ORV Chapter 363: Episode 68 - Inaudible Words (3)
Disclaimer: Novel ini bukan punya sayaa
Sudah seminggu aku berada di desa ini.
Setelah semua cerita berada di tempat mereka masing-masing,
aku mulai mempersiapkan langkah yang akan kuambil di skenario berikutnya.
< Reincarnation Island terdiri dari 3 pulau
utama—‘Small Island’ dimana probabilitas cerita generasi pertama masih bisa
digunakan, ‘Middle Island’ dimana probabilitas cerita generasi kedua bisa
digunakan, dan yang terakhir ‘Main island’ dimana probabilitas generasi ketiga
bisa digunakan…. >
Tidak seperti di ‘Small Island’, aku akan langsung melawan
para konstelasi saat menginjakkan kaki di ‘Middle Island’. Artinya,
makhluk-makhluk yang berhasil bertahan dari kekangan probabilitas generasi
pertama sedang menungguku disana.
[Cerita raksasa ‘'Torch that Swallowed the Myth' ingin
agar kau segera bergerak.]
Seperti biasanya, salah satu cerita tetap bersikap seenaknya
sendiri, tapi setidaknya aku memiliki cukup kontrol padanya sekarang.
Ngomong-ngomong, Yoo Hosung pernah berkata seperti ini “Cerita akan mencoba
mengendalikan pemilik mereka, tapi di waktu yang bersamaan mereka akan
menunjukkan jalan cerita mereka pada sang pemilik.”
[Cerita raksasa ‘'Demon World's Spring' sedang menunggu
keputusanmu.]
These guys would have to continue existing within me from
now on. We'd get to tell new stories and they would shine, as new and different
Fables, as well.
Mereka semua akan terus ada dalam diriku sampai kapanpun.
Kami akan terus mendongengkan cerita-cerita itu dan mereka akan bersinar terang
layaknya sebuah cerita baru yang berbeda.
“Heewon-ssi, aku senang melihatmu baik-baik saja.”
“Apa kau tidak bisa merubah caramu menyapaku? Aku hampir
mati 3 kali, tahu.”
Aku mendapat informasi jika semua companionku berhasil
mencapai desa seminggu setelah aku memulai latihan Story Control ku. Sepertinya
mereka sempat tersesat di pinggiran pulau, karena itu mereka sedikit terlambat.
Aku mengedarkan pandanganku dan kemudian bertanya, “Kemana
yang lainnya?”
“Mereka sedang berlatih.”
Kami mulai berjalan Bersama dan tidak lama kemudian kami
bisa melihat sosok Lee Hyunsung dan Jang Hayoung yang sedang duduk bersila di
tanah. Jika dilihat dari ekspresi mereka, sepertinya latihan mereka juga tidak
mudah.
Tapi memang seperti itulah faktanya.
Estimasi waktu latihan Story Control tercepat adalah 2
bulan. Yoo Joonghyuk dari novel aslinya bahkan memerlukan waktu selama 3 minggu
untuk mempelajari teknik ini, padahal dia memiliki kecepatan belajar luar biasa
yang jauh lebih tinggi dari orang pada umumnya.
Aku memperhatikan cerita companionku tanpa mengatakan
apa-apa.
[Cerita ‘'Kim Dok-Ja Company's Code of Conduct' sedang
menggeliat kesakitan.]
[Cerita ‘'One who Hears the Monster's Voice' menggerutu
kesakitan.]
[Cerita ‘'One who Craves for the Trust of his Comrades'
merasakan sakit yang amat sangat.]
Sama sepertiku yang berhasil mendapatkan ceritaku, mereka
juga berhasil mendapatkan cerita masing-masing. Ya, meski kami berhasil
menyelesaikan skenario yang sama, tidak berarti jika kami akan mendapatkan
cerita yang sama.
Cerita mereka berbeda satu sama lainnya karena mereka semua
memiliki level sensibilitas yang berbeda-beda.
“Aliran waktu di sini lebih lambat daripada di pulau
lainnya, karena itu tidak perlu buru-buru dengan latihanmu. Latihan saja sesuai
dengan kecepatanmu karena pada akhirnya kau baru bisa bertarung dengan benar
dalam skenario Great War of Saints and Demons setelah benar-benar menguasai
teknik ini.
“Aku mengerti.”
[Cerita ‘'Demon King's Fanatical Believer' sedang
menyanyikan sebuah lagu.]
< “Oh, oh~~, dulu Dokja-hyung pernah berkata
seperti itu. Aku adalah dewa dunia ini. Ikuti aku dan kau akan mengetahui
kebenaran dunia ini~~.” >
“… Dan saat Gilyoung bangun, tolong katakan ini padanya.
Kadang sesuatu yang sangat buruk akan terjadi jika dia terus mendapatkan cerita
yang terlalu rumit.”
Jung Heewon tertawa pelan saat mendengarnya, aku kembali
mengingatkannya dengan nada suara yang cukup serius, “Ini bukan bercandaan,
tahu.”
“Aku juga tidak bercanda. Dokja-ssi, kau harus bisa
menyadari posisimu. Maksudku, kau harus sadar orang seperti apa kau di mata
anak-anak itu.”
"..."
“Menurutmu mereka akan sampai sejauh ini tanpamu,
Dokja-ssi?” tambahnya.
Aku menatap Shin Yoosung dan Lee Gilyoung yang kembali
bertengkar selama latihan berlangsung. Mereka berdua mempercayaiku dan berhasil
sampai di titik ini sambil terus berbagi cerita yang tidak sempurna Bersama
kami.
[Sebuah cerita baru yang tidak ada sebelumnya mulai
muncul dalam dirimu.]
“… Cerita itu juga sama untukku.”
Orang terakhir yang kulihat adalah
Jang Hayoung. Aku bisa melihat darah menetes dari dahinya saat dia sedang bertarung
dengan ceritanya.
< “Aku tidak
mau mendengarnya. Jujur, aku sama sekali tidak mau.” >
< “Tapi kau harus mendengarnya. Tidak peduli apapun
yang terjadi, kau harus melakukannya.” >
Aku bisa melihat kalimat dari cerita yang keluar dari
tubuhnya. Dari sana aku bisa menebak cerita mana yang sedang dilihat oleh Jang
Hayoung saat ini. Kemungkinan besar dia akan membangkitkan atribut baru di
pulau ini. Setelah itu dia akan menggunakannya sebagai fondasi untuk menjadi
‘King of Transcenders’.
“Dokja-ssi.”
“Ya?”
“Apa kau sadar kalau kau selalu bersikap cuek pada
Hayoung-ssi.”
“Memang itu tujuanku. Semuanya pasti akan berjalan mulus
jika aku mela…”
“Cerita yang kau ceritakan pada kami, bukannya kau juga
harus menceritakannya pada Hayoung-ssi juga?”
Cerita yang kuceritakan pada para
companionku… Aku tahu cerita apa yang dimaksud oleh Jung Heewon.
< Dunia ini terbentuk dari sebuah novel sebagai
dasarnya. Dan aku adalah satu-satunya orang yang membaca novel itu.” >
Hingga saat ini aku sudah menceritakan kisah itu ke beberapa
companionku saja. Kebanyakan orang termasuk Kyrgios dan Breaking the Sky Sword
Saint belum mengetahui kebenaran ini. Jang Hayoung juga bukan pengecualian.
Aku berjongkok dan kemudian mengamati
wajah Jang Hayoung dengan seksama.
< Kelopak mata ganda yang terlihat elegan dan juga
rambut emas yang terlihat lembut. Meski dia tidak pernah memakai ‘Moisture
Retention’ kulitnya selalu terlihat lembut dan kenyal. Pipinya terlihat berisi
dan ada lesung manis yang muncul saat dia tersenyum. Karena wajah dan tubuhnya
yang terlihat androgini, tidak ada yang tahu apa jenis kelaminnya pada
pertemuan pertama. >
Semua deskripsi yang tertulis dalam novel Cara Bertahan
Hidup dan juga semua komentar yang pernah kutinggalkan muncul dalam kepalaku. Entah
kenapa, penampilan yang benar-benar sesuai dengan imajinasiku itu malah
membuatku merasa sedikit bersalah.
“Aku tidak tidak yakin seberapa banyak yang bisa kuceritakan
padanya.”
“Eh, memangnya kenapa?”
Aku tidak bisa menceritakan kebenarannya pada Jang Hayoung.
Maksudku, mana bisa aku melakukannya, kan?
Apakah aku harus berkata akulah yang menciptakanmu? Apa aku
harus berkata jika dia terlahir karena komentar yang kutulis…?
“Aku sering memikirkan ini sejak lama. Mungkin… Novel itu
tidak menjadi kenyataan. Tapi, novel itu adalah catatan… rekaman cerita
mengenai dunia ini…”
“… Apa maksudmu?” tanya Jung Heewon.
Mungkin sejak awal memang itu yang
selalu kuharapkan.
< Sama seperti pikiran Kim Dokja saat dia masih
kecil, bertahun-tahun yang lalu… >
Jang Heewon menatapku dengan tatapan ragu, dan aku hanya
menjawab keraguan itu sambil memberikan seringaian kecil.
“Aku senang bisa bersama denganmu di sini, Heewon-ssi.”
“Um, ya. Aku juga.”
“Begitu juga dengan companion yang lain. Mulai sekarang, itu
saja yang akan kupikirkan. Aku minta maaf karena sudah bersikap egois selama
ini.”
Jung Heewon sedikit tertegun setelah dia mendengar ucapanku,
tapi beberapa detik kemudian dia menganggukkan kepalanya.
“Ya… tidak apa-apa. Dokja-ssi, kau hanya melakukan apa yang
kau mau. Aku mengerti.”
“Terima kasih. Ah, ngomong-ngomong, waktu semuanya bangun,
tolong berikan ini pada mereka.”
“…. Apa ini?”
“Informasi dari skenario selanjutnya.”
Aku menyerahkan sebuah memo mengenai ‘Middle Island’ pada
Jung Heewon.
“Tunggu sebentar Dokja-ssi, lagi-lagi kau..!”
Jung Heewon sepertunya sadar kenapa aku memberikan memo itu
kepadanya.
***
“Aku tahu kau akan muncul di depanku hari ini.”
Sebelum aku pergi meninggalkan ‘Small Island’, aku
menyempatkan diri untuk bertemu dengan Yoo Hosung. Setelah semua yang terjadi
di antara kami dia tetaplah orang yang sudah mengajarkan Story Control padaku,
karena itu aku ingin menunjukkan rasa terima kasihku—ah, itu hanya kebohongan
kecil. Sebenarnya aku punya alasan menemuinya hari ini.
“Boleh aku bertanya, kenapa kau menerima kelompok kami?”
Yoo Hosung mengernyitkan alisnya saat mendengar
pertanyaanku.
“…. Itu hanya karena orang tua ini sedang bosan.”
Rasanya aneh saat melihat anak kecil menyebut dirinya
sendiri sebagai orang tua, tapi mungkin perkataannya memang benar. Invincible
Fist Yoo Hosung adalah sosok yang sudah hidup lebih lama dari banyak Demon King
dan Archangel.
‘Murim ke-0’ adalah cerita legenda yang diturunkan dari
generasi ke generasi. Dan sosok terhebat di Murim ini adalah Yoo Hosung itu
sendiri.
“Kalau kau sudah selesai bertanya, cepat pergi dari
hadapanku. Aku tidak mau melihat wajah jelekmu itu lagi.”
Saat ini Yoo Hosung menunjukkan ekspresi yang sama dengan
saat dia menghalau para konstelasi di awal pertemuan kami.
“Apa kau tidak mau ikut dengan kami?”
“Omong kosong apa yang baru saja kau katakan?”
“Aku sudah tahu jika… setelah skenario di ‘Small Island’
selesai dilaksanakan, kau diperbolehkan untuk pergi menuju skenario
selanjutnya. Skenario 'Great War of Saints and Demons' adalah skenario seperti
itu.”
Alis Yoo Hosung tertekuk cukup dalam seakan dia sedang
mengingat sesuatu.
Di novel aslinya pernah dikatakan jika
dulu skenario 'Great War of Saints and Demons' juga pernah dilakukan di
Reincarnation Island.
< Bertemunya ‘Cerita Baru’ dan ‘Cerita Lama’.
Sebuah fusi skenario bersama generasi pertama! >
Kemungkinan besar Biro akan mengiklankan skenario ini dengan
slogan dan tagar seperti itu. Itu pilihan yang cukup masuk akal jika dilihat
dari segi desain skenarionya karena pihak Biro pun pasti ingin memanfaatkan
generasi pertama yang hanya dianggap sebagai legenda sebagai poin vital dalam
iklan itu.
Di sisi lain, rencana Biro yang menggunakan nama generasi
pertama demi mendongkrak popularitas streaming ini juga bisa menjadi sebuah
kesempatan bagi orang-orang yang dilupakan untuk keluar dari pulau ini.
“Mungkin kau bisa pergi meninggalkan pulau dengan adanya
kesempatan ini.”
Reincarnation Island terasa seperti sebuah museum dalam Star
Stream. Para reinkarnator bisa hidup selamanya di pulau ini, tapi sebagai
gantinya mereka tidak bisa pergi meninggalkan pulau karena kontrak yang sudah
mereka tanda tangani dengan ‘Master of the Island’.
“Berapa lama lagi kau berencana untuk terus menjadi relik yang
teronggok di sudut ruangan dan dilupakan oleh semua orang?”
Yoo Hosung perlahan menutup matanya. Sepertinya dia sedang
mencoba meredakan rasa marah yang muncul dari dalam hatinya.
“Apa yang… Kau harapkan dari kami setelah meninggalkan
tempat ini? Orang yang terlupakan memang kuat, tapi itu hanya berlaku di pulau
ini saja. Generasi pertama sudah tidak ada. Sudah tidak ada lagi orang yang mau
melihat cerita seperti ini.”
Ya, ucapannya ada benarnya. Mayoritas reinkarnator tidak
akan bisa menunjukkan kekuatan mereka yang sebenarnya setelah pergi
meninggalkan pulau yang dipenuhi oleh probabilitas generasi pertama ini.
Generasi pertama yang telah dilupakan tidak akan bisa
beradaptasi dengan dunia luar yang dikuasai oleh sistem, sebuah dunia yang
dipenuhi oleh energi qi dan sihir. Akan tetapi tidak semua dari mereka seperti
itu.
“Para trancender yang belajar darimu sekarang memiliki peran
besar di dunia luar sana. Artinya, pasti ada beberapa orang yang ingin melihat
cerita yang sudah kau ciptakan.”
“Aku tahu jika ada orang seperti itu di luar sana. Tapi aku
juga yakin jika cerita seperti itu tidak akan menjadi cerita yang viral.”
“Apa cerita bagus harus selalu viral?”
“Maksudmu?”
“Maksudku, apa sebuah cerita bisa dikatakan bagus jika
dibicarakan banyak orang? Sejak kapan kau peduli soal itu?”
Mata Yoo Hosung terbelalak lebar, bara api mulai memercik di
matanya.
“Apa kau ingin berkata jika sekarang… setelah sekian
lamanya… aku harus menjadi mainan para konstelasi lagi?”
Jika aku memberinya bujukan langsung sekali lagi, mungkin
itu adalah kata-kata terakhir yang bisa kuucapkan sebelum Yoo Hosung meledakkan
kepalaku. Karena itu aku hanya memberikan sugesti yang tidak terasa seperti
sebuah ajakan.
“Kau sudah mendengarkan kisah dari cerita-cerita itu dalam
waktu yang sangat lama.”
Aku harus bisa menggugah hatinya agar dia mau menerima
sugestiku. Meski ini sama-sama beresiko, tapi setidaknya aku tidak akan mati
mengenaskan di tangannya.
“Bukannya ini waktu yang tepat untukmu mengisahkan ceritamu
sendiri?”
Mata Yoo Hosung Kembali membelalak dan ada binar di
dalamnya. Aku kemudian tersenyum dan berbalik pergi meninggalkannya.
[Cerita ‘Stone and I’ sedang bergemeratak pelan.]
Aku sudah melempar dadu yang kupunya, sisanya bergantung
pada orang lain. Jika aku tidak salah ingat, satu-satunya orang yang bisa
membuat Transenden ini menggerakkan dirinya adalah orang itu.
***
“Apa kau mau pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal?”
“Semuanya sedang fokus berlatih, jadi aku tidak mau
mengganggu mereka. Lagipula kita akan bertemu lagi nanti. Lalu, ada sesuatu
yang harus kulakukan sebelum berkumpul dengan kalian, karena itu aku akan pergi
ke Middle Island sekarang.”
Aku memutuskan untuk tidak mengucapkan perpisahan pada
companionku dan memilih untuk meninggalkan pesan pada Jung Heewon. Ekspresi
wajah wanita itu terlihat sedih dan khawatir.
“Kumohon, kau harus selamat.”
“Ya, kita akan bertemu lagi nanti.”
Setelah itu kami berpisah.
Tapi sebelum aku bisa melangkah jauh, beberapa warga desa
datang menghampiriku.
“Apa kau ingin roti untuk perjalananmu? Aku baru
memanggangnya pagi ini.”
“Kupikir kau suka dengan batu, jadi aku ingin memberikan
beberapa batu koleksiku.”
Beberapa warga desa yang kukenal selama kami berada di sini
mulai berdatangan sambil membawa berbagai macam makanan. Tidak jauh dari
tempatku berdiri, aku bisa melihat sosok Yoo Hosung.
Kurasa dia juga mengharapkan adanya perubahan yang terjadi,
dan itulah alasan kenapa dia bersedia mengajari kami semua—berharap jika teknik
yang dia ajarkan bisa mengubah pulau ini sembari menjungkir balikkan Great War
of Saints and Demons, dan pada akhirnya juga bisa merubah Star Stream itu
sendiri.
[Cerita ‘'Reincarnator of Ten Thousand Years' sedang
menyanyikan lagu perpisahan.]
[Cerita ‘'World's Most Ancient Farmer' mengharapkan
kesuksesanmu.]
Ada yang memilih untuk pergi, tapi juga ada yang memilih
untuk tetap tinggal. Momen dimana dua sosok yang saling berjauhan ini bertemu
akan selamanya diingat oleh banyak cerita.
Begitulah alam semesta ini bisa terus ada.
Saat aku akan berbalik dan bersiap untuk pergi, kata-kata
Yoo Hosung terngiang di telingaku.
“Ada kemungkinan jika ‘Master Reincarnation Island’ akan menaruh
perhatiannya padamu. Sebaiknya kau harus selalu berhati-hati.”
Aku memberikan senyum sebagai jawaban. Ah, jadi itu alasan
kenapa pesan ini selalu muncul sejak beberapa saat yang lalu…
[‘Master Reincarnation Island’ sedang memperhatikan gerak-gerikmu.]
Aku berjalan menuju gerbang desa dan melihat Cheok Jungyeong
sedang menungguku. Konstelasi itu berkata, “Ayo pergi Bersama-sama.”
“Oh, ide bagus.” Jawabku.
Kami memang akan terpisah saat sampai di Middle Island, tapi
entah kenapa aku merasa jauh lebih percaya diri karena bisa pergi dengan Cheok
Jungyeong.
“Ngomong-ngomong, untuk skenario selanjutnya…”
Skenario Middle Island adalah persiapan yang harus diikuti
oleh semua konstelasi yang ingin berpartisipasi dalam skenario Great War of
Saints and Demons. Cheok Junngyeong langsung menggelengkan kepalanya saat dia
mendengarku berbicara.
“Benar juga, kau itu demon king, kan? Baiklah. Jika aku
memang ditakdirkan untuk melawanmu, aku bersumpah akan mengerahkan seluruh
kekuatanku untuk mengalahkanmu.”
“Tu-tunggu sebentar. Bukan itu maksudku…”
“Akan kupastikan jika aku tidak akan terpengaruh oleh emosi
pribadi saat kita bertarung nanti. Tenang saja.”
Tunggu, bukan begitu. Aku malah berharap kau
mempertimbangkan perasaan pribadimu seandainya kau bertemu denganku di sana.
Tapi setelah mendengar ucapan Cheok Jungyeong barusan, aku
langsung berdoa agar jangan sampai menjadi targetnya.
[Skenario tutorial sudah selesai!]
[Perpindahan ke ‘Middle Island’ akan segera dimulai!]
[Skenario utama sudah diperbarui!]
Bersamaan dengan munculnya pesan itu, pemandangan di
sekelilingku juga ikut berubah.
[Kau sudah sampai di ‘Middle Island no. 3’.]
Untungnya aku tidak melihat ada Cheok Jungyeong di dekatku.
Saat proses teleportasi sudah selesai, aku langsung disambut
oleh bau amis darah. Di depanku ada banyak mayat konstelasi dan inkarnasi yang
berserakan dimana-mana.
Pemandangan ini sudah cukup untuk menghancurkan jiwa
seseorang, tapi aku malah bersyukur saat melihatnya. Terlambat memulai skenario
ternyata memang jauh lebih menguntungkan karena kemungkinan bertemu dengan
konstelasi kuat juga ikut berkurang.
[‘Probabilitas generasi kedua’ aktif dengan kuat di pulau
ini.]
[Sebagian skillmu dapat digunakan di pulau ini.]
[Sebagian dari keseluruhan statusmu telah dipulihkan.]
Bersamaan dengan suara gemeretak tulang di seluruh tubuhku,
aku bisa merasakan badanku yang bertambah besar dan tinggi. Beberapa minggu
belakangan ini aku selalu merasa dikekang, tapi sekarang rasanya aku bisa
bernafas dengan lebih mudah.
[Skenario tersembunyi baru telah siap!]
Aku langsung membuka layar skenario untuk memeriksa
informasi.
+
[Skenario
tersembunyi – Snatching Modifiers]
Tipe: Skenario
utama
Tingkat kesulitan:
???
Syarat
penyelesaian: curi ‘kalung modifier’ dari musuh yang ditetapkan menjadi
targetmu. (jika partisipan tidak memiliki modifier, maka modifier akan diganti
dengan nama asli partisipan).
Batas waktu: –
Hadiah:
mendapatkan salah satu cerita milik target secara random, mendapatkan tiket
untuk masuk ke ‘Main Island’.
Gagal: ???
+
Skenario ini adalah rintangan terakhir sebelum aku bisa
sampai di ‘Main Island’.
Isi skenario ini sangat sederhana. Aku hanya perlu mengambil
tanda modifier dari seseorang yang menjadi targetku. Tanda itu adalah sebuah
kalung keperakan yang saat ini menggantung di leherku.
[Demon King of Salvation]
Di kalung itu tertulis nama modiferku.
[Jumlah survivor di ‘Middle Island’ no.3 adalah 262
peserta.]
262, kah. Jumlahnya jauh lebih banyak dari perkiraanku.
Akan tetapi itu masih belum cukup untuk merubah rencanaku
karena semua konstelasi kuat pasti sudah berada di ‘Main Island’ sekarang.
Yang paling penting bagiku saat ini adalah siapa yang
menjadi targetku, bukan para konstelasi kuat yang sudah tidak ada di sini,
karena itu…
[‘Target utama’mu telah ditentukan.]
[Modifier dari ‘target utama’mu adalah…]
Sebelum aku sempat membaca nama targetku, aku melihat
sekelompok konstelasi yang sedang berlarian dari kejauhan. Mereka berlari
seakan sedang dikejar oleh sesuatu.
Bersamaan dengan itu, ada banyak ledakan yang terjadi.
Beberapa konstelasi langsung menjadi mayat dan terpental seperti air laut.
Perlahan aku bisa melihat sosok yang menyebabkan kekacauan itu.
… Sialan.
Kenapa bajingan itu masih di sini?”
Chapter 362 Daftar Isi Chapter 364

Komentar
Posting Komentar