, aku juga bisa melihat konstelasi lain yang membawa pedang panjang yang
biasa digunakan oleh swordmaster generasi kedua.
“Serang dia!!!”
Michael melihat para konstelasi menyerang dirinya dengan Belial
sebagai pemimpin.
“Beraninya Demon King berlevel rendah sepertimu… Kalian semua
pasti sudah gila!”
Michael menggunakan angin yang sangat kuat untuk menghempaskan
Belial dan pasukannya, setelah itu dia mengaktifkan statusnya untuk membuat
barrier dari angin tersebut. Tapi, sepertinya ada beberapa partisipan yang
berhasil menembus barriernya dan langsung menyerangnya.
[Konstelasi ‘Hard-work Specialist’ telah mengaktifkan skill
‘Mass-produced Physical Sword Aura’!]
Skill yang sama juga aktif dari pedang panjang yang dibawa oleh
partisipan lainnya. Gelombang energi berwarna kuning, biru, dan sebagainya itu
langsung menebas status milik Michael. Archangel itu hanya menunjukkan senyum
meremehkan.
“… Pedang Ether? Dasar gila.”
Ramalan yang kubocorkan lewat Yoo Sangah adalah ramalan palsu.
Tidak diragukan lagi, tidak akan ada ‘swordmaster’ diluar sana yang bisa
membunuh Michael. Tetapi, hanya karena ramalan itu ‘palsu’, tidak berarti jika
ramalan itu tidak bisa menjadi kenyataan.
Ch-ch-ch-ch-cheut!!
[Probabilitas dari generasi ke-2 memberikan buff kuat pada skill
yang sedang kau gunakan.]
‘Physical Sword Aura’ adalah skill eksklusif milik para transcender
yang banyak dihina oleh para konstelasi. Akan tetapi di pulau ini, itu adalah
skill terkuat yang pernah ada.
“Skillnya bekerja! Terus serang dia!”
Chi-eeek!
Barrier angin milik Michael perlahan menghilang karena serangan
dari semua sword aura itu. Malaikat itu terlihat kaget dan berusaha
mengaktifkan cerita baru, tapi tiba-tiba ether berwarna hitam pekat membelah
udara yang ada di depannya.
Sriing!!
Layaknya sebuah sihir, ruang yang ada di depan Michael langsung
terbelah menjadi dua. Sedetik kemudian muncul bekas sayatan di sayapnya, dan
pelakunya adalah seorang Demon King yang muncul dari balik barrier.
“Aku selalu bertanya, apa seorang Archangel bisa terbang tanpa
sayap?”
Michael terlihat kesulitan saat mencoba menggerakkan sayapnya yang
terluka. di sisi lain, sosok Asmodeus mulai terlihat dari balik sayap-sayapnya
yang berjatuhan.
“Akhirnya, hari ini aku bisa mendapatkan jawabannya. Sayap itu
tidak ada hubungannya dengan kemampuan terbang seorang Archangel.”
“… Asmodeus!!”
Michael yang tersulut amarahnya langsung mengarahkan energi
sihirnya ke arah Demon King itu. Sayangnya dia tidak bisa membidik dengan baik
karena luka yang dia terima beberapa saat yang lalu.
Di sisi lain, Asmodeus menggunakan para konstelasi untuk menyerang
Michael terus-menerus.
Semua berjalan seperti yang diharapkan oleh Asmodeus, dan aku
tidak bisa menahan rasa kagumku saat menyaksikan rencana yang dia buat untuk
mengalahkan Michael.
“Kita harus segera pergi. Jika tidak Demon King itu bisa mencuri
cerita level mitologi yang kita inginkan.”
“Belum, ini bukan waktu yang tepat.”
Sikap santaiku membuat Anna Croft merasa sedikit was-was. Selama dia
belum menggunakan kuota Precognition nya untuk hari ini, dia tidak akan tahu
apa yang akan terjadi setelah ini.
[Cerita ‘Evil that Destroys Evil’ telah memulai ceritanya.]
Aura berwarna hitam pekat mulai
menyelimuti seluruh tubuh Michael seperti sebuah kepompong. Aku sempat merasa
tidak percaya saat melihat Archangel sepertinya bisa memiliki energi sejahat
itu.
< Dan saat ini, ‘Kebaikan’ telah memilih untuk berjalan di
jalan setapak bernama ‘Kejahatan’. Dia melakukannya demi bisa menghancurkan
‘Kejahatan’ yang ada di depannya.. >
Para konstelasi menyadari jika Michael sudah mulai serius, karena
itu mereka langsung mengerahkan semua kekuatan yang mereka miliki untuk
menyerang sang malaikat. Sayangnya serangan mereka sama sekali tidak memberikan
damage pada kepompong itu.
Sebaliknya, semua serangan itu diserap oleh kepompong Michael.
Beberapa saat kemudian kepompong itu terbuka dan memperlihatkan isi yang ada di
dalamnya.
[Archangel Michael telah ternoda!]
Ketika melihat pemandangan menakjubkan
itu, aku teringat dengan sebuah paragraf di novel Cara Bertahan Hidup.
< Semua orang beranggapan jika konstelasi pasti terbagi menjadi
dua kategori, ‘Konstelasi’ dan ‘Demon King’. Itu tidak sepenuhnya salah, tapi
tidak sepenuhnya benar. Di alam semesta ini hanya ada satu eksistensi yang bisa
menggunakan kekuatan Konstelasi dan juga Demon King di waktu yang bersamaan.
>
Sosok yang dikatakan dalam paragraf itu adalah satu-satunya
malaikat di sepanjang Sejarah ‘Eden’ yang telah memakan ‘Star Relic Fruit’.
< Tidak ada demon yang bisa bertahan setelah menatap sosok
agungnya. >
Ku-gugugugu!!
“…. Ya Tuhan….” Bisik Anna Croft di sebelahku.
Kami bisa melihat sesuatu muncul dari kegelapan itu.
Hal pertama yang bisa kami lihat adalah sepasang sayap hitam.
Beberapa saat kemudian kami bisa melihat tanduk yang biasanya dimiliki oleh
para Demon King.
[Demon King ‘King of Corrupted Angels’ sedang mengamati medan
pertempuran.]
‘King of Corrupted Angels’—itu adalah modifier milik Archangel
Michael yang berubah menjadi Demon King.
Kuwaaaaaah-!!
Hanya dengan satu jentikan jarinya, semua konstelasi yang condong
pada ‘kejahatan’ langsung disapu bersih. Meski mereka semua berada di sisi yang
sama, perbedaan level kekuatan mereka bagaikan bumi dan langit. Ini adalah
kekuatan asli milik Michael, Archangel berlevel mitologi.
Bahkan Asmodeus langsung memasang wajah was-was saat menyaksikan
serangan Michael.
“Ini… Tidak ada dalam ramalan…”
Beberapa saat setelah Michael menunjukkan kekuatannya, beberapa
Demon King langsung berbalik kabur dengan ekspresi ketakutan. Tubuh inkarnasi
milik Asmodeus pasti juga mendapatkan damage yang besar, apalagi aku bisa
melihatnya terhuyung dari tempat persembunyianku.
Di saat itulah aku berdiri dan berkata.
“Ini waktunya.”
“Kau ingin ikut bertempur sekarang!?”
“Ya.”
“… Kau tidak lihat yang barusan? Meskipun targetmu adalah seorang
Archangel, ini…”
“Apa yang membuatmu berpikir jika targetku adalah itu Archangel?”
Setelah mendengar pertanyaanku, Anna Croft hanya bisa
membelalakkan matanya dengan wajah kosong. Eye of the Great Demon miliknya
mulai memancarkan Cahaya.
“Mu-mungkinkah…?”
Kami berdua melihat tubuh inkarnasi Asmodeus yang diayun seperti
sebuah boneka rusak.
Sejak awal aku tidak punya rencana untuk melawan king of Corrupted
Archangel. Lagipula dia bukan satu-satunya sosok yang memiliki cerita level
mitologi.
[Modifier targetmu adalah ‘Devil of Lust and Wrath’]
Aku menghunuskan pedangku sambil membaca pesan yang muncul di
depanku. Setelah itu aku berkata pada Anna Croft.
“Kalau begitu, ayo kita mulai perburuan cerita level mitologinya,
oke?”
Chapter 364 Daftar Isi Chapter 366

Komentar
Posting Komentar